Beranda Citizen Report Tambang Liar Masih Beroperasi, AMPSB : Pemerintah harus Tegas Menindaki Perusak Lingkungan

Tambang Liar Masih Beroperasi, AMPSB : Pemerintah harus Tegas Menindaki Perusak Lingkungan

224
0

JURNALPOST.COM, SIDRAP — Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Sungai Bila (AMPSB) protes terhadap pemerintah agar menghentikan aktivitas tambang disungai bila karena dinilai merusak lingkungan.

Sungai Bila Kabupaten Sidrap difungsikan sebagai irigasi untuk mengairi lahan pertanian dan hampir 95% masyarakat setempat bergantung pada aliran sungai bila karena rata-rata berprofesi sebagai petani.

“Kami akan terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas tambang yang merusak lingkungan,” kata Tenri Sangka selaku kordinator AMPSB saat dikonfirmasi Kamis, 30 Agustus 2018.

Andi kengkeng sapaannya Tenri, ia menambahkan bahwa pihaknya akan tetap mendesak pemerintah sampai aktivitas tambang liar di aliran sungai bila ini berhenti secara keseluruhan, karena meresahkan masyarakat dan merusak lingkungan.

“Ini bukan lagi soal Izin, kalau izin bisa di urus tapi kalau kerusakan lingkungan siapa yang mau tanggung, olehnya kami meminta kepada semua pihak agar lebih memperhatikan kelestarian lingkungan untuk keberlansungan hidup generasi dimasa yang akan datang,” tegasnya.

Sementara itu, Ali Haedar selaku Sekretaris AMPSB menambahkan, bahwa Pemerintah jangan membiarkan para perusak lingkungan bebas merdeka melakukan penambangan secara sporadis dan massif. “Olehnya kami meminta untuk menutup seluruh tambang liar yang beroperasi di bawah Bendungan Bila,” ungkap Ali.

Sekedar diketahui ada 18 petambang yang beraktivitas di sungai Bila yang sebagiannya adalah oknum yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Tambang Sidrap (APTASI) dan hanya ada 4 petambang yang mengantongi izin diantaranya Cv.Ega milik H.ucu, UD Ahmad milik H.sadikin, Cv.Bilboe milik H.sumarni dan UD pratama milik H.rahmat.(Rls)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here