Topik: universitas

Menuju Universitas, Ketua STKIP Muhammadiyah Bulukumba Sambut Baik Dosen

STKIP Muhammadiyah Bulukumba

BULUKUMBA, JURNALPOST – Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Kabupaten Bulukumba akan berubah status menjadi Universitas. Sesuai diberitakan dibeberapa media baik media online maupun cetak.

Ketua STKIP Muhammadiyah Bulukumba Drs. Jumasse Basra, M.Si mengatakan dalam sambutannya di depan dosen tim perubahan status STKIP menjadi Universitas. Pertemuan ini kata Jumasse, dalam rangka pravisitasi STKIP menjadi Universitas Muhammadiyah.

“Insyaallah STKIP Muhammadiyah Bulukumba akan segera di visitasi dalam waktu dekat ini, jadwal dan waktunya terus dikomunikasikan dengan tim yang akan turun,” kata Jumasse sesuai keterangan tertulisnya Senin, 18 Februari 2019.

Sementara itu, Jumasse melanjutkan bahwa, sebagai kampus yang telah banyak melahirkan tenaga pendidik dan ribuan lulusan telah tersebar diberbagai daerah. Sehingga menyambut baik kedatangan para dosen yang bergabung dalam mengawal proses perubahan status STKIP Muhammadiyah Bulukumba.

“Insyaallah jurusan yang akan segera di visitasi ada 4 prodi yaitu Perencanaan Wliayah kota (PWK) Aktuaria, Kimia, dan Peternakan. Juga selain itu, ada 3 prodi yang dalam proses pembenahan yaitu Biologi, Agrebisnis dan Agrotekhnologi,” ungkap Jumasse pada pertemuan itu di Aula Kampus 1 STKIP Muhammadiyah Bulukumba Sabtu, 16 Februari 2019 .

Selain itu, pada pertemuan pravisitasi tersebut, ketua Badan Pengurus Harian (BPH) STKIP Muhammadiyah Bulukumba H. Ahmad Damsi, M.Si. Juga menyambut baik kehadiran para dosen tim perubahan status STKIP Muhammadiyah Bulukumba.

“Saya selaku ketua BPH, memang harus terus mensupport para dosen tim perubahan status STKIP Muhammadiyah Bulukumba,” jelas Ahmad.(Rls)

Belajar Tata Kelola Perguruan Tinggi di Amerika, Rektor UIM Lakukan ini

Universitas Temple

MAKASSAR, JRUNALPOST – Rektor Universitas Islam Makassar (UIM) Dr Majdah Agus Arifin Nu’mang saat ini berada di Amerika Serikat untuk mengikuti leadership workshop di Universitas Temple Philadelpia Amerika Serikat hingga, Sabtu (24/11/2018).

Di Amerika Serikat, Majdah Agus bersama pimpinan Perguruan Tinggi Swasta lain, dimana rombongan ini diketuai langsung Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX Sulawesi Prof Jasruddin.

Selama berada di kampus Universitas Temple, kami mendapatkan berbagai materi diantaranya Manajemen Keuangan pada perguruan tinggi, manajemen penilaian dan akreditas pada perguruan tinggi, manajemen dan dukungan untuk pengembangan Fakultas berbasis mutu pada Pendidikan Tinggi.

“Tak hanya itu peserta juga mendapatkan materi tentang tantangan dan pelajaran pendidikan tinggi di Amerika Serikat dan hal-hal yang harus dilakukan pada perguruan tinggi,” kata Majdah via WhattsApp, Kamis (22/11/2018) pagi.

Memanfaatkan momen ini, selaku Rektor UIM kami juga menandatangani kesepakatan kerja sama bersama Vice President Universitas Temple Prof Dr Hai-Lung Dai yang disaksikan Ketua LLDikti Prof Jasruddin, dimana kerja sama ini menghasilkan beberapa poin penting diantaranya penelitian dan publikasi ilmiah.

“Pertukaran mahasiswa dengan konsep double degree, program kepemimpinan, dan pengembangan kemampuan berbahasa.”

Kerja sama ini salah satu bentuk ikhtiar kami untuk membawa UIM lebih baik, sesuai dengan visi misinya yakni menjadi PTS Islam yang terkemuka, berkualitas, berbudaya, diminati dan berorientasi pada kepentingan bangsa dan negara. Tutupnya.

Dr. Ali Taher Parasong Dukung Watampone Jadi Universitas

JURNALPOST.COM, ATAMPONE — Di hadapan lebih dari 400 peserta yang terdiri dari mahsiswa dan dosen, Ketua Komisi VIII DPR RI Dr. Ali Taher Parasong, SH.,M.Hum. membawakan kuliah dengan tema “Transformasi Pendidikan Tinggi Islam Yang Berkarakter dan Berkualitas”, Selasa, 27 Februari 2018, di Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Watanpone.

Selain membahas tentang sejarah peradaban Islam. Dalam diskusi tersebut, Ketua STAIN Watampone, Prof. Dr. A. Nuzul, menjelaskan pula bahwa perguruan tinggi Islam, sebagai salah satu institusi penyelenggara pendidikan di Indonesia tidak luput dari berbagai tantangan yang harus dihadapi.

Tantangan yang dimaksud berupa timbulnya aspirasi dan idealitas masyarakat yang multi kepentingan dan multi-kompleks, terutama dalam menghadapi dan memenuhi kebutuhan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Dengan demikian perguruan tinggi Islam tidak lagi menghadapi kehidupan yang simplisistis, melainkan amat kompleks,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Ali Taher Parasong menyampaikan harapannya. Ia berharap STAIN Watampone segera dapat menjadi univesitas

“Bone ini tempat peradaban, sepantasnya hadir Universitas di tempat ini ke depan saya berharap STAIN sudah ditingkatkan menjadi IAIN sampai jadi universitas,” tukasnya.

Lanjutnya, dunia pendidikan tinggi di Indonesia, termasuk perguruan tinggi Islam saat ini, sedang menghadapi tiga skala tuntutan. Pertama, skala global di antaranya berupa tuntutan kualitas, relevansi dan internasionalisasi pendidikan tinggi.

Kedua, dalam skala nasional, di mana masyarakat saat ini telah mengalami perubahan dalam memandang pendidikan.

“Jika dulunya pendidikan hanya dianggap sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan dasar akademik manusia maka saat ini pendidikan dipandang sebagai investasi,” tuturnya.

Selain itu, fakta bahwa kualitas sumber daya manusia Indonesia yang dipandang kurang dibanding bangsa-bangsa lain menghadirkan tuntutan peningkatan kualitas pendidikan tinggi termasuk perguruan tinggi Islam menjadi hal yang sangat wajar dan rasional.

Sementara lanjutnya, yang ketiga, tuntutan dalam ruang lingkup perguruan tinggi itu sendiri. Secara internal, perguruan tinggi dituntut senantiasa menata diri baik dengan menyatukan langkah seluruh anggota civitas akademikanya dalam mengantisipasi perubahan dan tantangan kedepan.

“Dalam konteks perguruan tinggi Islam, penting untuk melakukan refleksi dalam rangka reorientasi perguruan tinggi Islam sebagai landasan filosofis bagi upaya gerakan dan penyatuan langka bagi seluruh anggota civitas akademika,” jelasnya.

Di samping itu, penataan secara internal yang menyangkut aspek managemen, administrasi organisasi, pengembangan akademik adalah hal penting lainnya yang harus segera dilakukan.

Setelah membawakan kuliah tamu, Ali Taher bersama civitas akademika meninjau pembangunan kampus 2 STAIN Watampone. Di sela-sela kunjungannya, ia menyempatkan diri berfoto di hadapan tugu tokoh Arung Palakka.(Rls)

Mahasiswa Universitas Nuku Tidore Kunjungan ke Fakultas Pertanian UIM

JURNALPOST – Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar kedatangan tamu dari kampus Indonesia bagian Timur. Tamu tersebut adalah kunjungan 10 mahasiswa dan 3 dosen dari Prodi Agribisnis Universitas Nuku Tidore Maluku Utara yang berlansung 11-13 Desember 2017 di Gedung Fakultas Pertanian UIM Jalan Perintis Kemerdekaan KM. 9 Tamalanrea Makassar.

Mahasiswa Universitas Nuku Tidore Kunjungan ke Fakultas Pertanian UIM

Rombongan disambut dengan tari pa’duppa kemudian dilanjutkan penandatanganan MoU antar Ketua Program Studi Agribisnis. Salah satu point dalam MoU tersebut adalah melakukan pengembangan tridarma perguruan tinggi seperti student exchange, dosen tamu, kerjasama dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Ketua Program Studi Agribisnis UIM Dr. Andi Kasirang T. Baso, Kunjungan ilmiah ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan, pengalaman serta pengetahuan dalam bidang akademik dan sebagai tindak lanjut dari MoU yang telah ditandatangani pada bulan November lalu oleh Rektor Universitas Nuku dengan Direktur Pascasarjana UIM.

