Tantangan baru para lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Tegal, Jurnal Post – Setiap tahun Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) meluluskan wisudawan asal Tegal dengan jumlah yang tak sedikit. Hal ini membuktikan betapa banyaknya peminat yang ingin menjadi guru. Namun kenyataan tersebut tak di barengi dengan lowongan kerja guru di setiap sekolah khususnya di kota Tegal.

Tantangan baru para lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Foto Sarjana Pendidikan universitas Pancasakti Tegal

Banyak di antara sarjana pendidikan yang mengaku sulit mendapatkan perkerjaan sebagai guru di sekolah. Faktor ini di sebabkan pemerintah membatasi jumlah guru akibat terlalu membludaknya profesi tersebut. Di sekolah swasta kota Tegal pun demikian, para yayasan hanya memberi kesempatan pendaftaran guru baru apabila sekolah benar-benar membutuhkannya. Alhasil, sejumlah alumni pendidikan tak jarang memilih banting stir bekerja di instansi lain yang lebih menjanjikan.

“Jadi guru itu susah, harus punya orang dalam untuk masuk di sekolah, makanya banyak yang beralih ke instansi lain”, ujar Budi alumni FKIP UNS 2014

Budi mengaku banting stir ke instansi lain usai putus asa mencari sekolah sebagai naungan ia mengajar.

Di samping faktor jumlah guru yang masif , minimnya gaji guru untuk para pemula (honorer) juga mempengaruhi mereka banting stir. Jurnal Post mendata ada sejumlah alumni yang enggan bekerja sebagai guru karna faktor tersebut. Salah satunya di utarakan oleh Devi (25), alumnus PGSD UNNES 2013, senin (27/3).

“Masuk jadi guru susah, giliran di terima gajinya tak seberapa, sekolah swasta biasanya jadi pilihan karna gajinya lebih lumayan jika di bandingkan sekolah negeri, tapi tetap saja susah masuk ke sekolah tersebut tanpa adanya orang dalam, ini jadi alasan saya banting stir ke instansi non pendidikan”, pungkasnya.

Dirinya menambahkan, tentunya ini PR pemerintah, kalau lah menjadi guru itu susah karna masalah limitasi, setidaknya gaji lah para guru honorer dengan gaji yang layak.

Ini merupakan tantangan baru bagi para fresh graduate FKIP yang berjiwa pendidik, mencari sekolah untuk mengajar itu sangat sulit. jika tak ada kesempatan mengajar di tempat tersebut, masih ada peluang lain untuk mengajar, seperti bimbel atau pun tempat kursus. Bila di jalani dengan penuh ketekunan, mereka juga dapat membuat bimbel sendiri lalu menciptakan lapangan pekerjaan untuk para alumni lain. (kb)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here