Topik: wakil bupati bulukumba

Demo Karyawan PHL PT Lonsum, Wakil Bupati Akan Memanggil Beberapa Pihak

Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto menerima kurang lebih seratus Pekerja Harian Lepas (PHL) PT Lonsum menggelar aksi unjuk rasa lantaran PHK sepihak kepada ratusan PHL, di Kantor Bupati Bulukumba, Kamis 3 Januari 2019.

JURNALPOST.COM, BULUKUMBA – Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto menerima aspirasi pendemo dari ‘Forum Solidaritas Buruh dan Karyawan Balombessie Estate Kabupaten Bulukumba’ lantaran PT Lonsum melakukan pengalihan pekerjaan terhadap karyawan Pekerja Harian Lepas (PHL) PT Lonsum ujung-ujungnya PHK. Aksi dilaksanakan di kantor dinas ketenagakerjaan dan  di Kantor Bupati Bulukumba, Kamis,.3 Januari 2019).

Tomy mengatakan, sejak awal melihat permasalahan PT. Lonsum terkait sistem rekruitmen pekerja hanya menyimpan bom waktu saja. Cepat atau lambat akan terjadi PHK namun yang terpenting adalah kesadaran karyawan terkait hak dan kewajibannya.

“Nanti disepakati dengan hitam putih kalau mau?. Kita fasilitasi perwakilan dari karyawan dan PT. Lonsum, nanti dipanggil dari Dinas Ketenagakerjaan Provinsi, tapi sepakat apapun hasilnya harus komitmen,” imbuh Tomy menyarankan.

Terkait penyelesaian permasalahan dari tuntutan demonstran, Tomy berharap ada kesepakatan bersama antara karyawan.

“Tak hanya yang terancam di PHK namun seluruh karyawan ada kesepahaman sehingga permasalahan yang sama tak berulang. Ada kesepakatan antara pihak karyawan dan PT Lonsum,” kata Tomy.

Di akhir pertemuan, Wakil Bupati dan para pendemo pun menyepakati untuk menindaklanjuti dengan rapat pertemuan membahas persoalan tersebut dengan mengundang semua pihak, seperti PT Lonsum, BPJS Ketenagakerjaan, Pengawas Tenaga Kerjas Provinsi dan perwakilan para pekerja yang di PHK. Pertemuan akan dilaksanakan pada tanggal 11 Januari 2019 usai shalat Jumat nanti.

Karyawan PW Tapper Lukman menyampaikan tuntutannya di depan wakil bupati Bulukumba

Sementara itu, Kordinator Lapangan (Korlap) Muh. Basri Lampe, meminta pemerintah untuk mengeluarkan rekomendasi kepada pihak Lonsum agar menolak pengalihan pekerja PHL TAPPER ke AKKIB karena diangap mengakali untuk melakukan PHK terhadap karyawan PHL.

Mereka juga meminta Lonsum tetap mengakomodir PHL Devisi Bontoa yang telah diberhentikan selama 3 bulan. Agar dipekerjakan kembali karena ada istri dan anaknya mereka hidupi.

“Kami meminta Lonsum agar tetap mengakomodir PHL untuk tetap mengembalikan sistem derasan D4 ke sistem D3 dan mempertahankan ancak yang dirambun muda (tahun tanam 1993, 1994 dan 1997),” ungkap basri sesuai pernyataan sikapnya.

Selain itu, Karyawan PHL Lukman, ia mendesak pihak Lonsum mengangkat karyawan PHL menjadi karyawan tetap, karena pertimbangan masa kerja di kisaran 7-13 tahun. Mereka bekerja setiap hari, sepanjang tahun diarea produksi.

“Sementara sesuai UU ketenagakerjaan yang kita ketahui hanya 3 bulan sebagai PHL, lewat daripada itu kita diangkat jadi karyawan tetap,” jelas Lukman.(Rls)

2020, Bulukumba Siap Jadi Tuan Rumah Temu Inklusi ke-4

Bulukumba Siap Jadi Tuan Rumah Temu Inklusi ke-4

Gunung Kidul, Jurnalpost – Ajang pertemuan para penggiat isu difabilitas se-Indonesia (Temu Inklusi 2018) saat ini tengah berlangsung di desa Plembutan, Kecamatan Playen kabupaten Gunung Kidul, DI Jogjakarta. Ajang yang bertemakan “menuju Indonesia Inklusi 2030 melalui inovasi kolaboratif” ini rencananya akan berlangsung selama kurang lebih empat hari dari tanggal 22-25 Oktober 2018.