“Agenda hari pertama adalah pemaparan profil Program Studi Agribisnis UIM, presentasi dari lembaga kemahasiswaan dan pengenalan UKM Kewirausahaan Fakultas Pertanian UIM, hari kedua akan dilaksanakan seminar kewirausahaan dan hari ketiga tamu akan diantar berkunjung ke lokasi budidaya jamur tiram di Kabupaten Maros serta rekreasi di Bantimurung dan sekitarnya” Tutur Andi Kasirang.

Dalam acara penyambutan tersebut hadir ketua LPPM UIM Dr. Musdalipa Mahmud, Dekan Fakultas Pertanian UIM Dr. La Sumange, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan dr. A. Rifai Pakki, dosen pembina kewirausahaan Sulfiana, Dr. Syamsul Rahman, Dr. St.Fatmawati, Susilawaty Hardiany, Dr. Awaluddin, Azhar Amrah Mattone, Dr. Abd.Kadir Bunga, Arwansyah, dan Inawaty Sidabalok.

Dilaporkan Oleh: Muh. Nur (Humas FKIP UIM)

Universitas Pancasakti Lepas 1260 Mahasiswa KKN

Tegal, Jurnalpost – Upacara pelepasan mahasiswa KKN digelar di halaman perpustakaan pusat Universitas Pancasakti Tegal yang dipimpin oleh Rektor Prof. Dr. Wahyono hari Sabtu 15 Juli 2017.

Universitas Pancasakti Lepas 1260 Mahasiswa KKN

Pelaksanaan KKN akan dimulai tanggal 17 Juli s/d 9 September 2017 ke berbagai daerah di Kota Tegal berjumlah 205 mahasiswa, di kabupaten berjumlah 495 mahasiswa, di Kabupaten Brebes berjumlah 194 mahasiswa, di Pemalang berjumlah 198 mahasiswa, di kabupaten Pekalongan berjumlah 96 mahasiswa dan di Kota Pekalongan berjumlah 72 mahasiswa.

Rektor UPS Tegal mengatakan KKN Posdaya tahun 2017 bertumpu pada empat pilar yaitu pendidikan,kesehatan, ekonomi dan lingkungan.

“Terjun langsung di masyarakat diharapkan dapat memberikan pengalaman kepada mahasiswa sehingga nanti setelah lulus menjadi sarjana berguna dalam pembangunan” kata Rektor dalam sambutannya.

Lanjut Rektor UPS kegiatan KKN akan mendekatkan almamater mahasiswa khususnya UPS Tegal dengan masyarakat.(ydt)

Isu Penutupan Kampus PGSD Universitas Negeri Semarang di Tegal, Begini Tanggapan Rektor UNNES

Semarang, Jurnal Post – Isu penutupan kampus Universitas Negeri Semarang (UNNES) jurusan PGSD di kota Tegal kini terjawab sudah. Sebelumnya ratusan mahasiswa jurusan PGSD UNNES Tegal berkumpul di depan rektorat UNNES daerah Sekaran Gunung Pati Semarang guna menggelar aksi demo pada hari jum’at pekan lalu (7/4). Dalam unjuk rasanya mereka menuntut agar rektor UNNES membatalkan keputusannya untuk menutup kampus PGSD Tegal dengan memasang spanduk bertuliskan Save PGSD Tegal, tolak tutup PGSD Tegal.

Isu Penutupan Kampus PGSD Universitas Negeri Semarang di Tegal, Begini Tanggapan Rektor UNNES
Sejumlah mahasiwa PGSD unnes menggelar aksi unjuk rasa sebelum di tanggapi oleh rektor unnes

“Penutupan PGSD UNNES di kota Tegal membuat kami sakit, ada empat angkatan sejak 2013-2016 yang harus tetap mendapat perhatian sampai lulus, penutupan kampus di Tegal akan sepi dan berpengaruh terhadap kualitas kami yang di pertanyakan pihak luar”, ujar Arif Nur Muhammad, salah seorang mahasiswa PGSD Tegal sekaligus kodinator demo.

