Topik: Sulawesi Selatan

Ketum Reliji Bekali 250 Orang dalam Kampanye Door to Door di Makassar

Ketum Reliji Bekali

MAKASSAR, JURNALPOST — RELIJI (Relawan Indonesia Jokowi) laksanakan workshop dan pembekalan relawan door to door untuk wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel). Dilaksanakan di Grand Asia Hotel Makassar, Selasa, 09 April 2019.

Kegiatan tersebut, dihadiri langsung oleh Ketua Umum kordinator nasional relawan Jokowi Indonesia (Kornas Reliji) Bung Bursah Zarnubi serta beberapa orang rombongan dari kornas Reliji. Reliji ini akan mengkampanyekan pasangan calon Presiden Nomor urut 01 Jokowi – Ma’ruf Amin. Jumlah peserta yang diberikan pembekalan saat itu, sejumlah 250 akan door to door kepada masyarakat Sulsel.

Ketua Umum Kornas Reliji Burzah Zarnubi menyampaikan bahwa kampanye door to door ini penting dilakukan untuk menjelaskan informasi hoax yang berseliweran disosial media dan dimasyarakat.

“Kampanye door to door ini dilakukan dalam rangka memberikan informasi yang benar tentang capres pak Jokowi yang selalu menyudutkan tentang isu PKI. Sebenarnya sangat keliru, dengan demikian warga yang dikunjungi akan memilih pak Jokowi kerena kerja nyata yang dilakukan selama 4 tahun terakhir,” ungkap Burzah.

Sementara itu, Ketua Korwil Reliji Sulsel Munawir Mihsan, mengungkapkan, Sulsel menjadi wilayah yang sangat potensial untuk dimenangkan oleh capres 01.

“Alasan saya katakan seperti itu, karena pembangunan selama 4 tahun telah terbukti. Juga banyak dukungan tokoh politik dan masyarakat luas,” kata Munawir.

Sehingga Munawir harapkan, Relawan door to door itu bagaimana bisa maksimalkan kerjanya. Dibeberapa tempat seperti warga yang ada di kota Makassar dan kabupaten Gowa mulai 10 april hingga 13 april.(Rls)

Kadis Pendidikan Sulsel Sampaikan Tantangan Pendidikan di Era Digital

Kadis Pendidikan Sulsel

MAKASSAR, JURNALPOST – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan Irman Yasin Limpo menyampaikan Kuliah Umum di depan civitas akademika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Makassar. Tema yang diangkat, “Membangun Potensi Diri Menuju Terciptanya Sumber Pendidikan yang Potensial dan Berkarakter Menyongsong Era Revolusi 4.0”. Kegiatan ini dihelat di Aula Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar, Selasa, 26 Februari 2019.

Mengawali pemaparannya, Irman menegaskan bahwa yang membawakan kuliah adalah Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, bukan dirinya secara pribadi. “Secara personal saya tahu diri, apalagi dalam perspektif akademik. Namun sebagai Kepala Dinas Pendidikan, secara struktural saya berkewajiban menyampaikan challenge dan hope yang kita hadapi di dunia pendidikan,” tegas None, sapaan akrab Irman Yasin Limpo.

Menurut Irman, di Dinas Pendidikan Sulsel ia memiliki 33 orang Widyaswara yang merupakan tamatan luar negeri, dan minimal menguasai dua bahasa asing. “Itu dilakukan agar kita memiliki dapur dengan chef yang standar. Indomie nya bisa dari Kemendikbud, tapi bumbu racikannya kita siapkan sendiri,” pungkasnya.

Irman menambahkan, jika manajemen pendidikan di Sulsel hanya mengikuti standar nasional, maka ia memastikan kita akan jauh tertinggal. “Manajemen sekolah-sekolah di Jawa sudah jauh lebih maju. Kita harus melakukan lompatan, kita harus melakukan revolusi manajemen,” ujarnya.

“Revolusi itu pasti melewati tikungan tajam. Pasti ada korban. Bahkan mungkin saja sopirnya yang jadi korban,” tukasnya, yang disambut tawa sebagian hadirin.

