Topik: Muh. Basri Lampe

Mediasi Karyawan PT Lonsum tidak Menuai Hasil, Karyawan akan Lakukan Aksi

Mediasi Karyawan PT Lonsum

BULUKUMBA, JURNALPOST — Adanya pemecatan Karyawan PT London Sumatra (Lonsum) Tbk Balombessie State perkebunan karet Kabupaten Bulukumba. Maka karyawan lakukan upaya mediasi terhadap pihak PT Lonsum dalam hal ini manager Balombessie State Osten Panjaitan di kantor PT Lonsum Balombessie jalan poros Tanete-Kajang, 27 Desember 2018.

Mediasi tersebut, diterima di depan kantor PT Lonsum Balombessie State dengan keadaan berdiri. Pada mediasi itu, puluhan karyawan yang akan dipecat hadir dengan dikawal oleh beberapa Polisi dari Polsek Bulukumpa. Selain manager hadir juga hadir Humas PT Lonsum Rusli dan pegawai kantor PT Lonsum Balombessie State ikut hadir.

Osten merespon aspirasi karyawan itu, ia mengatakan bahwa, kebijakan perusahaan tidak bisa lagi diganggu gugat. Kecuali dari pusat yang merubahnya. “Kami tidak punya kewenangan untuk merubah kebijakan perusahaan. Kecuali dari pusat yang merubahnya, kalau mau lakukan upaya silahkan,” kata Osten di hadapan karyawan.

Sementara itu, salah satu karyawan yang akan dipecat Asdar Core menjelaskan, kehadiran karyawan yang akan dipecat di kantor PT Lonsum Balombessie adalah untuk mediasi terhadap manager Osten Panjaitan, dengan tujuan meminta solusi.

Bagaimana caranya Osten bisa merubah sistem penderes yang tadinya perkebunan karet itu D4 bisa di D3. Sehingga karyawan aman saja tetap mereka bekerja. Perlu diketahui jika hanya D3 maka semua karyawan tetap bekerja dan bahkan sebenarnya D2 pun juga bisa selama pribumi itu bisa bekerja semua.

“Namun pertemuan ini, hanya mengecewakan karena Osten tidak memberikan solusi. Kami bersama teman-teman diwaktu dekat ini akan melakukan konsolidasi. Membahas upaya selanjutnya, tapi kemungkinan kita akan melakukan aksi besar-besaran di beberapa titik antaranya kantor PT Lonsum, Disnaker, kantor DPRD dan kantor Bupati Bulukumba,” ungkap Asdar sesuai keterangannya.

Selain itu, yang mendampingi karyawan Ketua Umum FKPP Kabupaten Bulukumba Muh. Basri Lampe, katanya, sistem D4 itu, baru diberlakukan di masa manager Osten, dulunya tidak pernah diberlakukan dan perkebunan karet baik-baik saja. Mungkin, Osten melakukan D4 karena banyak keuntungan dirinya.

“Maka dari itu, kita akan menuntut manager Osten kalau tidak bisa lagi mengayomi karyawan lebih baik angkat kaki secara terhormat dari Bulukumba daripada dipaksa untuk angkat kaki,” tegas Basri.(Rls)

Pelaku Pengeroyokan sudah Ditangkap, Ketum FKPP B: Pelaku Harus Dihukum Sesuai Hukum yang Berlaku

Inilah lima orang pelaku pengeroyokan di Tanete. Foto: (Polsek Bulukumpa)

JURNALPOST.COM, BULUKUMBA — Lima orang pelaku pengeroyokan di Tanete sudah ditangkap dan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dari lima orang tersebut antaranya, Sam Prakoso, Syahrul Sidiq, Wardiman, Andi dan Alun kelima itu semuanya orang Tanete Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba, jelas Kapolsek Bulukumpa Iptu Budiawan kepada wartawan Jurnalpost.com, Jumat, (28/9/2018).

Budiawan mengatakan, upaya Kapolsek Bulukumpa sudah maksimal. Sehingga hari Kamis dua orang ditetapkan tersangka dan hari Jumat tiga orang menyerahkan diri. Dari lima orang itu sudah mengakui perbuatannya.

“Untuk sementara ini baru Sam Prakoso sudah ada penahanannya. Kemudian empat orang lainnya karena satu orang masih dibawah umur Insyaallah hari Senin baru dibawa ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) yang masih dibawah umur itu. Ketiga orang itu, Insyaallah besok terbit penahanannya dan saat ini masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi lain agar menguatkan pengakuan pelaku,” kata Budiawan.

Sementara itu, yang mendampingi kasus ini Ketua Umum Forum Komunikasi Pemuda dan Pelajar Bulukumba (FKPP B) Muh. Basri Lampe mengungkapkan, pihak kepolisian dalam hal ini Kapolsek Bulukumpa perlu diapresiasi atas kerja kerasnya. Sehingga bisa menangkap semua pelaku pengeroyokan itu, yang korban Jusriadi warga Balumbung Desa Jojjolo Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba.

“Informasi yang saya dapatkan dari keluarganya, sikorban belum sadar seusai dioperasi semalam dia masih terbaring di RS Wahidin Sudirohusodo Makassar. Keluarganya harapkan agar pelaku diberikan hukuman seberat-beratnya,” ungkap Basri.

Lebih lanjut, Basri menegaskan bahwa selaku warga negara Indonesia dan negara Indonesia adalah negara hukum maka harus taat terhadap hukum. Ketika ada orang yang melanggar hukum maka harus diberikan sanksi. Seperti pelaku pengeroyokan ini, maka harus diberikan hukuman sesuai hukum yang berlaku.

“Saya harapkan kepada keluarga sikorban, agar menahan diri tidak terpancing emosi supaya tidak main hakim sendiri. Kita tetap komitmen agar mengawal proses hukumnya. Saya juga keluargaji dengan sikorban, maka mari kita doakan semoga sikorban cepat sembuh,” tutup Basri, (Ilham)

Pemda Bulukumba Hadiri Permasalahan PT Lonsum, Pemuda ini Angkat Bicara

JURNALPOST.COM, BULUKUMBA – Pimpinan dan Anggota DPRD Bulukumba menghadiri rapat penyelesaian permasalahan wilayah perkebunan karet PT.London Sumatra (Lonsum) yang berlangsung di Ruang Rapat Direktur Kawasan Perkotaan dan Batas Negara Kemendagri, Jakarta, Rabu, 8 Agustus 2018 sesuai dilansir infotanews.

Rapat dipimpin langsung Direktur KPBN, turut hadir, Bupati Bulukumba, Ketua DPRD Bulukumba, Ketua Komisi B DPRD Bulukumba, BPN Pusat dan Provinsi, pihak PT.Lonsum, Tokoh Masyarakat serta Pemangku Adat Kecamatan Kajang.

Rapat ini merupakan tindak lanjut dari Surat Bupati Bulukumba ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait dengan permasalahan hak kepemilikan tanah yang terjadi di wilayah Bulukumba yang tak kunjung selesai.

Rapat yang berlangsung selama dua jam awalnya berlangsung alot, namun pada akhirnya cukup menegangkan, dikarenakan adanya perbedaan persepsi antara pihak PT.Lonsum dengan pihak penggugat yang dimotori oleh Rudi Tahas (Injek) masing-masing mengklaim sebagai pemilik lahan.

Dari hasil rapat tersebut, DPRD Bulukumba yang diketuai H.Andi Hamzah Pangki bersama Ketua Komisi B dengan tegas menyepakati Tiga hal penting, diantaranya;

Pertama, rekonstruksi batas HGU dan pengukuran ulang untuk kepastian HGU Lonsum, harus jelas mana hak adat serta hak masyarakat.

Kedua, dibentuk tim kecil yang beranggotakan Kementrian Dalam Negeri, Kementerian ATR/BPN Pemprov Sulsel, Pemkab Bulukumba, DPRD Bulukumba, PT.Lonsum pusat dan perwakilan masyarakat.

Ketiga, tim kecil bertugas memastikan batas HGU PT.Lonsum dan hak adat dan hak masyarakat sebelum perpanjangan HGU tahun 2023 .

Disamping itu, DPRD tidak mau lagi didemo terus menerus atas persoalan Lonsum tersebut. DPRD juga mengusulkan supaya ada saham Pemkab dalam PT.Lonsum.

“Karena menurut yang mewakili Lonsum bahwa 40% saham itu publik punya, jadi wajar kalau Pemda punya saham di PT.Lonsum, supaya ada lagi tambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelas Hamzah Pangki di Jakarta.

Dalam rapat tersebut, apa yang disampaikan oleh Bupati Bulukumba juga dipertegas Ketua DPRD Bulukumba H.Andi Hamzah Pangki, bahwa DPRD siap membantu Bupati Bulukumba untuk menyelesaikan permasalahan ini. Ketua DPRD juga akan menolak usulan perpanjangan HGU PT.Lonsum yang akan beraakhir tahun 2023.

Selain itu, Ketua Komunitas Pemuda Kampung (Kompak) Bontoa, Kecamatan Bulukumpa Desa Jojjolo Muh. Basri Lampe. Ia mengatakan, adanya pertemuan KPBN antara Bupati Bulukumba, Ketua DPRD Kabupaten Bulukumba dan ketua komisi B DPRD Bulukumba. Bahwa pertemuan itu, membahas tentang permasalahan PT. Lonsum dan perpanjangan HGU, sesuai informasi dari portal infotanews, Kamis, (9/8/18).

