Topik: pangkep

Berani Coba ? Wisata Ekstrim Pangkep River Tubing Dewi Tagari

PANGKEP, JURNALPOST – Beranjak dari satgment bahwasannya Sulsel merupakan lahan surga bagi tarveler. Dan perihal tersebut benar adanya, sebab Sulsel memiliki beragam kekayaan potensi wisata alam baik buatan mulai dari darat hingga bahari. Salah satu yang buktinya yakni keindahan alam yang ada di Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan.

Kabupaten pangkep yang termasuk kabupaten yang memiliki tiga postensi Alam, mulai dari Pontensi Laut, darat hingga Pengunungan.

Selain obyek wisata pulau cambang-cambang, kini bagi kamu warga pangkep yang ingin mencoba wisata yang tergolong wisata ekstrim, berkunjunglah ke Desa Wisata Tagari (DEWI TAGARI) Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkep, Sulsel.

Untuk sampai kelokasi tujuan kamu harus mengendarai mobil atau sepeda motor dengan menempuh jarak kurang lebih 30 Km dari pusat kota Pangkep atau berjarak 70 Kilo Meter jika bertolak dari Makassar.

” Obyek wisata River tubing ini belum begitu dikenal, dan baru saja dibuka untuk umum pada awal Januari 2019″ Ujar Ifhank

” Kegiatan itu murni pribadi, hanya saja saya kerjasamakan nanti sama Pak Desa dan pemuda disana atas izin pemerintah Desa mengingat sungai tersebut di apik oleh dua Desa Tondong dan Lanne” Ujarnya.

Lebih lajut ia juga menjelaskan mengapa kegiatan ini murni pribadi “Sebab begitulah cara saya menggugah warga desa untuk melihat potensinya, pengalaman saya melihat warga desa jika kita menawarkan inovasi harus kita yg memulai terlebih dahulu” Jelasnya

Adapun tarif masuk di lokasi ini sebesar seratus ribu rupiah perorang (Rp.100.000,-/Orang), tarif ini sudah termasuk biaya sewa alat safety berupa pelampung, Ban dalam, sarapan dan Makan Siang.

Kalau pun tarifnya 100 Ribu Rupiah itu promo saja bulan dua jika sudah lengkap fasilitas pendukungnya baru harganya kami naikan” Ujarnya

River Tubing Dewi Tagari, Pangkep
River Tubing Dewi Tagari, Pangkep

Rute jarak tempuh River Tubing kurang lebih 2-3 Kilo Meter, saat perjalanan menuju dilokasi kamu akan menjumpai hamparan persawahan yang mengihajau yang dapat memanjakan mata.

Untuk kamu yang baru pertama kali menjajaki wisata ekstrim ini, kamu tak perlu khwatir akan kendala yang kamu hadapi saat mengarungi lokasi River Tubing, karena pihak pengelola akan memberi kamu briefing sampai kamu mahir.

“Kami tidak melepas begitu saja para perserta kelokasi namun sebelumnya kami adakan briefing terbelih dahulu, jelas Ifhank.

River tubing adalah permainan air yang hampir mirip dengan arum jeram. Bedanya, jika arung jeram permainan tim dengan menggunakan perahu karet, sedangkan river tubing adalah permainan individu dengan satu orang berada diatas satu ban berukuran besar.

River Tubing atau meluncur bebas di sungai menggunakan ban dalam kendaraan, saat ini paling banyak di sukai para muda mudi.

River tubing bukan kegiatan yang bebas dilakukan tanpa pengawasan pemandu dan pendamping profesional. Kegiatan River tubing dilengkapi peralatan pengamanan yang sesuai standar, seperti helm, Baju Pelampung, Pelindung Lutut dan siku tangan.

Kabupaten Pangkep yang dianugerahi tak kurang dari 115 pulau terus memanfaatkan potensi keindahan alam yang dimilikinya sebagai destinasi wisata yang tidak hanya diperuntukkan untuk wisatawan domestik tetapi juga menarik minat banyak wisatawan mancanegara. Ayo, segera atur jadwal wisata Anda bersama keluarga. (hasbi*)

Aisyiyah Pangkep Kampanyekan Cegah Kanker Serviks di Pulau Podang-Podang

Pangkep, Jurnalpost – Kanker Serviks adalah kanker pembunuh pertama bagi perempuan di seluruh Indonesia, setiap hari terdapat 40 wanita terdiagnosa kanker serviks dan setiap jamnya 1 orang perempuan meninggal dunia karena kanker serviks” Ujar Nhany Rachman.