Saat ini, lanjut Irman, upaya lompatan tersebut telah menampakkan hasil. “Dua tahun yang lalu kualitas pendidikan menengah kita hanya berada pada peringkat 19 nasional. Baru-baru ini di rembug nasional Kemendikbud, Sulsel sudah berada di peringkat keempat,” jelas Irman, disambut tepuk tangan peserta.

Strategi lompatan yang dianjurkan Irman adalah dengan memberi perhatian serius terhadap Pendidikan Anak Usia Dini. “Mohon maaf Pak Rektor, saya selama ini menyuarakan, jangan hanya anggaran pendidikan tinggi yang terus ditingkatkan, padahal anggaran PAUD kurang diberi perhatian,” pinta adik bungsu Syahrul Yasin Limpo ini.

Kepala Dinas Pendidikan Sulsel ini menyatakan bahwa aspirasi tersebut juga telah ia sampaikan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) dan Mahkamah Konstitusi. Kepada Menpan-RB, Irman meminta agar meningkatkan kuota rekrutmen PN untuk guru PAUD.

“Saat ini saya juga sedang menggalang dukungan kepala dinas pendidikan se-Indonesia untuk meminta Mahkamah Konstitusi agar mengakui PAUD sebagai bagian dari Satuan Pendidikan. Jika demikian, maka guru PAUD juga berhak memperoleh sertifikasi” tambahnya.

Tantangan Era Digital

“Bangun tidur, benda pertama yang kita sentuh bukan lagi pasangan kita, melainkan hape. Internet of thing adalah bagian yang tak terpisahkan dari keseharian kita. Aktivitas keseharian kini banyak dibantu oleh aplikasi dan robot. Kini teller bank tidak dibutuhkan lagi. Bank ada di Hape kita. Tanpa kita sadari, revolusi sedang terjadi dalam kehidupan kita,” pungkas Irman menjelaskan dunia yang kita hadapi sekarang.

Oleh karena itu, menurut Kadis Pendidikan Sulsel ini, ada beberapa kompetensi yang wajib dimiliki oleh generasi Z. Generasi Z adalah generasi yang lahir setelah tahun 1990, atau orang-orang yang lahir di generasi internet—generasi yang sudah menikmati keajaiban teknologi usai kelahiran internet.

Kemampuan berpikir kritis adalah kompetensi penting di Abad ke-21. Sebenarnya keterampilan ini bisa didapatkan melalui pelajaran Matematika, sayangnya matematika lebih sering dianggap momok menakutkan bagi siswa. Fenomena itu bahkan terjadi di sekolah yang dianggap sekolah unggulan. “Padahal jika peserta didik memiliki kemampuan berpikir kritis, secara otomatis mereka akan memiliki kemampuan problem solving,” ungkap Irman.

Kemampuan berkolaborasi juga tak kalah penting. Irman mencontohkan bagaimana moda trasportasi daring seperti Gojek, mampu membangun bisnis dengan kekuatan kolaborasi. “Ada yang punya aplikasi, ada yang punya motor. Seharusnya model kolaborasi juga dibangun dalam dunia pendidikan.”

Irman mendorong agar ada integrasi antar pelajaran, seperti olahraga dan matematika. Atau kolaborasi siswa yang memiliki perbedaan kecerdasan. Sejatinya, setiap anak memiliki kecerdasan yang menonjol. Ada yang menonjol dari segi kecerdasan matematika, adapula yang menonjol dalam bidang musik. Peran guru seharusnya mengorkestrasi semua keterampilan tersebut. “Ubah mindset, jangan mengistimewakan satu-dua orang.”

Tantangan selanjutnya adalah inovasi. Salah satu karakter Generasi Z adalah anti regulasi. Inti ketaatan bagi mereka adalah kesepakatan. Ketidaknyamanan yang mereka rasakan, membuat mereka memberontak. Dan kita cenderung lebih menghakimi pemberontakan. Perubahan zaman ini perlu dipahami oleh para guru.