“Saya selaku Pemuda Bulukumba, yang berdomisili sekitar perkebunan karet. Juga mengawal kasus PT. Lonsum sampai hari ini, bahwa adanya sikap pemerintah kabupaten Bulukumba yang menolak perpanjangan HGU PT. Lonsum. Saya sangat sepakat dan saya kira itu hal positif, karena memang perlu diukur kembali bahwa mana tanah adat dan mana tanah PT. Lonsum,” tegas Basri.(Rls)

Pesan untuk Pemerintah Kabupaten Bulukumba HUT ke 58

Muh. Basri Lampe, S.H dan Pamflet HUT ke58 Kabupaten Bulukumba

Oleh: Muh. Basri Lampe, S.H

(Warga Kabupaten Bulukumba)

Selamat HUT ke-58 Kabupaten Bulukumba. Kota Panrita Lopi.
#Bulukumba_berlayar

Bismillah
Assalamualaikum warga Bulukumba

JURNALPOST.COM, BULUKUMBA — Hari Ulang Tahun (HUT) adalah hari kebahagiaan, karena bertambahnya usia. Seperti HUT Kabupaten Bulukumba ke 58 itu, seharusnya semua warga Bulukumba bahagia karena merasakan kerja pemerintah kabupaten Bulukumba. Seperti yang diucapkan dikalangan orang banyak, baik tokoh masyarakat maupun Organisasi Kepemudaan (OKP) Bulukumba. Mereka hanya menaruh harapan kepada pemerintah Kabupaten Bulukumba, agar motto yang diusung di HUT ke 58 ini, bukan hanya sekadar slogan saja, tapi perlu dibuktikan dengan karya nyata.

Saya mengharapkan kepada pemerintah Kabupaten Bulukumba semoga tetap memperhatikan masyarakat jelata. Bukan hanya pengusaha berjuis yang diperhatikan. Juga kepada pemerintah Kabupaten Bulukumba agar tetap komitmen mengawal suara rakyat bukan hanya janji palsu ketika ada aduan masyarakat.

Saya sebagai warga Kabupaten Bulukumba tidak bangga di hari HUT Kabupaten Bulukumba ketika Pemerintah hanya menghadirkan artis, melaksanakan lomba dan kegiatan seremonial lainnya.

Saya baru bangga, ketika ada aduan masyarakat kepada pemerintah kemudian pemerintah mengawal aduan masyarakat itu sampai tuntas. Tapi saya lihat, itu belum diperlihatkan oleh pemerintah kepada masyarakat.

Maka saya berpesan di HUT ke 58 Bulukumba ini, kepada seluruh warga Kabupaten Bulukumba, bahwa jangan terhegemoni pada kegiatan hanya seremonial. Contohnya menghadirkan artis dan kegiatan lainnya, itu memakan uang banyak Kawan dan itu uang rakyat. Saya kira lebih banyak manfaatnya ketika dimasukkan saja dalam infrastruktur karena masih banyak desa yang tertinggal.

Sebut saja Desa Jojjolo yang pada dasarnya saya berdomisili di sana, perlu ketahui bahwa jalanan disana pada wilayah Dusun Batunilamung ketika hujan turun jalanan licin ketika musim kemarau debu sangat mengerikan.

Sebagai warga Kabupaten Bulukumba Semoga tulisan ini dijadikan bahan untuk introspeksi diri khususnya kepada pemerintah juga para aktivis kabupaten Bulukumba untuk Bulukumba lebih baik.

Makassar, 5 Februari 2018

Muh. Basri Lampe, Angkat Bicara soal Kehadiran Presiden RI di Makassar

Muh. Basri Lampe (Foto/FB)

Jurnalpost.com, Makassar- Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Makassar Timur mengapresiasi kedatangan orang nomor satu di Kota Makassar.

Hal ini diungkapkan oleh Sekertaris PC IMM Makassar Timur Basri Lampe saat di temui di Warkop Cappo, Jalan Sultan Alauddin Makassar,Selasa (11/7/2017).

Basri Lampe mengatakan, kehadiran Presiden RI Joko Widodo di Makassar menunjukkan bahwa ia memperhitungkan dan memerhatikan kota daeng sebagai kota yang berpotensial apalagi dipusatkannya acara Nasional tersebut.

“Kehadiran Presiden RI di Makassar perlu kita sambut, sebab itu Presiden kita semua,” katanya.

Tak hanya itu menurutnya, kehadiran Presiden RI Joko Widodo mampu menjadi solusi atas hiruk pikuk berpolitikan di Sulsel apalagi dalam menyambut Pilkada Serentak 12 Kabupaten/Kota.

“Semoga dengan hadirnya Jokowi mampu mensterilkan suhu Politik di Sulsel yang kian semakin kencang,” tambahnya.

Diketahui, Presiden RI Joko Widodo dijadwalkan hadir besok, di Kota Makassar dalam rangka membuka kegiatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) yang dipusatkan di Lapangan Karebosi.(Rls)

LATEST NEWS

RANDOM NEWS