Aisyiyah Pangkep Kampanyekan Cegah Kanker Serviks di Pulau Podang-Podang

Melihat fakta ini, Aisyiyah Pangkep sudah lima tahun terkahir concern mengkampanyekan Pentingnya menjaga Kesehatan Reproduksi bagi komunitas perempuan di daratan, hingga tahun 2017 yang lalu, Aisyiyah mengembangkan kampanyenya di wilayah kepulauan.

“Salah satu issu program Aisyiyah Pangkep adalah tentang Kespro, kami sudah melakukan kampanye ini di sejumlah desa/kelurahan di wilayah daratan juga pegunungan, maka kami berfikir bahwa wilayah kepulauan juga harus turut diedukasi untuk pencegahan kanker serviks ini” tuturnya.

Wilayah Kepulauan cukup rentang dengan kanker serviks, hal ini ditandai dengan banyaknya remaja di Pulau yang menikah dini, sementara salah satu faktor resiko terjadinya kanker serviks ini salahsatunya adalah berhubungan seksual secara dini, sementara alat reproduksi perempuan belum siap, selain itu perempuan yang sering melahirkan atau memiliki banyak anak juga bisa menjadi penyebab terjadinya kanker serviks yang terlebih jika belum melakukan pencegahan dini melalui tes IVA’ ujar Nhany.

Salah satu cara untuk mencegah atau mengetahui sejak dini apakah perempuan memiliki gejala kanker serviks dapat dilakukan melalui Tes IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) sebelum terlambat, hal ini karena gejala kanker serviks biasanya terlihat jika sudah memasuki stadium lanjut, atau terlambat penanganan’ Jelas Nhany.

Kegiatan Penyuluhan Kesehatan Reproduksi untuk pencegahan kanker serviks ini dilakukan oleh Aisyiyah dengan menggandeng Puskesmas Liukang Tupabbiring melalui Bidan desanya, agar kedepannya pihak Puskesmas bisa segera memfasilitasi pemeriksaan IVA bagi semua ibu-ibu atau perempuan muda yang telah menikah di Unit Layanan Kesehatan Terdekat seperti Pustu atau Poskesdes di Pulau Podang-Podang ini. (Rilis)

Tenis Meja Makassar dan Pangkep Lolos Pra-Porda

JURNALPOST – Tim beregu tenis meja putra dan putri Kota Makassar dan Pangkep lolos dalam Babak Kualifikasi (Pra) Porda XVI Sulsel Grup B Makassar, setelah berhasil mengatasi tim-tim lainnya dalam pertandingan selama tiga hari bertutut-turut di Gedung Serbaguna kantor Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, 24-26 Agustus 2017.

Tenis Meja Makassar dan Pangkep Lolos Pra-Porda
JUARA PRA-PORDA. Ketua PTMSI Sulsel Rachmat Latief (berdiri di depan kelima dari kanan), Sekum PTMSI Sulsel Andi Akbar (kelima dari kiri), Bendum PTMSI Sulsel Rosmiati Mantang (ketiga dari kanan), foto bersama beberapa pengurus, wasit, dan pemain seusai penyerahan hadiah kepada para juara beregu putra Pra-Porda Sulsel Cabor Tenis Meja Grup B, di Gedung Serbaguna Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, Sabtu, 26 Agustus 2017. (Foto: Asnawin/Humas PTMSI Sulsel)

Para pemain Makassar mendominasi babak kualifikasi, baik pada beregu putra maupun pada beregu putri. Di bagian putra, Makassar keluar sebagai juara grup dan berhak atas hadiah pembinaan sebesar Rp3,5 juta.

Peringkat kedua ditempati Gowa, menyusul Takalar, Pangkep, dan Sinjai. Satu jatah dari grup B secara otomatis diberikan kepada Pinrang selaku tuan rumah Porda XVI Sulsel tahun 2018.

Di beregu putri, para pemain Makassar juga berhasil keluar sebagai juara dan berhak atas hadiah pembinaan sebesar Rp3,5 juta, menyusul Pangkep, dan Jeneponto. Seperti halnya di beregu putra, satu jatah beregu putri dari grup B juga secara otomatis diberikan kepada Pinrang selaku tuan rumah Porda XVI Sulsel tahun 2018.

“Semua tim yang lolos pra-Porda mendapatkan hadiah uang pembinaan. Memang tidak terlalu besar, tetapi ini merupakan bentuk perhatian dari PTMSI sekaligus memberikan motivasi kepada para pemain,” tutur Ketua Pengprov PTMSI Sulsel Rachmat Latief yang menutup pra-Porda sekaligus menyerahkan hadiah kepada para pemain.

Sekretaris PTMSI Sulsel Andi Akbar mengatakan, babak kualifikasi atau pra-Porda XVI Sulsel cabor tenis meja Grup B di Makassar, diikuti 10 Pengkab PTMSI, yaitu Pengkot PTMSI Makassar, Pengkab PTMSI Gowa, Pengkab PTMSI Takalar, Pengkab PTMSI Jeneponto, Pengkab PTMSI Bulukumba, Pengkab PTMSI Sinjai, Pengkab PTMSI Maros, Pengkab PTMSI Pangkep, Pengkab PTMSI Barru, dan Pengkab PTMSI Tana Toraja.

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sulsel Nukhrawi Nawir mengatakan, pra-Porda Sulsel cabor tenis meja dibagi dua grup, yaitu Grup A di Luwu dan Grup B di Makassar.

“Hasil pra-Porda di Luwu dan di Makassar akan dibahas kembali di KONI Sulsel untuk menyempurnakan pertandingan cabang tenis meja pada Porda XVI Sulsel di Pinrang tahun depan,” jelas Nukhrawi yang disebut-sebut sebagai calon kuat Ketua Umum KONI Sulsel pengganti Andi Darussalam Tabusalla.

Dari pra-Porda Sulsel cabor tenis meja Grup A di Luwu, diperoleh informasi bahwa tim yang lolos pada beregu putri yaitu Soppeng, Parepare, Sidrap, dan Wajo, sedangkan d beregu putra yaitu Soppeng, Wajo, Bantaeng, Sidrap, Enrekang, dan Bone. (Asnawin Aminuddin)

Muhammadiyah Pangkep Gelar Bedah Tokoh Muhammadiyah Asal Labakkang HASDAM

Jurnalpost – Dalam rangka Milad Muhammadiyah 107 H / 104 M, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pangkep kembali melaksanakan salah satu rangkaian kegiatan berupa Bedah Tokoh Nasional Muhammadiyah Sul-sel asal Labakkang H. Andi Sewang Dg. Muntu (HASDAM) di Aula Panti Asuhan Muhammadiyah Mattoanging, Sabtu (26/11).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber seperti Andi Sofyan mantan walikota Bontang yang merupakan anak kandung dari Almarhum H. Andi Sewang Dg. Muntu, Mantan Hakim Agung Andi Syamsul Alam yang juga merupakan kemanakan dari Hasdam dan juga sejarawan yang merupakan wakil ketua PWM Sul-sel Mustari Busro yang telah menulis kisah HASDAM dalam bukunya Menapak Jejak Menatap Langkah.

Muhammadiyah Pangkep Gelar Bedah Tokoh Muhammadiyah Asal Labakkang HASDAM

Dalam pemaparannya Andi Sofyan narasumber menyampaikan bahwa H. Andi Sewang yang merupakan ayah kandungnya mengaku bahwa ia tak tahu persis secara rinci peran ayahnya dalam membesarkan persyarikatan Muhammadiyah di Sulawesi-Selatan mengingat dirinya kala itu masih sangat kecil hingga ayahnya berpulang ke Rahmatullah saat duduk di bangku kelas 1 SMP.