Kuliah Umum ini dibuka oleh Rektor Unismuh Makassar, Prof. Dr. Abd. Rahman Rahim, dan diawali oleh pengajian yang dibawakan Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Unismuh Makassar, Dr. Muh. Syaiful Saleh. Ratusan peserta memadati Aula Kedokteran Unismuh ini, yang terdiri dari dosen, kepala sekolah, guru, dan mahasiswa FKIP Unismuh.(Rls)

Pantai Apparalang, Surga Bahari yang Eksotis di Bulukumba Sulawesi Selatan

Pantai Apparalang
Pantai Apparalang

BULUKUMBA, JURNALPOSTPantai Appalarang adalah sebuah pantai yang tidak memiliki pesisir. Berkunjung ke Pantai Appalarang, Bulukumba, Sulawesi Selatan Anda akan langsung disambut hamparan tebing memanjang yang megah.

Sulawesi Selatan selalu memiliki destinasi liburan menarik untuk melepas penat. Tidak ada habisnya jika membicarakan soal keindahan baharinya. Di Bulukumba terdapat sebuah pantai eksotis bernama Apparalang yang patut untuk kamu kunjungi. Mau tahu seperti apa tempatnya? Simak ulasannya berikut ini :

Cara Menuju Appalarang?

Dari Makassar membutuhkan waktu sekitar kurang lebih 4-6 jam untuk tiba di Appalarang. Patokan utama untuk menuju lokasi ini dari jalan utama adalah SMK 6 di bagian kiri jalan atau 5 Km sebelum Tanjung Bira belok Kanan. Dari sini kita hanya perlu terus berjalan lurus menyusuri jalan menuju ke Desa Ara. Masih minimnya papan informasi mengenai arah menuju Appalarang sehingga cara terbaik biar tak salah arah adalah bertanya kepada warga setempat.

Disini akses jalan menuju appalarang masih sempit untuk bisa dilalui kendaraan roda empat, hal inilah yang menjadi alasan banyak traveler yang memilih kendaraan rodah dua/sepeda motor untuk sampai ke Pantai Appalarang.

Biaya untuk ke Pantai Apparalang

Tidak membutuhkan biaya yang besar untuk berkunjung ke Appalarang. Biaya yang anda persiapkan cukup menyediakan uang untuk mengisi bensin, uang parkir, sewa pelampung dan biaya makan di lokasi Biaya yang Anda habiskan sekitar Rp 200.000,-.. Menuju tempat ini pun tidak harus dengan menggunakan roda empat. lebih bagus jika anda berkunjung ke appalarang bersama teman rombongan yang konvoi sepeda motor. Dan untuk makanan yang dijual Apparalang masih sebatas makanan instan dan snack ringan, serta belum banyak pilihan menunya. Saran sebaiknya membawa bekal makanan sendiri.

Penginapan di Pantai Apparalang

Di Appalarang belum tersedia penginapan yang dibangun oleh penduduk lokal. Sehingga bagi pengunjung yang ingin bermalam dapat mendirikan tenda atau bisa juga tidur di gazebo-gazebo yang disediakan dengan membawa sleeping bag.

Hal bisa dilakukan di Appalarang?

Berenang

Air laut yang biru kehijauan nampak begitu menarik untuk segera terjun ke dalamnya. Di Appalarang air laut yang jernih, membuat pengunjung tertarik untuk sekedar berenang dan bermain air. Kita juga bisa memacu adrenalin dengan langsung terjun dari atas tebing, asal ombak tidak sedang tinggi. Bisa juga terjun melalui anjungan kayu. Di salah satu sudut ada tangga yang cukup curam apabila pengunjung ingin langsung turun ke air.

Memancing

Cara tepat bagi kamu yang suka menikmati laut dengan tenang. Sewaktu saya ke Appalarang, Mereka duduk santai di anjungan dengan kail masing-masing. Beberapa nampak terkantuk terterpa angin laut. Bagi para mancing mania, karena tidak ada penduduk lokal yang menjual umpan maupun penyewaan alat pancing, lebih baik mempersiapkannya terlebih dahulu dari rumah.

Berswafoto

Kamu bisa bilang ini kativitas mainstream, aktivitas yang satu ini tetap menjadi yang utama bagi pengunjung yang berlibur ke pantai. Berfoto dengan pemandangan alam merupakan salah satu hal menarik yang bisa dilakukan di pantai. Terlebih di Appalarang, pemandangan tebing megah disepanjang pantai menjadi daya tarik tersendiri. Kamu bisa mengantari salah satu spot yang paling menarik berfoto di spot ini seperti kamu dikelilingi benteng alam dan ombak sebagai pemanisnya.

Bersantai di anjungan

Menikmati keindahan Pantai Apparalang duduk-duduk di anjungan sambil bercerita dan sesap secangkir kopi hangat adalah hal menyenangkan. Angin laut dan suara deburan ombak terasa sangat dekat.

Pantai Apparalang menjadi pilihan bagi pengunjung yang hanya ingin berakhir pekan dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Ayo atur jadwal bersama teman dan keluarga Anda untuk menikmati keindahan alam Pantai Apparalang Bulukumba.

80 Sekolah di Kabupaten Pariwisata Tana Toraja akan dijadikan sekolah model

Sulawesi Selatan, Tana Toraja – 80 sekolah di Kabupaten Pariwisata Tana Toraja akan dijadikan sekolah model yang diharapkan bisa membiaskan kemajuan-kemajuannya di sekolah lainnya. Sekolah-sekolah tersebut bersinergi dengan sekolah biasnya akan mendapatkan perlakuan khusus dengan pelatihan-pelatihan, evaluasi dan monitoring khusus. Untuk itu, diperlukan langkah-langkah strategis memilih sekolah dan menentukan program-program untuk sekolah pilihan tersebut.

80 sekolah di Kabupaten Pariwisata Tana Toraja akan dijadikan sekolah model

Gagasan pembentukan sekolah ini muncul dikarenakan dalam indeks kualitas pendidikan, Tana Toraja masih tertinggal dibanding dengan kabupaten-kabupaten lain di Sulawesi Selatan. Saat ini indeks pendidikan Tana Toraja masih diatas 20 besar dari 24 kabupaten yang ada di Sulawesi Selatan. Dengan sekolah model, bupati berharap, Tana Toraja pada tahun 2017 sudah bisa masuk ke 20 besar, dan 2018 ke 5 besar se-Sulsel.

Untuk itu, Pemerintah Daerah Tana Toraja menggandeng USAID PRIORITAS sebagai konsultan untuk merancang strategi sekolah model tersebut. 80 sekolah tersebut, terdiri dari 45 Sekolah Dasar, 27 SMP dan 8 untuk SMA/SMK. “Semua siswa harus mendapatkan pendidikan bermutu,” tegas Bupati Tana Toraja Ir. Nicodemus Biringkanae di hadapan 400 kepala sekolah, komite dan guru di ruang Pola Kabupaten Tana Toraja (12 Januari 2016).

USAID PRIORITAS yang diwakili Koordinator Provinsi Jamaruddin, mengungkapkan bahwa dari beberapa sekolah yang diharap jadi sekolah model tersebut, tidak semuanya langsung bisa dijadikan sekolah model. “Beberapa sekolah harus dijadikan sekolah persiapan model dahulu, dan harus menerima perlakuan khusus sebelum menjadi sekolah model,” tegasnya.

Dia juga mengungkapkan beberapa prasyarat sebuah sekolah bisa menjadi sekolah model. Diantaranya minimal berakreditasi minimal B, untuk jenjang SD/MI jumlah minimal siswa per rombelnya 16 orang; dan SMP/MTs; SMA/SMK/MA minimal 18 orang, memiliki RKS, RKT & RKAS, guru menerapkan model – model pembelajaran aktif, lingkungan sekolah/kelas mendukung proses pembelajaran, mengembangkan program membaca dan lain-lain. “Dibutuhkan tim program atau tim teknis yang khusus dibentuk dan dimandat bupati untuk mengawal program ini, tidak bisa diserahkan ke kepala sekolah saja,” tegasnya.