Direktur Sasana Integrasi dan Advokasi Difabel Indonesia (SIGAB), Soeharto menyampaikan, ide dari kegiatan ini adalah bahwa antara difabel, pemerintah serta aktor-aktor pembangunan itu diperlukan adanya komunikasi melalui dialog untuk mengevaluasi serta menyelesaikan apa yang menjadi persoalan dalam pembangunan yang dapat memperhatikan kebutuhan difabel.

Soeharto juga menyampaikan jika acara Temu Inklusi ini merupakan event yang diselenggarakan dua tahun sekali. Selama ini event ini sudah terlaksana sebanyak tiga kali, dan kedepannya kegiatan ini akan dilaksanakan di daerah lain, agar semangat inklusi itu bisa lebih menyebar gaungnya ke seluruh Indonesia. Terkait daerah luar Jogja yang telah mengajukan diri menjadi tuan rumah temu inklusi 2020, Soeharto menyampaikan sejauh ini ada dua wilayah yang bersedia yakni kota Banjarmasin dan kabupaten Bulukumba.

Untuk kesediaan kabupaten Bulukumba, Ishak Salim, selaku penggiat isu dafabilitas di Sulawesi Selatan membenarkan hal tersebut.

“Kami dari organisasi gerakan difabel di Sulawesi Selatan ini sudah tiga kali mengikuti kegiatan temu inklusi. Sebenarnya, pada Temu Inklusi yang kedua [2016], kami sudah mengusulkan untuk jadi tuan rumah pada tahun ini. Tapi karena persiapan masih kurang, akhirnya tidak bisa,” jelas Ishak (23/10) di balai desa Plembutan.

Ishak melanjutkan, untuk menunjukkan keseriusan Sul-Sel menyelenggarakan temu inklusi 2020, sejak 2017 hingga kini pihaknya sudah berkunjung ke desa Kambuno, di kabupaten Bulukumba yang direncanakan menjadi desa tempat berlangsungnya temu Inklusi selanjutnya.

“Kami sudah berkoordinasi dengan kepala desa Kambuno, yang tahun ini menjadi pemenang dalam lomba desa tingkat propinsi Sulawesi Selatan. Sayangnya beliau tidak bisa hadir di sini, karena saat ini sedang berada di Bali, mewakili Sulawesi Selatan dalam lomba desa tingkat nasional.”

Menurut Ishak, saat bertemu kepala desa Kambuno beberapa waktu yang lalu saat PerDIK melakukan kegiatan kemah pemuda inklusif, kepala desa berharap desa Kambuno bisa menjadi juara satu nasional, agar pada saat temu inklusi 2020 desa ini bisa dibuat lebih akses.

Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto, yang turut hadir pada temu Inklusi 2018 menyampaikan bahwa pengarusutamaan gerakan disabilitas di Bulukumba belumlah terlalu lama. Maka dari itu, pemerintah kabupaten Bulukumba sangat terbuka pada lembaga PerDIK ataupun SIGAB untuk menjadi mitra yang baik dalam memberikan saran dalam pembangunan yang mengakomodir difabel.

Terkait dengan rencana temu inklusi 2020, Tomy menyampaikan bahwa pemerintah Bulukumba menyambut baik rencana tersebut. Ia berkomitmen akan menyukseskan segala proses hingga pelaksanaan acara tersebut.

Wakil Bupati Bulukumba Terima Pendemo FKPP Bulukumba

Suasana rapat dengar pendapat Forum Komunikasi Pemuda dan Pelajar Bulukumba dengan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Bulukumba yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto, di Kantor Bupati Bulukumba, Senin, (17/9/2018).