Menanggapi hal tersebut rektor Universitas Negeri Semarang Prof. Dr. Fatur Rahman, M.Hum membantah bahwa dirinya akan menutup kampus tersebut, namun lebih tepatnya memindahkan ke kampus Ngalian, Semarang.

“Riilnya, dalam penerimaan mahasiswa tahun 2017 progdi PGSD tetap di buka, hanya saja mahasiswa baru 2017 akan menempuh pendidikan di kampus Ngalian, Semarang”, ungkapnya.

Menurutnya, fasilitas di kampus Ngalian jauh lebih baik di bandingkan dengan kampus yang berada di Tegal. Hal ini mendasari aturan UU No. 14/2005 tentang guru dan dosen, khususnya pasal 10 ayat 1. Agar dapat menghasilkan guru yang ideal seperti yang di amanatkan UU itu, perlu memiliki fasilitas pendidikan yang berstandar. Jika melihat fasilitas PGSD Tegal masih belum memenuhi lantaran luas tanahnya terbatas sehingga pengembangan fasilitas kampus tidak maksimal.

“Saya tekankan tidak akan menutup kampus PGSD Tegal, melainkan mengurangi quota penerimaan saja”, tuturnya. (pr/kb)

Aspirasi para wisudawan Universitas Pancasaki Tegal

Tegal, Jurnal post – Acara wisuda pelepasan wisudawan program sarjana Ke 57 dan magister ke 2 universitas pancasakti Tegal (UPS ) di gelar hari ini di auditorium kampus jalan Halmahera kota Tegal, sabtu (18/3). Sorak gembira terpampang dari raut wajah para wisudawan setelah berjuang menempuh perkuliahan dan tugas skripsi.

Aspirasi para wisudawan Universitas Pancasaki Tegal
Foto wisuda UPS Tegal Maret 2017

Hari ini seperti hari kemenangan bagi wisudawan. Saking bahagianya, bahkan ada di antara mereka yang menitikan air mata sembari mendekap orang tuanya usai di wisuda.Namun tentunya perjuangan tersebut belum berakhir, masih ada babak baru yang harus di lewati yaitu dunia kerja.

Seperti di ketahui bersama, mencari pekerjaan tak semudah membalikan telapak tangan. Pasalnya tak cukup dengan modal gelar akademik saja, namun harus juga memiliki skill yang bagus untuk di terima di sebuah instansi. Di sela moment sakral tersebut, para wisudawan pastinya juga memikirkan bagaimana langkah selanjutnya usai menyandang gelar akademiknya.

Usai di wisuda, jurnal post menemui sejumlah wisudawan. Aspirasi mereka semua hampir bernuasa sama, nantinya dapat mendapatkan pekerjaan yang layak sesuai pendidikan dan jurusan masing-masing. Meskipun tak sedikit juga yang berniat melanjutkan study S2.

Keinginan serta harapan ingin mendapatkan pekerjaan yang layak di ungkapkan langsung oleh salah satu wisudawan dari fakultas ekonomi, Diah Widiastuti.

“Harapan terbesar tentunya bisa mendapatkan pekerjaan yang layak sehingga bisa membahagiakan orang tua yang selama ini membiayai kuliah”, ujar wisudawan asal Warureja Kabupaten Tegal.

Saat di singgung aspirasinya untuk almamater kampus tercinta, dirinya mengatakan perlu ada perbaikan lagi khususnya pelayanan dan fasilitas. Ia mengaku pelayanan di kampus tersebut biasa saja. Begitu juga dengan fasilitas, menurutnya toilet yang jumlahnya terbatas seringkali membuat tidak nyaman khususnya saat kebelet ingin buang air kecil.

Di Kampus UPS sendiri pada hari ini telah mewisuda 380 wisudawan, 145 dari jurusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta di antaranya merupakan wisudawan program magister.

Dari sejumlah wisudawan yang jurnal post wawancarai, tak ada satu pun di antara mereka yang berinsiatif akan menciptakan peluang usaha baru. Padahal dengan terciptanya hal tersebut tentunya dapat memicu terciptanya lapangan pekerjaan sehingga bisa membantu para alumni yang masih nganggur. (KB)

Dekan FKIP Universitas Islam Makassar Lantik Pengurus HMJ

Jurnalpost – Pelantikan Pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) di lingkup Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Makassar (FKIP UIM) dilaksanakan pada kamis 8/2/2017 Di Aula Gedung E UIM, mereka dilantik oleh Dekan FKIP Dr. H. M. Arfah Shiddiq, MA.

Dekan FKIP Universitas Islam Makassar Lantik Pengurus HMJ

Pelantikan tersebut merupakan pelantikan HMJ empat program studi yang terdiri dari Pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HIMAPBSI) FKIP UIM yang diketuai oleh Ade Irma Amrina, Pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (HIMAPERSADA) FKIP UIM yang diketuai oleh A. Rahmat Zulfikar, Pengurus Association Of Education Students (ASEEt) FKIP UIM yang diketuai oleh Sudarwinoto dan Pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Anak Usia Dini (HIMPAUD) FKIP yang diketuai oleh St. Suryani.

Dekan FKIP UIM dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada pengurus yang dilantik hari hari ini, semoga dapat mengembang amanah dengan sebaik-baikknya. “Himpunan merupakan wadah yang paling utama dalam pengembangan diri seorang mahasiwa, himpunan menjadi tempat pembinaan berbagai potensi-potensi yang ada, pengurus jangan hanya menjadi simbol tetapi harus berperan juga dalam peningkatan program studi masing-masing” imbuh Arfah yang juga wakil ketua NU Sulsel.

Tampak hadir pada pelantikan tersebut, Wakil Dekan 1 FKIP UIM Dra. H. A. Besse Marda, M.Pd., Wakil Dekan 3 FKIP UIM Dr. Hj. Herlina, M.Pd., Ketua Program Studi PGSD Ince Prabu Setiawan Bakar, S.Pd., M.Pd., Ketua Prodi PG-PAUD Nasaruddin S.Pd., M.Pd., KTU FKIP UIM Muh. Nur, S.S., Ketua Senat Mahasiswa FKIP Rachmi Rachman dan beberapa pengurus lembaga kemahasiwaan yang ada di lingkup Universitas Islam Makassar.

Dilaporkan Oleh: Muh. Nur (HUMAS FKIP UIM)

Mahasiswa Dakwah Universitas Muslim Indonesia dilatih jadi MC

Makassar, Jurnalpost – Program Studi Komunikasi Dan Penyiaran Islam (KPI) Jurusan Dakwah Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Mengadakan Training Master Of Ceremony (MC) Di Aula Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, M.A (LPDKI UMI). (04/12/16)

Mahasiswa Dakwah Universitas Muslim Indonesia dilatih jadi MC
Suasana Praktikum Master Of Ceremony

Menurut Muh. Saleh Selaku Ketua Panitia Menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan merupakan kegiatan bentuk ceremonial belakang, tapi diharapkan dari training Master Of Ceremony (MC) ini disinilah semua mahasiswa dakwah mampu menggembangkan potensi yang dimilikinya dibidang MC baik itu MC yang sifatnya kegiatan non formal atau formal dan kegiatan ini lebih banyak prakteknya dibanding dengan Teori.

Saleh menambahkan setelah kegiatan ini rencananya Akan dibentuk sebuah Forum didalam forum tersebut mahasiswa dakwah akan dilatih secara intens dan mereka langsung praktik secara langsung dan kedepannya berawal dari Forum ini diharapkan Mahasiswa dakwah dipersiapkan untuk MC khususnya di kampus baik itu kegiatan-kegiatan dan apa bila mereka telah siap kita akan persiapkan untk MC di Masyarakat.

Kegiatan Ini dibuka langsung Oleh Wakil Dekan IV Fakultas Agama Islam UMI (Dra. Hj. Andi Soraya Bugaib, M.A) dalam sambutannya mengatakan bahwa Pimpinan Fakultas sangat mengapresiasi kegiatan yang diadakan oleh PRODI KPI, ini merupakan awal yang baik karna yang namanya Sebuah acara atau kegiatan yang pertama kali menjadi pusat perhatian yaitu Pembawa Acara atau MC, peranan MC disini sangatlah penting kedepannya PRODI KPI harus membuat kegiatan seperti ini lagi dan peserta bukan hanya Mahasiswa Dakwah saja, tapi peserta harus dari semua Fakultas yang ada di UMI PODI KPI yang menjadi penggerak kegiatan tersebut. Ujarnya

Adapun yang bertindak sebagai Pemateri Ialah Dr. Nur Setiawati, M.Ag dalam materinya disampaikan bahwa MC merupakan suatu peran yang sangat penting dalam suatu acara yang harus dimiki antara lain Mulailah dengan menyambut para hadirin Mengetahui hal apa saja yang menjadi tugas dan tanggung jawab seorang MC, Berbicara dengan gaya bahasa luwes/menarik sesuai situasi dan kondisi, Memberikan kesan pertama yang menarik dari seluruh penampilan/sikap, Memilih busana yang seras sikap elegant sesuai acara yang dipandu / Audience, Menggunakan alat bantu komunikasi dengan benar dan luwe dan Melakukan berbagai strategi untuk menghidupkan suasana / mencegah kejenuhan.

Kegitan Ini dikiti sebanyak 30 Orang dari perwakilan setiap Mahasiwa dakwah mulai dari angkatan 2013, 2014, 2015 serta 2016.

Penulis : Inayah Medika Ekajaya (Panitia Pelaksana Traning MC)

BRITON dan Beberapa Universitas di Makassar Bekerjasama Melaksanakan TOEFL AKBAR 2016

Jurnalpost – Briton International English School bekerja sama dengan 25 BEM Universitas se-kota Makassar akan mengadakan event besar di akhir tahun yakni “TOEFL AKBAR” yang melibatkan 2.000 peserta test dari kalangan mahasiswa dan umum. Event TOEFL AKBAR ini adalah event tahunan yang rutin dijalankan dalam rangka memperkenalkan bentuk test TOEFL dan strategy menjawab test ke peserta.

BRITON dan Beberapa Universitas di Makassar Bekerjasama Melaksanakan TOEFL AKBAR 2016

Kegiatan BRITON-TOEFL AKBAR 2016 bekerjasama dengan beberapa badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa, dan pengiatan Unit Kegiatan Mahassiwa (UKM) dari beberapa universitas di Makassar seperti UNHAS, UMI, UNM, UNISMUH, Politeknik Negeri U.P, UIT, STKIP Mega Rezky, STMIK Kharisma dan Atmajaya yang akan dilaksanakan Tanggal 27 November 2016 di Baruga A.P. Pettarani Universitas Hasanuddin.

TOEFL adalah singkatan dari Test Of English as a Foreign Language (Test Bahasa Inggris sebagai bahasa asing), yang diorganisir oleh sebuah lembaga di Amerika Serikat yang bernama ETS (Educational Testing Service). BRITON sendiri merupakan salah satu lembaga pendidikan bahasa Inggris terbesar di Indonesia. Briton International English School sebagai authorized centre of Cambridge ESOL exams ID 003 adalah pelaksana ujian international. Ujian-ujian tersebut diantaranya adalah YLE (Young Learners English) untuk siswa SD, KET dan PET untuk Siswa SMP dan SMU, Business English Certificate untuk karyawan dan pencari kerja, Teaching Knowledge Test (TKT) untuk sertifikasi guru dan dosen bahasa Inggris.

Sementara itu Awaluddin ketua Panitia event TOEFL akbar ini mengungkapkan , bahwa TOEFL merupakan standardisasi kemampuan bahasa inggris seseorang secara tertulis yang meliputi tiga aspek yaitu ,Listening,Writing, Reading, dimana TOEFL sangat diperlukan bagi para pelajar di negara-negara yang bahasa utamanya bukan bahasa Inggris, tetapi ingin melanjutkan studi ke negara-negara yang bahasa resminya adalah bahasa Inggris, seperti Amerika Serikat, Kanada, dan negara-negara Eropa Barat. Ini diperlukan untuk memastikan bahwa siswa-siswa dari negara berbahasa non-bahasa Inggris tersebut dapat mengikuti perkuliahan di negara berbahasa Inggris dengan baik.

Selain itu, pria yang juga aktif sebagai tenaga akademik Briton ini menambahkan bahwa dengan mengikuti kegiatan ini maka ada tiga manfaat yang akan didapakan antara lain untuk : Memastikan bahwa mahasiswa tersebut memahami uraian yang diberikan dosen dalam bahasa Inggris (listening skill), mahasiswa memahami buku-buku textbook yang diwajibkan (reading skill). mahasiswa mampu membuat tulisan ilmiah dengan tatabahasa yang benar (writing & grammar skill).

LATEST NEWS

RANDOM NEWS