“ Sejak kecil ayah saya HASDAM memang merupakan tokoh Muhammadiyah yang cukup di segani oleh masyarakat tempat dimana kami tinggal, dulu di kampung, setiap pulang dari mengaji dan guru mengaji memberikan seikat pisang hasil persembahan, maka ayah saya HASDAM akan marah besar dan meminta agar Ibu saya membeli pisang yang banyak untukku di pasar dan melarang menerima pemberian pisang tersebut” Ujar Andi Sofyan

“Awalya saya sendiri tidak mengerti mengapa kemudian ayah saya begitu marah hanya karena saya menerima Seikat Pisang dari guru mengajiku, hingga akhirnya saya faham bahwa memang di Muhammadiyah melarang berbagai praktek-praktek yang berbau bid’ah ataupun tahayyul yang banyak menjadi kebiasaan masyarakat di kampung kala itu” Tambah Sofyan.

“ Ayah saya HASDAM mendidik saya dengan sangat disiplin bahkan cukup keras sejak kecil hingga buah didikannya ini pula yang membuat saya bisa seperti sekarang ini. Saya tidak pernah membayangkan akan menjadi seorang dokter kemudian akhirnya terpilih menjadi Wali Kota di Bontang Kalimantan Timur” Tutup Andi Sofyan

Narasumber lainnya yang membedah sosok HASDAM adalah Mustari Busra sejarawan, penulis dan juga pengurus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sul-sel yang menyatakan bahwa HASDAM merupakan salah satu sosok tokoh berpengaruh yang memajukan Muhammadiyah Sulawesi-Selatan.

“ HASDAM adalah 1 dari 100 tokoh berpengaruh yang telah berjuang membesarkan Muhammadiyah di Sulawesi Selatan bahkan hingga tingkat Nasional. Kehadirannya tercatat sebagai Ketua PWM Sul-sel ke-2 dalam sejarah kepemimpinan pengurus Muhammadiyah periode tahun 1937-1957. Sosoknya memang terbilang sebagai seorang pejuang, ulama, politisi dan sastrawan selama jenjang karirnya” Ujar Mustari Bosra

“ Riwayat kepemimpinan HASDAM inilah yang menjadi tonggak sejarah kemajuan Muhammadiyah di Kabupaten Pangkep khususnya lagi di kampung halamannya. Tahun 1927 Haji Andi Sewang dg. Muntulah seorang bangsawan yang berpengaruh yang membawa Muhammadiyah ini di tengah-tengah masyarakat Labakkang.Di Labakkang inilah, setelah menyelesaikan pendidikan formalnya bertekad untuk mendirikan organisasi Muhammadiyah ranting Labakkang pada tanggal 9 Oktober 1927 dan terpilih sebagai ketua pertamanya” Tambah Mustari Busra.

Testimoni lainnya diungkapkan oleh Andi Syamsul Alam mantan hakim Agung asal Labakkang yang merupakan kerabat sosok H. Andi Sewang Dg. Muntu (HASDAM) ini menyampaikan bahwa sebagai kerabat beliau dirinya mendapatkan perlakukan yang sangat baik dan ajaran kepemimpinan serta tanggungjawab yang sangat tinggi yang pada akhirnya menjadi inspirasi baginya dalam menjalani kehidupan.

“Hasdam menjadi ayah kedua bagiku, mengingat saya diperlakukan seperti anak kandungnya. Hampir setiap waktu, beliau memanggil saya untuk menemaninya dan memberikan motivasi serta pengajaran tentang kepemimpinan dan tanggung jawab. Hal lainnya adalah dorongan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi guna mencapai cita-cita gemilang”
(Citizen Report/Nhany Rachman)

Pelayanan Buruk, Mahasiswa Demo Tuntut Dirut RSDU Pangkep Mundur

PANGKEP, JURNALPOST – Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pangkep, dr baharuddin dituntut mundur oleh seratusan mahasiswa yang berunjuk rasa di halaman kantornya, Selasa 26 April 2016. Para mahasiswa dari sejumlah orgnaisasi ini tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pangkep menilai, dirut RSUD gagal dalam memberikan pelayanan yang baik dan manusiawi.

Pelayanan Buruk, Mahasiswa Demo Tuntut Dirut RSDU Pangkep Mundur

Dalam pernyataan sikapnya, mereka mendesak agar Bupati Pangkep menindak tegas manajemen rumah sakit yang diduga banyak merugikan masyarakat. Sistem pelayanan di RSUD, kata para pengunjuk rasa, tidak didasari pelayanan tapi mengejar keuntungan belaka. Mereka juga mendesak agar pemberlakukan BPJS di Pangkep dihentikan dan kembali ke sistem Jaminan Kesehatan Masyarakt (Jamkesmas).

“Orang yang masuk ke RSUD itu untuk berobat, tapi karena manajemen hanya kejar keuntungan maka yang dilakukan bukan memberikan perawatan tapi memberikan pertanyaan tentang administrasi pasien. Banyak pasien terbengkalai pelayanannya karena harus mengurus administrasi dulu bahkan ada yang mati,” kata salah seorang pengunjuk rasa, Jamaluddin.

“Kami datang disini bukan untuk silaturahmi, tapi kami datang untuk melihat dirut RSUD Pangkep mengundurkan diri sekarang,” timpal Rusli, pengunjuk rasa lain.

Menjawab tuntutan demo mahasiswa untuk mundur dari jabatan Direktur Utama RSUD Pangkep, dr Baharuddin mengatakan hal itu dia serahkan kepada pimpinannya, dalam hal ini Bupati Pangkep. Menurutnya, tidak ada alasan dirinya untuk mengajukan pengunduran diri, sebab tuduhan soal pelayanan buruk dari para pengunjuk rasa tidak benar.

“Kenapa saya mau mundur, pelayanan di RSUD Pangkep baik. Saya tidak akan mundur (dari jabatan dirut), itu urusan pimpinan,” kata Baharuddin didepan para demonstran yang disambut teriaka”mundur”.

Menurutnya, dibawah kepemimpinannya, pelayanaan selalu berdasar standar medik dan SOP.”soal tuntutan perbaikan pelayanan tentu kita akan tindak lanjuti sebagai masukan,” ujarnya.

Namun, ia nampak kelabakan saat para pengunjuk rasa menanyakan soal pasien yang kabur dua hari lalu karena mendapat perlakuan buruk dari dokter dan perawat. Ia mengaku tidak tahu persoalan yang ada di RSUD tersebut. “saya baru tahu kalau ada pasien kabur. Menurut info dari perawat, dia kabur sendiri bahkan keluarganya yang menjaga di ruang perawatran juga tidak tahu kalau pasien yang mereka jaga sudah tidak ada ,” kilahnya. (***)

FOTO; Kegiatan Penyegaran Pembina Pramuka Kwartir Ranting Minasatene

PANGKEP, JURNALPOST.COM – Pembina Pramuka Kwartir Ranting Minasate, menggelar kegiatan Penyegaran Pramuka Pembina.

Kegiatan Penyegaran Pembina Pramuka Kwartir Ranting Minasatene

Kegiatan ini di Hadiri dan di Buka Oleh H. Syahban Sammana

Kegiatan ini berlasung selama 2 hari, mulai Jumat sampai sabtu 12-13/02/2016, bertempat di SDN 25 Tuarang Kabba, Kec. Minasatene, Pangkep. Peserta kegiatan di Ikuti oleh Para Guru Pembina se Kecamatan Minasatene senyak 70 Orang.

Syahban Sammana

Kegiatan ini di hadiri dan di Buka Oleh H. Syahban Sammana selaku Ketua Kwarcab dan calon wakil bupati Pangkep terpilih pada Pilkada serentak 9 Desember lalu.

Kisah Sedih Guru Honorer, Dibayar Rp15 Ribu Sekali Ngajar

JURNALPOST.com, PANGKEPPengabdian guru honorer diseluruh Indonesia mestinya diapresiasi oleh pemerintah. Salah satunya dengan memberikan kesejahteraan dengan memberikan gaji setara upah minimum kota/kabupaten.

Abdul Azis adalah alalah salah satu dari kesekian banyak Guru honorer yang berharap impiannya terwujud yakni diangkat menjadi CPNS. Baginya status sebagai PNS dianggap sebagai jalan menuju nasib yang lebih baik. Pasalnya, selama ini “upah” yang diterima sebagai Guru sukarela tidak seberapa.

