Diamuk Puting Beliung, Kades Mattiro Deceng Imbau Warganya Tidak Melaut

  • Whatsapp
Puting Beliung
Kondisi salah satu rumah milik warga yang diamuk angin puting beliung di Pulau Badi desa Mattiro Deceng, Liukang Tupabbiring, Kamis (17/01). (Foto: Abd Khalid/SimpulRakyat.co.id)

PANGKEP, JURNALPOST – Angin puting beliung menerjang sedikitnya 16 rumah penduduk di Pulau Badi, Desa Mattiro Deceng, kecamatan Liukang Tupabbiring, Pangkep, Kamis (17/01).

Kepala Desa Mattiro Deceng, Hasrar saat dihubungi via handphone miliknya membenarkan bencana tersebut, dia menyampaikan bahwa musibah itu terjadi sekitar pukul 12.00 Wita.

Read More

“Saat kejadian tersebut, sontak membuat warga kami panik, lari berhamburan keluar dari rumah mereka untuk menyelamatkan diri,” katanya.

Hasrar menjelaskan, akibat kejadian ini, ada 16 rumah milik warga mengalami kerusakan, diantaranya 7 rusak berat dan 9 rusak ringan.

“Sebanyak 7 rumah warga kami rusak berat, 9 rumah rusak ringan, ditambah rumah dinas kepala sekolah, dan gedung sekolah juga mengalami rusak ringan,” ungkapnya.

Diketahui, saat ini pemerintah setempat telah melakukan pendataan dan melaporkan ke pemerintah kecamatan Liukang Tupabbiring, BPBD dan Dinas Sosial kabupaten Pangkep.

Atas musibah ini, Kades Mattiro Deceng mengimbau kepada warganya agar kiranya tidak melaut sembari menunggu menunggu cuaca membaik, apatahlagi saat ini cuaca cukup ekstrim.

Sekadar diketahui, sebelumnya Balai Besar Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem yang melanda sebagian besar daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel) di awal tahun 2019.

Dalam dua hari terakhir, Kota Makassar dan sejumlah daerah lain di Sulsel diguyur hujan dengan intensitas lebat hingga ringan tanpa henti. Cuaca ekstrem diperparah dengan petir dan kilat hingga angin kencang. (SimpulRakyat)

Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *