Topik: Gubernur

Bukber Alumni Smansa 2016, Agus AN Ungkap Ini

Makassar – Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Makassar Agus Arifin Nu’mang resmi melantik IKA SMANSA Angkatan 2016 periode 2018-2020 yang dirangkaikan buka puasa bersama bertempat Meeting Room Karebosi Condotel Hotel Makassar, Jumat (1/6/2018)

Bukber Alumni Smansa 2016, Agus AN Ungkap IniBukber Alumni Smansa 2016, Agus AN Ungkap Ini

Atas nama Alumni saya ucapkan selamat atas resminya dilantik pengurus IKA Smansa angkatan 2016, dimana IKA ini menjadi yang ke 52 yang resmi dibentuk. Ujar Agus AN yang juga Wakil Gubernur Sulsel dua periode ini.

Tak hanya itu dihadapan 300-alumni 2016 yang hadir, Agus berpesan untuk selalu menjaga nama baik almamater, tetap mempertahankan prestasinya dimanapun berada.

Terakhir, saya ingin sampaikan kepada adik-adik alumni, saat ini salah satu alumninya yang juga Ketua IKAnya menjadi salah satu kontestan pada pilkada serentak tahun 2018, doakan saja kedepan alumni SMANSA juga jadi Gubernur Sulsel. Tutup Agus AN.

Tampak hadir salah satu perwakilan guru Ibu Nursiah dan 300-an alumni angkatan 2016 yang hadir.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo Dukung Penuh Program Pendidikan INOVASI

Surabaya, Jurnalpost – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan Inovasi untuk Anak Indonesia (INOVASI), sebuah program kemitraan pendidikan Australia-Indonesia, menggelar forum Temu Inovasi pada tanggal 26 April 2018 di Surabaya. Bertempat di Ruang Hayam Wuruk Kantor Gubernur Jawa Timur, acara ini dihadiri oleh lebih dari 100 pemangku kepentingan kunci di bidang pendidikan di tingkat provinsi hingga kabupaten, mulai guru, kepala sekolah, pengawas, hingga organisasi dan Lembaga lain yang peduli dengan peningkatan kualitas pendidikan.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo Dukung Penuh Program Pendidikan INOVASI
Ibu Sri Winarni saat mendapatkan ucapans elamat dari Gubernu Jatim

Kegiatan ini dihadiri oleh 5 (lima) kepala daerah yakni Bupati Kabupaten Bondowoso, Bupati Kabupaten Sumenep, Wailkota Batu, Bupati Kabupaten Malang, dan Bupati Kabupaten Mojokerto. Selain itu sebanyak 18 pemangku kepentingan yang dapat mendukung peningkatan Pendidikan meliputi Bappeda, DPRD Komisi Pendidikan, Dinas Pendidikan dan Kantor Kemenag.

Forum Temu Inovasi yang diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional ini, menyajikan temuan dan praktik-praktik inovatif di bidang pendidikan hasil studi pemetaan yang dilakukan oleh INOVASI di Jawa Timur. Ada 27 praktik-praktik baik dari para pendidik inovatif yang ikut ambil bagian memamerkan inovasi-inovasi pembelajaran yang telah mereka praktikkan untuk menjawab tantangan dan masalah pembelajaran yang ada di daerah masing-masing.

Menurut Direktur Program INOVASI, Mark Heyward, INOVASI berupaya untuk memahami dan mengatasi tantangan pembelajaran, terutama yang berkaitan dengan literasi dan numerasi. “Kami percaya bahwa Jawa Timur menawarkan potensi yang sangat besar yang juga akan menjawab pertanyaan ‘apa yang benar-benar berhasil meningkatkan hasil pembelajaran’, tentunya dalam konteks yang sesuai di masing-masing daerah,” tambahnya.

Lebih lanjut, Kepala Balitbang Kemendikbud, Totok Suprayitno menjelaskan, “Tuntutan saat ini adalah bukan seberapa banyak siswa yang belajar, tetapi seberapa kompeten mereka agar mampu berperan penting dan unggul dalam pergaulan global. Salah satunya adalah dengan meningkatkan inovasi.” Pembelajaran menurutnya tidak dilakukan secara konvensional, dimana guru ceramah murid mendengarkan. Tetapi lebih kepada proses dimana guru mendorong anak belajar sesuai potensi mereka.

Pada akhir 2017, INOVASI melakukan studi pemetaan praktik-praktik inovasi pendidikan di beberapa wilayah di Provinsi Jawa Timur. Pada acara Temu INOVASI ini, praktik-praktik yang menjanjikan hasil temuan studi pemetaan ditampilkan di area pameran dan pada sesi diskusi panel yang melibatkan para pelaku inovasi dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. Ada pula lokakarya bagi para peserta kunci untuk membahas rencana dan gagasan dalam upaya mendiseminasikan praktik-praktik terbaik dalam pendidikan.

“Indonesia dan Australia, telah bekerjasama selama bertahun-tahun dalam memperkuat sistem pendidikan di Indonesia. Kami percaya, bahwa pendidikan yang berkualitas sangat penting bagi Indonesia, karena hal ini berkontribusi langsung terhadap pembangunan sumber daya manusia, serta angkatan kerja yang sehat dan produktif. Melalui program kemitraan INOVASI, kami berharap dapat mendukung Pemerintah Jawa Timur dalam meningkatkan hasil pembelajaran siswa dalam hal literasi dan numerasi, khususnya di jenjang pendidikan dasar,” ujar Konsul Jenderal Australia di Surabaya, Chris Barnes.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyatakan dukungannya secara penuh terhadap program INOVASI ini di Jawa Timur. “Tindak lanjut dari kegiatan ini, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan INOVASI akan segera merekomendasikan sejumlah kabupaten/kota sebagai mitra awal INOVASI. INOVASI akan bermitra di Jawa Timur hingga akhir 2019. Kabupaten/kota yang terpilih antara lain yang kebijakannya berpihak pada mutu pembelajaran siswa serta peduli pada anak berkemampuan khusus,” ungkap Soekarwo.

Ibu Maria Ulfa, Guru SDN 2 Kebondalem Kabupaten Mojokerto yang menjadi salah satu guru inovatif yang ikut ambil bagian dalam kegiatan “Temu INOVASI” Pendidikan Dasar saat ditanya tentang kreativitasnya di kelas oleh Gubernur Jawa Timur menjelaskan bahwa selama ini, Ibu Maria selalu melaksanakan pembelajaran aktif di kelasnya. Dalam mengajarkan membaca di Kelas 1, Ibu Maria Ulfa menggunakan boneka dan alat peraga lainnya dalam mengajarkan membaca kepada anak agar kegiatan belajar mengajar yang dibawakannya menarik minat anak. “Saya harus selalu berpikir kreatif setiap hari agar pembelajaran tidak membosankan dan anak-anak senang,” terangnya. Dengan kegiatan tersebut, Ibu Maria Ulfa selalu berhasil membimbing siswanya agar mampu membaca dan memahami bahan bacaan

Sedangkan Ibu Sri Winarni Kepala SDN Sumbergondo 2 Kota Batu yang video praktik baiknya ditampilkan di depan Gubernur Jawa Timur mengungkapkan bahwa kepemimpinannya dulu memiliki banyak kendala. Namun saat dia melakukan besar-besaran di manajemen sekolah dan mulai mengubah pembelajaran di kelas menjadi pembelajaran aktif, sekolahnya mengalami kemajuan yang luar biasa. “Dari sekolah di pelosok pegunungan yang tidak diperhitungkan, sejak melakukan perubahan di manajemen, perubahan di kelas dan mendapatkan dukungan penuh dari komite sekolah, saat ini SDN Sumbergondo 2 menjadi salah satu sekolah berprestasi di Kota Batu.

Forum Temu INOVASI juga akan menjadi titik awal dari pelaksanaan berbagai kegiatan tingkat provinsi dan penentuan program rintisan (pilot). Hasil studi pemetaan INOVASI ini pun juga telah dibagikan pada bulan Desember 2017 melalui acara Jambore Inovasi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Jawa Timur dan KOMPAK. (pr)

Seminar Nasional BEM UPS FE Hadirkan Gubernur Jawa Tengah

TEGAL, Jurnalpost – Seminar nasional yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Ekonomi Universitas Pancasakti Tegal (UPS) kota Tegal menghadirkan Gubernur Jawa Tengah H.Ganjar Pranowo sebagai pengisi dalam pembukaan seminar. Tema yang diambil yaitu “Kebijakan dan Strategi Pembangunan Ekonomi Daerah dalam Dinamika Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) hari Sabtu (16/9/2017) di auditorium UPS.

Seminar Nasional BEM UPS FE Hadirkan Gubernur Jawa Tengah

Dekan Fakultas Ekonomi UPS Tegal Mahben Jalil SE MM membuka seminar dan mengatakan terima kasih kepada seluruh panitia yang sukses mengadakan seminar nasional.

Tujuan diadakan seminar ini sebagai memberi pengetahuan dan bekal kepada ribuan mahasiswa agar siap menghadapi tantangan MEA dan bisa bersaing dengan negara ASEAN.

Dalam seminar nasional ini, Gubernur Jawa Tengah memberikan penjelasan Masyarakat Ekonomi Asean mengalami pertumbuhan dimana sampai tahun 2016 diatas 6%.

“Hal ini didorong oleh stabilnya belanja konsumsi dan investasi pemerintah,maupun dari sisi lapangan usaha sektor konstruksi, perdagangan dan jasa keuangan” terang Ganjar.

Dijelaskan gubernur, jawa tengah memiliki peluang yang tinggi terhadap permintaan pasar domestik dan komoditi lokal untuk pasar ASEAN.

“Peluang jawa tengah untuk pasar ASEAN dalam permintaan komoditi dan produk lokal masih cukup tinggi, peningkatan investasi pun demikian, hal ini sebagai dampak penguatan dolar AS akibat kebijakan naiknya suku bunga global” jelasnya.

Hadir dalam seminar ini yaitu Gubernur Jawa Tengah H.Ganjar Pranowo, Guru besar Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Hj. Winwin Yadiati S.E Msi Ak CA, Pengusaha Bakrie Group Dr. Suwandi S.H MBA, Kadisdikbud Kota Tegal Drs. Johardi MM, Ketua DPRD H.Edy Suripno SH MH, Rektor UPS Kota Tegal Prof.Dr.H. Wahyono beserta jajaran serta ribuan mahasiswa UPS. (Yudit)

Fokal IMM Banten: Dorong Gubernur Baru Ciptakan Peluang Kerja dan Reformasi Birokrasi yang Profesional

Serang, Jurnalpost -Gubernur Banten yang baru saja dilantik pada jum’at (12/5) kemarin agar mampu dan komitmen ciptakan peluang kerja serta profesional dalam melakukan reformasi birokrasi.

Dorong Gubernur Baru Ciptakan Peluang Kerja dan Reformasi Birokrasi yang Profesional

Ketua Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) Banten Solihin Abas dalam sambutanya di acara Rapat akerja Wilayah I Fokal IMM Banten Minggu (14/5), mengatakan tingkat pengangguran di tahun 2016 sampai dengan 2017 masih diangka kisaran 15% – 20%. Padahal banyak potensi sumberdaya yang dapat produktifkan, tentu hal itu akibat kurangnya dukungan dan komitmen pemprov untuk menyelesaikannya.

Solihin mengatakan Banten ialah daerah yang memiliki sumberdaya yang melimpah, seperti masih banyaknya lahan tidur di wilayah selatan yang bisa di produktifkan, ini tinggal komitmen pemerintah dan tidak hanya orientasi menciptakan peluang kerja pada investasi pengembang. Beberapa alumni IMM sekarang sedang berupaya memproduktifkan lahan-lahan tidur seperti di daerah pandeglang selatan mesti terus dikembangkan, kita beri contoh pada pemerintah perkebunan holistik.

“Komitmen pemerintah dalam menciptakan peluang kerja di setiap sektor jelas sangat diperlukan, dan orintasinya tak sebatas pada mendatangkan investor tapi bagaimana memiliki ide-ide kreatif memanfaatkan potensi yang ada. Maka untuk dapat mewujudkannya prinsif terminologi god govermance mesti dipegang teguh yaitu transparansi, partisipasi dan akuntabilitas” kata Solihin

Sementara tambah solihin, ini dapat diawali oleh gubernur banten yang baru dengan melakukan reformasi birokrasi yang profesional dan proporsional serta transparan, tidak hanya semata-mata mengakomodasi kepentingan politis dan dapat dilakukan di 100 hari kerjannya.

“menciptakan komitmen kerja dapat diawali dengan melakukan reformasi birokrasi dan semata-mata reformasi birokrasi yang pada hakekatnya merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan terutama menyangkut aspek-aspek kelembagaan (organisasi), ketatalaksanaan (business prosess) dan sumber daya manusia aparatur. Bukan didasari atas kepentingan politis” tandas solihin

“Sementara Fokal IMM Banten akan terus mengawal (kontol) terhadap setiap kebijakan pemprov banten, selain itu akan terus melakukan akselerasi dari potensi-potensi yang dimiliki para alumninya, dalam rumusan rapat kerja salah satunya kita rumuskan rekomendasi pada pemerintah provinsi” tandas solihin

Sosialisasi Jelang Pilgub, Tanribali Mappatabe’ ke Gubernur

MAKASSAR, JURNALPOST.COM – Setelah bertemu dengan Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, beberapa hari lalu, mantan Carateker Gubernur Sulsel di tahun 2008, Mayjen TNI (Purn) Achmad Tanribali Lamo, juga melakukan pertemuan dengan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, di Rumah Jabatan Gubernur, Rabu (6/4).

Sebelumnya, Tabribali juga sudah bertemu dengan beberapa tokoh berpengaruh di Sulsel, seperti Mantan Gubernur Sulsel Amin Syam, dan Aksa Mahmud.

Sosialisasi Jelang Pilgub, Tanribali Mappatabe' ke Gubernur

Tanri mengaku, mulai menemui sejumlah tokoh berpengaruh di Sulsel untuk “mappatabe'” atau meminta izin untuk melakukan sosialisasi terkait keinginannya untuk bertarung di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel yang akan digelar tahun 2018 mendatang.

“Kedatangan saya menemui Pak Syahrul, karena beliau sebagai pemimpin wilayah dan pemerintahan di Provinsi Sulsel, makanya saya datang. Sebelum sosialisasi dimana-mana, kalau orang Makassar bilang tentu harus mappatabe’ atau meminta izin dulu,” kata Tanri.

Tanri berkomitmen akan menjalankan politik santun sebagaimana yang diperlihatkan orang-orang Sulsel selama ini.

“Bertarung di Pilkada tidak harus saling mencederai. Semalam saya juga ketemu Aksa Mahmud, dan intinya juga seperti itu. Kami banyak ngobrol, bagaimana Sulsel ke depan agar lebih baik,” ujarnya.

Tanri mengungkapkan, keinginannya untuk bertarung di Pilgub Sulsel, didasari keinginan untuk mengabdi.

“Ayah saya kan juga pernah pejabat disini. Jadi, kalau dimungkinkan kenapa saya tidak mengabdi disini. Kalau survei bagus, berarti kan ada keinginan masyarakat. Kalau tidak, ya saya tidak maju. Saya tidak cari jabatan, saya pada keinginan mengabdi,” ungkapnya.

Tanri yang juga pernah menjabat sebagai Dirjen Kesbangpol di Kementerian Dalam Negeri ini, mengaku tidak punya target apakah harus mencalonkan diri sebagai kosong satu atau kosong dua.

Menurutnya, jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur merupakan satu paket yang beban kerjanya sudah diatur dalam Undang-Undang. Ia juga mengaku bersedia menjadi kosong dua jika pasangannya memiliki jaringan yang lebih luas, pengalaman yang lebih bagus, diakui secara nasional dan internasional, dan memang jauh lebih baik darinya.

“Saya mengalir saja tanpa beban. Tahun 2013 kan saya digadang-gadang juga untuk maju, tapi saat itu pimpinan menginginkan saya untuk tetap jadi Dirjen. Kita menginginkan Sulsel yang lebih baik lagi dari sekarang, makanya ibaratnya kita lihat bibit, bebet, dan bobot. Saya kira, mereka yang maju di Pilgub juga akan mencari pasangan yang seperti itu. Kalau memang ada yang lebih hebat, kenapa saya harus memaksakan kosong satu. Intinya, saya bersedia kosong dua,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mempersilakan Tanribali untuk melakukan sosialisasi. Tetapi, ia menyarankan agar Tanribali tetap menjaga ritme untuk menghindari terjadinya polarisasi di masyarakat.

“Tanribali kakak saya, dari dulu mulai dari kecil main sama-sama, satu kelompok bermain, kemudian akhirnya dia jadi Jendral dan saya jadi camat. Dia juga jadi Carateker Gubernur. Dia datang bersilaturahmi dengan saya, sebagai sahabat, sebagai teman, sebagai keluarga, dan kemudian sekaligus minta ijin bisa tidak lakukan sosialisasi-sosialisasi sebagai calon Gubernur. Saya bilang pasti bisalah, tapi jangan kencang-kencang karena saya masih jadi Gubernur. Tipis-tipis saja supaya tidak terjadi polarisasi-polarisasi apapun,” kata Syahrul.

Syahrul juga mengatakan, nasehatnya tersebut bukan hanya untuk Tanribali, tetapi ditujukan kepada semua yang ingin maju di Pilgub Sulsel. Siapapun boleh berkompetisi, tapi persaudaraan harus tetap menjadi yang utama.

“Yang penting itu adalah rakyat dan kemajuan daerah. Karena itu, boleh sosialisasi tapi jangan terlalu kencang hingga berakibat polarisasi. Belum waktunya, masih dua tahun lagi. Masih jauh, nanti kehabisan napas. Itu nasehat saya,” ujarnya. (fo)

Gubernur Targetkan Pembangunan 1000 Rumah Untuk PNS Rampung 2018

JURNALPOST.COM – Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, menargetkan pembangunan 1.000 rumah yang diperuntukkan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) bisa terealisasi pada tahun 2018 betepatan dengan habisnya masa jabatannya sebagai Gubernur.

“Ini tahun saja sudah 20 ribu rumah, tahun lalu 26 ribu rumah. Khusus untuk PNS, ini sudah ada 36 unit, target pemerintah provinsi itu sebanyak 1.000 rumah akan kita siapkan,” kata Syahrul, usai meresmikan penggunaan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) untuk para PNS Pemprov Sulsel yang berlokasi di Baddoka, Rabu (16/3).

Gubernur Targetkan Pembangunan 1000 Rumah Untuk PNS Rampung 2018

Syahrul juga mengatakan, untuk mewujudkan hal itu, pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) dikatakannya telah berjanji untuk membantu memfasilitasinya.

“Ini bertujuan supaya Sulsel bisa menjadi provinsi percontohan. Saya juga minta kepada Bupati, khsusnya yang hadir hari ini, Lutim, Pinrang, Selayar, Luwu, dan Takalar, untuk membantu saya mempersiapkan ini. Masing-masing bisa mempersiapkan 100 rumah,” ujarnya.

Untuk kesiapan anggaran fisik pembangunan 1.000 rumah ini, Syahrul mengatakan, tentunya diharapkan bantuan dari pemerintah pusat dan anggaran pengadaan lahannya akan disiapkan oleh pemerintah daerah.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulsel, Abdul Latief, menambahkan, saat ini Pemprov masih memiliki lahan untuk pembangunan rusunawa.

“Kita punya beberapa lahan, seperti di Sudiang, dan beberapa lokasi lainnya. Sisa kita melihat mana yang layak,” ujarnya.

Untuk pengerjaan fisik, Latief mengatakan, pihaknya berharap itu bisa diberikan dari Kementerian. Pihaknya diakuinya siap untuk menyediakan lahan bila angharan oembanhunan fisiknya dianggarkan oleh pihak Kementerian.

Sementara itu, Dirjen Penyedia Perumahan Kementerian PU-PR, Syarif Burhanuddin, yang juga hadir dalam kesempatan tersebut, mengapresiasi pembangunan Rusunawa Pemprov Sulsel ini.

“Seharusnya memang begini, dihuni dulu, baru diresmikan. Sekarang ada 174 Rusun di Indonesia yang telah dibuat tetapi tidak difungsikan karena diresmikan dulu baru dihuni,” kata Syarif.

Rusunawa ini, lanjutnya, sangat bermanfaat bagi PNS yang masih berpendapatan rendah dan belum bisa menyicil rumah.

“Seperti PNS yang masih berpendapatan Rp3 juta. Nanti kalau sudah mampu, rusunawa ini diserahkan lagi kepada PNS yang belum mampu,” ujarnya.

Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Tarkim) Sulsel, Andi Bakti Haruni, menjelaskan, Rusunawa ini tidak bisa dimiliki dan hanya disewakan kepada lara PNS. Saat ini sebanyak 36 unit rumah dalam Rusunawa ini sudah memiliki penghuni.

“Sewanya itu Rp200 ribu per bulan. Itu sudah lengkap dengan meubelernya. Mulai kemarin sudah ada yang masuk, sudah membenahi dan membersihkan. Dari 36 unit yang ada, semua sudah terisi,” terangnya.

Bakti berharap, pemerintah pusat dapat mengadakan penambahan blok Rusunawa di tahun depan. (fo)

Gubernur Tegaskan Tolak Imigran Ilegal Masuk Ke Sulsel

JURNALPOST.COM – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Syahrul Yasin Limpo, menegaskan, bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel menolak kehadiran imigran ilegal di Sulsel.

“Sulsel tidak ingin membuka diri (terhadap imigran ilegal),” tegas Syahrul, Selasa (16/2).

Syahrul mengaku terkejut ketika memperoleh laporan bahwa jumlah imigran ilegal di Sulsel saat ini mencapai 2.138 orang.

“Ada lembaga international yang mengatur persoalan itu, tetapi di Sulsel, saya tidak mau membuka diri,” ujarnya.

Gubernur Tegaskan Tolak Imigran Ilegal Masuk Ke Sulsel

Untuk itu, lanjutnya, Pemprov Sulsel akan menyurati pihak Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) yang ditembuskan ke Wapres dan Menkopolhukam terkait penolakan atas kehadiran imigran ilegal di Sulsel.

Menurut Syahrul, Sulsel adalah provinsi dengan jumlah penduduk yang cukup besar. Jumlah penduduk Kota Makassar pada siang hari misalnya, mencapai hampir dua juta orang. Oleh karena itu, keberadaan para imigran ilegal ini harus jelas dan dapat terpantau dengan baik.

“Ribuan orang itu mau diapakan? Kalau kemudian terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, dunia bisa menuduh kita macam-macam,” ujarnya.

Senada dengan Gubernur, Kepala Divisi (Kadiv) Keimigrasian Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulsel, Ramli HS, mengatakan, pihaknya menolak kedatangan para imigran ilegal secara mandiri.

“Kita punya semangat menolak kedatangan mereka secara mandiri, kecuali yang dilakukan adalah rotasi dengan pengawalan pihak imigrasi,” kata Ramli.

Menurut Ramli, para imigran ilegal ini berdasarkan ketentuan, tidak dibolehkan melakukan mobilitas secara pribadi.

Pihaknya juga mengantisipasi agar kehadiran para imigran ilegal ini, tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Ini yang terus kami pantau dan antisipasi, yang menjadi kekhawatiran bukan friksi dengan masyarakat sekitar, tetapi konflik di antara mereka sendiri,” ungkapnya.

Ramli mengatakan, saat ini terdapat 2.138 orang imigran ilegal yang terdata berada di Sulsel. Dari jumlah tersebut, 1049 diantaranya berstatus sebagai pengungsi, sedangkan 1028 lainnya berstatus sebagai pencari suaka.

“Para imigran ini, berada di 15 rumah komunitas dan 12 tempat perlindungan sementara, yang terletak di tengah pemukiman masyarakat” terangnya.

Untuk mengantisipasi derasnya imigran ilegal yang masuk ke Sulsel, lanjutnya, pihaknya bekerja sama dengan instansi terkait, termasuk Kepolisian, Angkasa Pura dan Pelindo untuk memperketat pengawasan.

“Kami juga mengajak para pengelola sarana transportasi untuk menolak para imigran ilegal ini, mereka jangan hanya memikirkan keuntungan tetapi juga dampak sosial yang mungkin timbul dari banyaknya imigran gelap yang masuk ke Sulsel,” tutupnya. (FO)

FOTO: Jalan Sehat HUT Pangkep Ke 56 Bersama SYL

JURNALPOST.COM – Memperingati HUT Kabupaten Pangkep ke 56, Pelaksanaan jalan sehat di Alun-alun Citramas, Kecamatan, Kabupaten Pangkep, Sulsel yang di Hadiri Ribuan Warga Pangkep Sabtu (30/1/2016)

FOTO Jalan Sehat HUT Pangkep Ke 56
Bersama ribuan warga Pangkep, Syahrul Yasin Limpo tampil trendi dengan kacamata hitam dipadukan denga baju kaus kuning dan jaket warna merah, ikut berjalan sejauh 3 kilometer
FOTO Jalan Sehat HUT Pangkep Ke 56
Mariki” di” Sukseskanki Sensus Ekonomi 2016
FOTO Jalan Sehat HUT Pangkep Ke 56
Jalan Sehat Bersama SYL, usai pelaksanaan jalan sehat di Alun-alun Citramas, Kecamatan, Kabupaten Pangkep, Sulsel, Sabtu (30/1/2016).
Rombongan Peserta Jalan Sehat HUT Pangkep Ke 56
Rombongan Peserta Jalan Sehat HUT Pangkep Ke 56
Doorprize Peserta Jalan Sehat HUT Pangkep Ke 56
Doorprize Peserta Jalan Sehat HUT Pangkep Ke 56
Tampil Seorang Penyanyi (Band Lokal Kabupaten Pangkep) Turut Memeriahkan HUT Pangkep Ke 56
Tampil Seorang Penyanyi (Band Lokal Kabupaten Pangkep) Turut Memeriahkan HUT Pangkep Ke 56
- Advertisement -

LATEST NEWS

RANDOM NEWS