Sebagai langkah awal setelah sekolah terpilih, dinas pendidikan atau yang terkait akan menerbitkan SK sekolah terpilih. Sekolah-sekolah terpilih selanjutnya akan mendapatkan pendampingan, monitoring berkala, dan analisis data monitoring untuk dijadikan bahan rekomendasi untuk kemajuan sekolah. “Sekolah yang sudah ditunjuk harus bersama-sama dengan sekolah bias maju bersama-sama. Mereka bisa bertukar guru, saling mengunjungi perpustakaan, melakukan in house training, dan KKG atau MGMP bersama, sehingga kemajuan bisa menyebar ke sekolah lain dengan baik,” ujar Jamar.

Jamar berharap Bupati Tana Toraja menerbitkan kebijakan khusus untuk pengembangan sekolah model ini. “Program ini sifatnya menyeluruh yaitu harus menyentuh pembelajaran, manajemen sekolah, partisipasi masyarakat dan budaya baca. Program juga harus runut, bertahap dengan perlahan. Program ini bukan program tanggap darurat. Jadi perlu kebijakan yang bisa menegaskan dan fokus pada tahapan-tahapan ini,” tutupnya.

Majdah Agus Dilantik Sebagai Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia Sulsel

Jurnalpost – Majdah Agus A Nu’mang secara resmi dilantik sebagai Ketua Umum Pengurus Yayasan Jantung Indonesia Cabang Utama Sulawesi Selatan Masa Bakti 2016-2021, Jum’at (23/9) di Lapangan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Urip Sumoharjo Makassar.

Majdah Agus Dilantik Sebagai Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia Sulsel

Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia Syahlina Zuhal dalam sambutannya memberikan apresiasi atas dilantiknya Pengurus Yayasan Jantung Indonesia Cabang Utama Sulawesi Selatan, tentunya kami berharap kepada seluruh pengurus untuk selalu mendampingi masyarakat dalam hal penanganan kesehatan jantung dan pembuluh darah.

“Untuk itu saya memohon bantuan kepada Gubernur Sulawesi Selatan, Walikota, Bupati di Sulawesi Selatan untuk membantu program-program pengurus dalam hal melakukan preventif penyakit jantung di tengah-tengah masyarakat.” Tambahnya.

Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo dalam sambutannya sangat mengapresiasi atas dilantiknya Ibu Majdah sebagai Ketua Yayasan Jantung Indonesia Cabang Utama Sulawesi Selatan, mewakili Pemerintah Provinsi Sulsel dan masyarakat secara umum berharap kepada seluruh Pengurus untuk menghadirkan masyarakat Sulawesi Selatan yang lebih sehat.

“Yayasan Jantung Indonesia dan Pengurusnya diharapkan memberikan kontribusi kepada Negara Indonesia, olehnya itu saya butuh kerja nyata dari semua pengurus”

Penyakit jantung adalah penyakit pembunuh nomor 1 di dunia, olehnya itu seluruh pengurus harus memberikan edukasi bagaimana hidup sehat, hidup berkualitas, dan hidup berkualitas kepada masyarakat Sulawesi Selatan. Tambahnya.

Tampak hadir Ketua Organisasi Orang Tua Lanjut Usia Provinsi Sulawesi Selatan, Hj Ince Nurhayati Yasin Limpo, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Nu’mang, Sekwilda Sulsel Abdul Latief, Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Rachmat Latief, Wakil Walikota Makassar Syamsu Rizal, Anggota DPR RI Indira Chunda Thita SYL, Ketua DPRD Makassar Farouk M Betta, beberapa Bupati/Walikota dan Wakil Bupati Sulawesi Selatan.

Penulis: Andy Muhammad Idris (Staf Humas Rektor UIM)

Stakeholder Meeting Proyek Promote ILO di Provinsi Sulawesi Selatan

JURNALPOST.COM – Makassar (29 Maret 2016), ILO-Promote Project melaksanakan kegiatan stakeholder meeting atau pertemuan dengan para pemangku kepentingan terkait di Makassar. Pertemuan dimaksudkan untuk membahas kemajuan kegiatan proyek, temuan dan tantangan serta keberlanjutannya di Provinsi Sulawesi Selatan. Selain itu, melalui kegiatan ini managemen ILO-Promote dan mitra pelaksana berhadap bisa mendapat saran dan masukan dari para pemangku kepentingan untuk mengatasi berbagai kendala yang dihadapi, demi memudahkan pencapaian tujuan proyek yakni mempromosikan kerja layak untuk PRT (Pekerja Rumah Tangga) dan penghapusan PRT Anak.

Sekitar 50 orang peserta dari beberapa intansi terkait seperti Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulsel, Dinas Pendidikan, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Provinsi Sulsel, dll, hadir di kegiatan ini. Selain itu, perwakilan LSM, serikat Buruh dan organisasi keagamaan serta akademisi dan wartawan juga ikut aktif dalam kegiatan ini.

Stakeholder Meeting Proyek Promote ILO di Provinsi Sulawesi Selatan

Dimulai pada pukul 10.00 pertemuan dimulai dengan presentasi oleh koordinator provinsi ILO-Promote Rasyidi Bakry. Dalam presentasinya, Rasyidi menyampaikan update kegiatan yang telah dilaksanakan oleh ILO-Promote secara nasional. Beberapa hal yang mendapat penekanan seperti keberhasilan ILO-Promote mengembangkan Modul Training of Trainer (ToT) kerja layak PRT dan Penghapusan PRTA dan Kode Etik Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PRT) dan Penghapusan PRT Anak bekerjasama dengan Asosiasi Pelatihan dan Penempatan Pekerja Rumah Tangga Seluruh Indonesia (APPSI). Dengan kode etik ini APPSI berkomitmen untuk tidak lagi menyalurkan PRT berusia di bawah 18 tahun dan secara intens melakukan pengawasan terhadap PRT yang telah ditempatkan. Selaian itu, Rasyidi juga menginformasikan tentang pembuatan 9 photo story dan video diary oleh pelajar di Makassar dan Jakarta yang berisi materi kerja layak untuk PRT dan penghapusan PRT anak.

Andi Yulia (Kepala Seksi Norma Kerja Perempuan dan Anak Disnakertrans Sulsel) menjadi pemateri kedua, yang menjelaskan tentang tentang Program dan Kegiatan Dinas Tenaga Kerja dan Provinsi Sulsel yang relevan dengan Promote Project dan bagaimana mensinergikannya dengan Promote Project ke depan.

Presentasi berikutnya adalah update dari mitra kerja ILO di Sulsel yakni Forum Pemerhati Masalah Perempuan (FPMP) Sulsel dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sulsel. Umi Jusmiati Lestari dari FPMP menjelaskan tentang perkembangan Sekolah PRT yang telah dibangun atas dukugan Promote bekerjasama dengan JALA PRT Jakarta. Selanjutnya, Warida Syafei dari LPA menginformasikan tentang berbagai kegiatan yang telah mereka lakukan untuk penghapusan PRT anak, seperti mengembangkan pemantauan berbasis komunitas di beberapa kelurahan di Makassar.

Tanggapan dan Usul Peserta

Setelah presentasi, para peserta yang hadir diberi kesempatan untuk memberikan masukan. Sakka Pati, akademisi dari UNHAS yang mengangkat disertasi doktoralnya mengenai perlindungan hukum PRT menyarankan agar Promote lebih banyak melibatkan majikan dan juga akademisi dalam implementasi kegiatannya. Dia menyarankan agar dibentuk assosiasi majikan karena menurutnya, selama ini banyak majikan yang resisten dengan isu yang diusung ILO-Promote karena menganggap hal itu hanya untuk kepentingan PRT. Padahal program ini juga hadir untuk memenuhi kepentingan majikan. Menurutnya kalau PRT bekerja lebih professional, tentu majikan juga yang diuntungkan.

Selain itu, Ahmad dari dinas pendidikan mengusulkan agar Sekolah PRT yang dinisiasi FPMP agar diubah namanya jadi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) agar bisa mengakses dana dari pemerintah.

Perwakilan dari serikat buruh, Iskandar dari KSPI dan Andi Mallanti dari KSBSI serta Nur dari KSPSI, menyarankan agar pemerintah segera menerbitkan aturan hukum terkait perlindungan terhadap PRT baik di nasional maupun di daerah.

Dari perwakilan media yang hadir bersepakat untuk memberi perhatian terhadap isu terkait PRT dan mulai membiasakan untuk menggunaka istilah PEKERJA dari pada pembantu rumah tangga, mengingat peran penting PRT yang tidak kalah dengan pekerja atau buruh yang lain. (Muh Rasyidi Bakry/PR)

Toko Emas Bone Harapan Dirampok, 4 Milyar Melayang

JURNALPOST.COM, BONE – Toko Emas Bone Harapan milik Hajah Nur Alam di Jalan M Tinri Siwa, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, dibobol kawanan perampok. Delapan kilo emas raib, kerugian ditaksir mencapai Rp4 miliar.

Kapolsek Pitumpanua Kompol Suardi mengatakan, pelaku perampokan berjumlah sekira 10 orang. Selain emas delapan kilo, uang tunai senilai Rp20 juta juga raib digondol para pelaku.

“Aksi perampokan ini diketahui pemilik toko sehari setelah kejadian saat dirinya mengunjungi toko tersebut. Melihat toko emasnya dibobol, kemudian dia melaporkannya ke pihak kepolisan,” katanya, Rabu (10/2/2016).
ilustrasi perampokan-toko-emas-bone-harapan-dirampok-kerugian-capai-rp4-miliar
Tak lama berselang, polisi tiba di lokasi kejadian dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dalam olah TKP diketauhi, emas yang raib disimpan dalam brankas.

“Polisi sulit dapatkan barang bukti, karena tempat kejadian perkara telah diacak-acak dan kacau,” ungkapnya.

Polisi menduga, pelaku perampokan berjumlah lebih dari 10 orang. Tidak hanya emas, dalam brangkas tersebut juga tersimpan uang tunai Rp20 juta. Hingga kini, polisi masih terus melakukan penyedilidikan.

Aksi tersebut membuat warga resah. Mereka berharap kejadian tersebut yang pertama dan terakhir di wilayah itu. Bila dibiarkan, ketentraman warga terancam dan warga berharap pelaku kejahatan dapat diringkus. (jp_crime)

Perusahaan Yang Memperkerjakan Tenaga Kerja Asing Mulai Dikenakan Retribusi

JURNALPOST.COM – Mulai bulan Maret ini, pemberlakuan retribusi bagi perusahaan yang beroperasi di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan mempekerjakan tenaga kerja asing (TKA) mulai diberlakukan.

Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulsel, AM Yamin, mengungkapkan, retribusi terhadap penggunaan TKA tersebut sudah diatur dalam peraturan daerah (Perda) dan peraturan Gubernur (Pergub).

“Masalah administrasi kami yang mengurus, dan sudah ada perda serta pergubnya. Itu sudah mulai berlaku pada awal Maret, ” ungkap Yamin, kemarin.

Perusahaan Yang Memperkerjakan Tenaga Kerja Asing Mulai Dikenakan Retribusi

Potensi penerimaan pendapatan daerah dari sektor tersebut, dilrediksi cukup besar, apalagi sejak 31 Desember lali telah diberlakukan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Yamin menjelaskan, pihaknya hanya sebatas menerbitkan izin TKA, tetapi untuk proses perizinan dan pelaporan tetap menjadi kewenangan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) sebagai instansi yang mengurusi ketenagakerjaan. Sedangkan pembayaran retribusinya, tetap diserahkan pada Dispenda.

