Tak Capai Target, Kepala Sub Divre Bulog Dicopot

  • Whatsapp

JURNALPOTS.COM – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, meminta agar Direktur SDM Kementerian Pertanian (Kementan), agar mencabut jabatan para kepala Sub Divre Bulog, yang tidak bisa mencapai target nya. Hal ini diungkapkannya saat menghadiri Panen Raya program Serap Gabah (SERGAB) di Desa Parasangang Beru, Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar, Selasa (15/4).

“Kalau mereka tidak bisa capai target yang diberikan, cabut jabatannya,” kata Amran.

Amran mengatakan, pihaknya menargetkan penyerapan gabah dari Provinsi Sulsel mencapai satu juta ton untuk periode Maret hingga Mei 2016. Dengan target masing-masing daerah sesuai dengan tingkat luasan produktivitas.

“Kami butuh satu juta ton dari Sulawesi Selatan. Kalau target ini tidak tercapai, berarti bapak (Kasub Divre) tidak mencintai jabatannya,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Amran meminta untuk langsung melakukan kontrak dengan kepala Sub Divre Kabupaten di tempat, dengan konsekuensi yang tegas.

“Seluruh Sub Divre, kita langsung kontrak di sini. Tidak usah ada diskusi lagi. Tidak ada waktu diskusi,” ujarnya

Untuk memastikan hak tersebut tercapai, pohaknya dikatakannya akan mengerahkan seluruh PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) yang ada di Sulsel, dengan dikawal oleh Bulog yang menyiapkan dana.

Secara nasional, lanjutnya, Bulog akan menyiapkan dana hingga Rp20 triliun untuk menyerap gabah petani. Sementara untuk penyerapan gabah khusus di Sulsel, diperkirakan akan membutuhkan anggaran hingga Rp6 triliun.

Terkait kendala penyerapan gabah oleh Bulog karena rendahnya HPP (Harga Pembelian Petani), Amran mengatakan, pihaknya akan mendiskusikan hal ini dengan Bulog.

“Nanti didiskusikan kembali dengan Bulog, yang penting target tersebut tercapai,” ucapnya.

Diketahui HPP Bulog saat ini hanya berada pada Rp3700 per kg, sementara harga pembelian oleh pedagang di tingkat petani berada pada kisaran Rp4300 hingga Rp4500. Ini menyebabkan petani lebih memilih menjual gabah kepada pedagang dari pada Bulog.

Sementara itu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, hingga Juni mendatang, masih terdapat lahan seluas 300 ribu ha yang belum dipanen, dengan estimasi produksi hingga 858 ribu ton beras.

Dengan perkiraan harga beras Rp7000 per kg, maka uang yang berputar diharapkan mencapai Rp6,26 triliun.

“Secara keseluruhan, dari padi, uang yang berputar mencapai Rp34 triliun,” ujarnya.

Syahrul berharap, menteri asal Sulsel tersebut dapat terus mendukung pembangunan pertanian di Sulsel.

Dalam kesempatan tersebut, Amran juga memberikan bantuan alsintan kepada Kelompok Tani di Kabupaten Takalar.

Secara langsung, menteri juga memberikan lima buah traktor tangan masing-masing kepada tiga anggota Babinsa dan dua petani. (fo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *