Topik: berita Takalar

Bupati Lira Takalar ini Soroti Kelangkaan Gas Elpiji 3Kg

Bupati Lira Takalar, Kahar.

JURNALPOST.COM, TAKALAR — Kelangkaan Gas Elpiji 3 KG yang terjadi beberapa hari terakhir membuat masyarakat resah dan kesulitan khususnya kaum ibu-ibu (emak-emak), pasalnya Gas Elpiji merupakan kebutuhan utama dalam rumah tangga untuk memasak segala kebutuhan di dapur.

Hal ini yang membuat Bupati LIRA Takalar Kahar, SE angkat bicara, menurutnya Pemerintah mestinya turun tangan mengendalikan masalah ini karena ini dampaknya sangat besar bagi masyarakat kecil. Mestinya pemerintah mendesak Pertamina untuk mengatasi kelangkaan ini dan mencari tau penyebab kelangkaan ini jangan sampai ada oknum agen atau spekulan yang melakukan permainan dengan sengaja menimbung Gas Elpiji 3 KG.

“Kasian emak-emak yang ingin memasak namun kehabisan Gas dan sangat susah untuk mencarinya kalau pun dapat pasti harganya mahal berkisar antara Rp. 20.000 sampai Rp. 30.000 saya kira ini jelas-jelas menyusahkan masyarakat. Saya desak Plt Gubernur Soni Sumarsono dan Pertamina agar mencari masalahnya yang terjadi di beberapa Kabupaten yang ada di Sulsel,” ungkap Kahar, Jumat, (31/8/2018).

lanjut Mahasiswa Pasca Sarjana Unismuh Makassar ini. Katanya sudah melakukan kordinasi dengan Ryan Latif selaku Gubernur LIRA Sulsel. Sehingga dia menghimbau kepada semua Bupati dan Walikota LIRA se-Sulsel memperjuangkan aspirasi rakyat kecil karena LIRA hadir untuk rakyat, tutup Kahar. (Rls)

Muktar Tompo Gandeng BPPT Sosialisasi GPS Fishfinder Bersama Nelayan di Takalar

JURNALPOST.COM, TAKALAR  Anggota DPR RI Mukhtar Tompo bersama Badan Pengajian dan Penerapan Tekhnologi (BPPT) menggelar sosialisasi Pelatihan Penggunaan Tehnologi Fisifender bersama masyarakat nelayan di Desa Tamasuju, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Sabtu (28/7/2018).

Fishfinder merupakan alat penangkapan ikan dengan mendeteksi dari kedalam laut.

Mukhtar Tompo mengatakan, alat ini bagian dari mengarahkan para belayan untuk mengangkap ikan agar lebih efektif.

“Jadi kalau selama ini para nelayan kita mencari ikan bersusah-susah apalagi dengan menggunakan waktu yang lama, nah dengan kehadiran alat ini bukan lagi mencari ikan, namun langsung menangkap ikan karena sudah terdeteksi letak ikan dari dalam laut,” ungkap Mukhtar Tompo saat ditemui.

Ia menambahkan, alat ini dikoneksikan di beberapa daerah termasuk Takalar, Jeneponto, Bantaeng dan Selayar. “Namun alat ini kami pusatkan di daerah Kabupaten Takalar,” tambahnya.

Terpisah, Kepala BPPT Dr Ilyas mengaku alat ini bagian dari aplikasi penerapaan tehnologi bagi masyarakat nelayan.

“Sehingga kita mencoba mensosialisasikan kemasyarakat terhadap penggunan alat ini khususnya bagi nelayan,” tambahnya.

Dengan demikian, Ia berharap setelah adanya alat ini masyarakat tak susah lagi dalaan mencari ikan di Laut.

Dalam sosialisasi ini hadir Kepala Desa Tamasaju, Kadis Kelautan Takalar, Dandim, Polres Maros, dan masyarakat nelayan kabupaten Takalar.(Rls)

- Advertisement -

LATEST NEWS

RANDOM NEWS