JURNALPOST.COM, BULUKUMBA — Forum Komunikasi Pemuda dan Pelajar Bulukumba (FKPP B) demo di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bulukumba dan Kantor Bupati Bulukumba, Senin, 17 September 2018. Massa aksi itu, orasi di depan Kantor Disdukcapil Bulukumba sekitar 30 menit. Kemudian dipanggil masuk untuk berdialog tapi massa aksi menolaknya.

Kordinator Lapangan (Korlap) Muh. Basri Lampe mengatakan, massa aksi menolak masuk di Disdukcapil karena target massa aksi, akan dialog di Kantor Bupati Bulukumba.

“Alhamdulillah, teman-teman melanjutkan aksinya di Kantor Bupati Bulukumba. Kurang lebih satu jam orasi di depan Kantor Bupati. Sehingga sempat terjadi gesekan antara massa aksi dengan SAPOL PP. Tapi saya instruksikan Kepada massa aksi agar tidak terpancing emosi,” ungkap Basri yang juga Ketua Umum FKPP B itu.

Basri melanjutkan, bahwa Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto menerima massa aksi dengan perwakilan 10 orang. Itu pertanda bahwa aksi yang dilaksanakan FKPP B adalah direspon baik oleh pemerintah daerah.

“Dialog yang kita lakukan dengan Kepala Disdukcapil bersama pak Wakil Bupati adalah melahirkan kesepakatan bahwa, terkait percepatan pencetakan KTP-el siap untuk ditambah mesin pencetakan lagi. Kemudian, mekanisme pengurusan akta kelahiran ketika mau membantu masyarakat maka harus bermitra secara lembaga,” kata Basri.

Sementara itu, Wakil Bupati Bulukumba mengungkapkan, kepala Disdukcapil jangan membatasi lembaga atau organisasi untuk bermitra kepada Disdukcapil selama itu melengkapi mekanismenya.

“Saya kira untuk menghindari pungutan liar (Pungli) memang seharusnya jangan diberikan kebebasan secara individu untuk hadir melapor kalau bukan yang ada di Kartu Keluarga (KK) khususnya di akta kelahiran kecuali lembaga yang bermitra kepada Disdukcapil. Karena orang yang terdidik di organisasi, kemudian mau membantu masyarakat, kenapa tidak diberikan ruang untuk melakukan suatu kebaikan,” ujar Tomy.

Selain itu, Kepala Disdukcapil Bulukumba Hj. Mulyati Nur, ia mengaku bahwa akan memfasilitasi lembaga yang mau bermitra dengan Disdukcapil. “Kita akan membuka ruang kepada lembaga yang mau bermitra, tentu selama sesuai mekanisme kerja sama yang berlaku,” jelas Mulyati.(Fikran)

Wakil Bupati Bulukumba Resmi Membuka Kursus Politik PSI Bulukumba

Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto bersama Ketua DPD PSI Bulukumba, Muhammad Asri Pato

JURNALPOST.COM, BULUKUMBA — Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto membuka secara resmi ‘Kursus Politik Generasi Milenial’ Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Bulukumba. Dengan mengusung tema “Politik untuk Kemanusiaan”.

Tomy Satria Yulianto mengatakan, meski PSI partai baru namun telah memperlihatkan orang-orang muda milenial. Ketika generasi milenial mampu diyakinkan maka yakinlah akan sukses ke depan, jelas Tomy disambut tepuk tangan meriah oleh peserta di Aula Hotel Fajaqu, Jalan Jenderal Sudirman, kota Bulukumba, Sabtu, 8 September 2018.

Ia berpandangan, untuk survive pada medan politik dibutuhkan kerja keras dan konfidence. “Janganki pernah beranggapan sebagai pelengkap tapi harus yakin bahwa kita mampu membawa aspirasi,” ungkap Tomy.

Tomy juga mengajak peserta untuk membangun kepercayaan yang tinggi dalam berinteraksi ke masyarakat. Menurutnya, partai politik (Parpol) bukan semata-mata untuk kekuasaan tapi lebih pada ideologi kemanusiaan sebagai sumber inspirasi.

“Masuk ke dalam instrumen parpol dibutuhkan energi dan yang punya energi besar adalah anak muda, selalu gelisah melakukan sesuatu bukan pada zona nyaman,” ujar Tomy.

Sementara itu, Ketua DPD PSI Bulukumba Muhammad Asri Pato menjelaskan jika kursus politik ini hanya diundang internal bacaleg. “Kita hanya menghadirkan bacaleg karena jangan sampai terkesan kampanye dan kita komitmen pada etika maupun norma-norma politik,” katanya mengawali sambutannya itu.

“Bagi PSI, politik itu untuk kemanusiaan bukan untuk kekuasaan. Salah satu politisi sekaligus pejuang kemanusiaan adalah Bapak Tomy Satria Yulianto dan patut kita jadikan sebagai contoh di masa-masa mendatang,” tambahnya Asri yang juga Caleg PSI nomor urut 1 dapil 3 Ale-Bulukumpa itu.

Usai Wabub Tomy membuka acara pembukaan, dilanjutkan dengan pemasangan jaket dari ketua DPD PSI Bulukumba kepada perwakilan bacaleg, kemudian diakhiri dengan foto bersama.(Rls)

Wakil Bupati Bulukumba Membuka Turnamen Volly Kompak Bontoa Cup 1

JURNALPOST.COM, BULUKUMBA – Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria membuka langsung Turnamen Volly putra-putri Komunitas Pemuda Kampung (Kompak) Bontoa Cup 1. Pembukaan dilaksanakan di Lapangan Kampung Bontoa Desa Jojjolo Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba, Senin, 30 Juli 2018.

Turnamen itu, mengusung tema “Memperkuat persatuan untuk menyambut 17 Agustus 2018 dan Tahun Politik”. Pembukaan itu, dihadiri ratusan orang antaranya hadir Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto, Camat Bulukumpa, Kepala Desa Jojjolo serta tokoh masyarakat Kampung Bontoa sempat hadir pada pembukaan tersebut.

Ketua Panitia Muh. Basri Lampe, melaporkan bahwa terlaksananya kegiatan tersebut, tidak lepas kerja-kerja panitia dan dukungan tokoh masyarakat Kampung Bontoa. Juga support dari Anggota DPRD Sulsel oleh Mukhtar Badewing Fraksi PAN, Balombessie State dan Palangisang State serta pemerintah setempat dan pemerintah Kabupaten Bulukumba.

“Saya harapkan kepada Pemuda Kampung Bontoa, agar tetap menjaga kekompakannya untuk menyukseskan turnamen kita ini. Juga saya harapkan kepada pemerintah setempat dan pemerintah Kabupaten Bulukumba agar lembaga Kompak Bontoa disupport. Karena pemuda kampung Bontoa telah memperlihatkan kinerjanya, sala satunya turnamen volly ini,” kata Basri.

Sementara itu, pembina KOMPAK Bontoa Muhammad Asri Pato menjelaskan, bahwa baru beberapa bulan terbentuknya kompak Bontoa. “Namun sudah bisa melaksanakan kegiatan yang positif seperti turnamen ini, olehnya itu saya harapkan kepada Pemuda Kompak Bontoa agar tetap menjaga solidaritasnya untuk menyukseskan turnamen tersebut,” ujar Asri Pato yang juga Ketua DPD PSI Bulukumba itu.

Selain itu, Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria mengatakan, bahwa pemuda harus bangkit dan memperlihatkan kinerjanya. “Saya mensupport kerja-kerja panitia Pemuda Kompak Bontoa, yang telah memperlihatkan kerjanya. Juga saya harapkan agar Kompak Bontoa Cup 1 ini berjalan lancar dan tahun berikutnya bisa dilanjutkan Cup 2,” ungkap Tomy. (Ombas)

Pengurus 2018-2019 IPMAH KPT UMI Dilantik Wakil Bupati Bulukumba

Proses Pelantikan

JURNALPOST.COM, BULUKUMBA — Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto melantik pengurus baru periode 2018-2019 Ikatan Pelajar Mahasiswa (IPMAH) Bulukumba, Kordinator Perguruan Tinggi (KPT) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.

Pelantikan itu, dilaksanakan di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba, Sabtu 30 Juni 2018. Mengusung tema “Reposisi pola gerakan IPMAH Bulukumba KPT UMI dalam mewujudkan generasi yang loyal”.

Tomy Satria Yulianto, mengatakan dalam sambutannya, bahwa IPMAH Bulukumba KPT UMI adalah lembaga kaderisasi dan independen. Maka para pengurus tidak boleh diam untuk melakukan gerakan.

“Apa lagi saya lihat ini, tema yang diangkat adalah reposisi pola gerakan. Maka IPMAH Bulukumba KPT UMI harus melakukan gerakan dan memperlihatkan eksistensinya di publik khususnya di Kabupaten Bulukumba yang notabenenya mahasiswa warga kabupaten Bulukumba itu,” ungkap Tomy.

Sementara itu, pada pelantikan tersebut dihadiri beberapa organisasi kepemudaan (OKP) Kabupaten Bulukumba antaranya HMI dan PMII. Juga hadir dewan pendiri Zul Majjaga, Dewan Senior dan Ketua demisioner IPMAH 2017-2018 Yudhistira Syahrir. Mereka masing-masing menyampaikan sambutan, mereka mengharapkan bahwa IPMAH Bulukumba KPT UMI harus eksis di Bulukumba sebagai lembaga intelektual.

Selain itu, Ketua IPMAH Bulukumba KPT UMI periode 2018-2019 yang baru saja dilantik, Alif Muammar mengungkapkan, bahwa support dan bantuannya senior dan Pemerintah daerah sangat diharapkan untuk menjayakan IPMAH Bulukumba kedepan.

“Juga saya mengharapkan, agar pengurus periode 2018-2019 ini bisa tetap menjaga kekompakannya. Sehingga amanah yang kita jalankan bisa berjalan dengan baik,” kata Alif sapaan akrab Imman yang dari FTI UMI itu saat dikonfirmasi usai pelantikan.(BL)

Syaiful Saleh dan Wakil Bupati Bahas Integritas Pemimpin dan Masa Depan Bangsa

JURNALPOST.COM, BULUKUMBA — Dialog publik yang dilaksanakan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sulawesi Selatan (Sulsel) di Ruang pola Kantor Bupati Bulukumba, Kamis, 15 Maret 2018 malam.

Syaiful Saleh, (Wakil Ketua PWM Sulsel ) mengatakan, menjadi seorang pemimpin harus visioner, yang mempunyai visi dan misi ke depan dalam membangun bangsa Indonesia. Sebelum membangun bangsa Indonesia, pemimpin harus matang individunya.

“Mustahil anda akan bangun suatu bangsa, kalau diri sendiri belum tuntas atau belum bisa menjadi cerminan terhadap orang lain,” ungkap Syaiful dalam pemaparan materinya.

Orang yang berbuat baik saat ini, kata Syaiful, dikemudian hari atau yang akan datang bisa anda nikmati perbuatan baik itu. Sama halnya, ketika anda menanam hari ini, maka dikemudian hari anda akan memetiknya.

“Maka yang paling penting, kalian sebagai pimpinan di IMM yang punya misi dakwah harus disiplin waktu salatnya, memiliki integritas, setia pada keyakinan, istiqomah dalam perjuangan, jujur pada diri sendiri, dan pemimpin harus peduli, rajin memberi atau berinfaq,” ujar Syaiful balon DPD RI 2019 yang diusung oleh PWM Sulsel itu.

Sementara itu, wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto mengungkapkan, bangsa ini tidak kekurangan orang cerdas, banyak orang yang memiliki titel yang panjang. Tapi tidak semua bisa menjadi pemimpin yang baik.

“Kalau ingin membangun bangsa harus menjadi pemuda yang idealis dan bersatunya antara kata dan perbuatan. Kita sebagai pemuda harus memperjuangkan aspirasi masyarakat, dan harus mengedepankan integritas. Integritas tidak berasal dari teori-teori panjang tapi dibuktikan dengan perbuatan,” kata Tomy.

Sebagai kader IMM, lanjut Tomy, kalian harus tetap ada pada garis perjuangan IMM itu sendiri. IMM harus beda dengan organisasi lainnya, kalau hanya sama dengan organisasi lainnya berarti IMM rugi, karena IMM adalah organisasi yang mengedepankan nilai-nilai Islam, katanya.

Adapun dialog itu dilaksanakan, dengan tema “Integritas pemimpin dalam mendesain masa depan bangsa”, itu bagian memperingati Milad IMM ke 54.(*)

Citizen Reporter

Oleh: Bidang Media dan Komunikasi DPD IMM SULSEL

Gizi Buruk Menimpa Komeng di Bulukumba, Ini Kronologinya

Penyakit Gizi Buruk Komeng Sementara Dirawat di RS Sultan Dg Raja Kab. Bulukumba

JURNALPOST.COM, Bulukumba — Sulaiman alias Komeng (15 tahun), lahir di Malaysia 1 Juli 2002, Warga Kupang Dusun Tamapalalo, Desa Tamatto, Kecamatan Ujung Loe. Kena gizi buruk sejak umur 5 tahun.

Ibunya Jume jadi TKI di Malaysia dan sudah menikah di sana. Sementara Komeng hanya tinggal bersama bapaknya Nompo yang sehari-harinya menjadi buruh tani.

Nompo terkesan menutupi penyakit anaknya, setiap ia keluar rumah dirinya mengunci rumah dari luar. Nompo juga tidak pernah membawa Komeng ke puskesmas untuk diobati atau dirawat.

Menurut keterangan anggota DPRD Bulukumba Syamsir Paro, Komeng memiliki dua kakak tiri (se-ayah) yang ia masukkan di panti asuhan di Ujungloe. Syamsir Paro pun juga menfasilitasi kedua kakak Komeng ini mendapatkan beasiswa Bidikmisi, Jumaking yang kuliah di UNM Makassar dan Asniar di Unhalu Kendari. Syamsir Paro pun menyayangkan kakak Komeng yang tidak menginformasikan jika ia memiliki adik yang terkena gizi buruk dan hanya ditemani oleh bapaknya Nompo, ditambah lagi sang bapak sangat tertutup kepada warga sekitar kalau ia memiliki anak yang sakit.

Kasus Komeng muncul setelah viral di medsos. Masih dari penjelasan Syamsir Paro, Komeng baru ketahuan sakit setelah kakak Komeng Asniar curhat ke kakak pembina panti asuhan, untuk pergi melihat kondisi bapaknya dan adiknya yang sakit itu. Menurut informasi, nanti pembina panti itu berkunjung ketiga kalinya ke rumah Nompo, baru ia dipersilahkan masuk ke dalam rumah, itu pun setelah mengaku disuruh Asniar melihat langsung kondisi Komeng.

Saat ini Komeng sudah dirawat di IGD RSUD H Andi Sulthan Daeng Radja setelah diantar oleh Kepala Puskesmas Palangisang dr. Andi Ardina Nur menggunakan ambulans, Minggu (26/11). Turut mengantar, anggota DPRD Bulukumba Syamsir Paro dan Ketua Komisi B DPRD Lukman S.Pt.

Menurut, tidak mudah membawa Komeng ke rumah sakit, karena bapak Nompo tidak mau membawanya. Hampir satu jam dibujuk dan diberi jaminan perawatan, barulah Nompo luluh untuk dibawa anaknya ke RSUD

Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto yang datang membesuk mengaku, jika Pemerintah akan memberikan penyembuhan pada Komeng, karena menurutnya ada program daerah dalam pengentasan gizi buruk. Kedepannya dia berharap masyarakat lebih proaktif, menyampaikan dan melaporkan kejadian yang ada di sekitarnya. Agar tidak terulang lagi hal yang sama seperti yang menimpa Komeng.

“Ini jadi perhatian bersama, karena disaat pemerintah ingin mengentaskan busung lapar, ternyata masih ada yang ditemukan. Untuknya itu harus ada kerjasama yang baik dengan seluruh stakeholder, karena bagaimanapun sebesar apapun keinginan daerah, tanpa ada bantuan akan sulit, seperti halnya Komeng yang telah busung lapar sejak 10 tahun silam,” tutup Tomy. (Rls)

- Advertisement -

LATEST NEWS

RANDOM NEWS