Untuk itu, lanjut Yamin, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Disnakertrans untuk melakukan pendataan dan inventarisasi terhadap jumlah TKA di Sulsel. Tahun lalu, jumlah pendapatan daerah dari sektor tersebut hanya sekitar Rp150 juta. Nilai itu disebutnya masih tergolong minim.

“Kita sudah lakukan inventarisasi orang asing, datanya ada di Disnakertrans,
sudah ada blankonya kita serahkan di sana,” paparnya.

Lebih jauh Yamin mengatakan, selain sebagai sumber pendapatan, inventarisasi dan pendataan yang dilakukan terhadap TKA ini juga dikatakannya berfungsi sebagai tindakan pengawasan terhadap tenaga kerja dan perusahaan.

Mengenai jumlah yang sudah terdaftar hingga saat ini, Yamin mengaku tidak hapal jumlah pastinya, tetapi ia yakin semakin hari jumlahnya semakin bertambah.

Terpisah, Kadisnakertrans Sulsel, Simon S Lopang, saat dikonfirmasi mengenai hal ini, membenarkan bahwa untuk pengawasan dan perizinan TKA tersebut pihaknya berkoordinasi dengan BKPMD.

Tetapi ia belum bisa memberikan data pasti terkait jumlah TKA dan perusahaan di Sulsel yang mempekerjakan TKA tersebut.

“Datanya ada sama Bidang Pengawasan, coba besok hubungi ulang. Tapi yang pasti sudah ada perusahaan yang menggunakan tenaga kerja asing,” kata Simon.

Menurutnya, sebagian besar lerusahaan yang memlekerjakan TKA yaitu perusahaan yang bergerak pada sektor industri terutama perusahaan berskala besar, seperti yang ada di Jeneponto, Luwu Timur, Pangkep, Bantaeng, dan Bulukumba.

Mayoritas TKA yang bekerja di Sulsel, lanjut Simon, merupakan pekerja dengan posisi jabatan yang cukup tinggi pada perusahaan tempatnya bekerja, seperti level manajer atau di atasnya. Tetapi ia juga mengatakan, bahwa tidak menutup kemungkinan nantinya akan ada pekerja asing yang ditempatkan pada level biasa atau jabatan-jabatan yang tidak terlalu tinggi.

“TKA yang dipekerjakan okeh perusahan disini (Sulsel) pada umumnya TKA yang memiliki kompetensi dan kualitas bagus, sehingga posisinya juga cukup bagus, seperti manajer dan sebagainya,” ungkapnya.

Pekerja asing juga dikatakannya dapat bekerja pada sektor apa saja, sesuai dengan kebutuhan perusahaan yang menggunakan tenaganya.

Sebelumnya, Kepala Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Perizinan Terpadu (UPT P2T) BKPMD Sulsel, Said Wahab, menjelaskan, pemberlakuan retribusi Tenaga Kerja Asing (TKA) di Sulsel tersebut mengacu pada peraturan pemerintah nomor 97 tahun 2012.

“Setiap tenaga kerja asing yang bekerja di Sulsel akan dikenakan biaya retribusi sebesar USD100 per bulan,” Kata Wahab.

Retribusi tersebut dikatakannya tidak akan membebani masyarakat atau pekerja, melainkan dibebankan pada perusahaan pengguna jasa TKA.

Jumlah besaran retribusi tersebut, mengacu pada Perda tentang Retribusi Perpanjangan Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) yang merupakan tindak lanjut dari Peraturan Pemerintah Nomor 97 tahun 2012 tentang Retribusi Pengendalian Lalu Lintas dan Retribusi Perpanjangan Izin Memperkerjakan Tenaga Asing (IMTA).

Berdasarkan data dari Divisi Keimigrasian Kantor wilayah (Kanwil) Kementerian Hukun dan HAM (Kemenkumham) Sulsel, pada tahun 2015, jumlah TKA yang bekerja di Sulsel sebanyak 649 orang. (fo)

- Advertisement -

LATEST NEWS

RANDOM NEWS