Abdul Azis, misalnya. Guru honor yang mengabdikan diri pada salah satu sekolah Tepencil di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) mengaku telah mengajar selama sebelas tahun. Bayaran dihitung per ngajar, yakni lima belas ribu yang diambilkan dari dana bantuan operasional sekolah (BOS).

“Kalau saya tiap bulan di gaji tiga ratus lima puluh ribu rupiah. Itupun harus menunggu 1 triwulan baru kami terima” ujarnya bercerita, kemarin pada Jurnalpos.com.

Abdul Azis Saat Mengajar di Kelas
Abdul Azis Saat Mengajar di Kelas

Untuk menambah memenuhi kebutuhan hidup, ia juga bekerja sebagai petani dan guru mengaji dikampungya. Karena apabila hanya mengadalkan pengasilan dari mengajar di sekolah jelas tidak akan mencukupi kebutuhan hidup ia dan keluarganya.

Meskipun gaji yang diterima bisa dikatakan tidak mencukupi, ia tak pernah patah semangat mengajar. Utamanya dalam mendidik murid-muridnya, karena selama bertahun-tahun mengajar ia merasa semakin cinta akan dunia pendidikan. Bahkan, tidak ada pikiran untuk meninggalkan pekerjaan yang mulia ini.

Ia berharap, semoga pemerintah lebih memperhatikan guru honorer. “Harapan untuk menjadi PNS tetap ada,” ujarnya.

Guru pendidikan Agama Islam ini tak berharap banyak, ia hanya tak ingin ada perbedaan antara guru honorer dan PNS. Ini karena menurutnya, beban mengajar antara guru honorer dan PNS hampir sama. Bahkan ada guru honorer yang jam mengajarnya lebih banyak dari pada PNS.

Apabila tidak bisa diangkat menjadi PNS, ia dapat memamklumi hal tersebut dikarenakan jumlah honorer yang tidak sedikit. Tetapi dari sisi kesejahteraan tenaga honorer, pemerintah juga harus melihat perjuangan kami. “Semoga ada jaminan yang ril dari pemerintah bagi kesejahteraan guru honorer,” ucapnya.

Kisah Sedih Guru Honorer, Dibayar Rp15 Ribu Sekali Ngajar
Perjalanan Saat menuju ke Tempat Tugas, Berjalan kaki sejauh 15 Km

Sebagai guru di Daerah terpencil seharusnya ia mendapatkan upah tunjangan Daerah Khusus, Namun sampai saat ini ia belum pernah medapatkannya, padahal yang menjadi syarat untuk mendapatkan tunjangan tersebut hanya dengan memiliki NUPTK dan jumlah jam mengajar yang cukup. terangnya

“Kalau ada kerjaan lain lebih sejahtera, mungkin saya akan putar haluan. Tetapi saya berharap akan ada angin segar khususnya bagi guru honorer di tahun 2016,” ucap pria paru baya itu.

Senada dengan honorer lainnya, Sahari. “Walaupun besaran honor yang diterima sangat jauh dari apa yang diharapkan, tetapi saya merasa senang dan bangga menjalani profesi ini. Tetapi alangkah baiknya nasib guru honorer dapat diperjelas. Seperti pengangkatan K2 yang sampai saat ini ditangguhan tanpa batas waktu, padahal kami sudah ingin terus mengabdi.”

KPU Pangkep Tunda Penetapan Bupati Terpilih

KPU Pangkep Tunda Penetapan Bupati Terpilih

JURNAPOST.com, PANGKEP – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Pangkep menunda penetapan pemenang pilkada, Senin 21 Desember 2015. Maraknya gelombang protes jadi pemicunya.

Ketua KPUD Pangkep, Marzuki Kadir mengatakan, pihaknya tak ingin terburu-buru menetapkan Bupati dan Wakil Bupati Pangkep terpilih, jika kondisi tidak kondusif.

Menurut Marzuki, khawatir jika memaksakan rapat pleno penetapan pemenang tetap dilakukan, lantas ada kubu pasangan calon lain yang menggugat, maka bisa saja situasi tak terkendali.

“Kami hargai kubu yang ingin menggugat, waktu masih panjang kok,” ujar Marzuki, Minggu, 20 Desember.

- Advertisement -

LATEST NEWS

RANDOM NEWS