Topik: berita pangkep

Ponpes Putri IMMIM gelar wisuda santri ke 39

Ponpes Putri IMMIM gelar wisuda santri ke 39

Pangkep, Jurnalpost – Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep kembali menggelar wisuda Angkatan 39, yang tamat dalam tahun pelajaran ini sebanyak 35 santriwati.

Wabup Pangkep H. Syahban Sammana mengungkapkan kebahagiaannya berada di tengah-tengah pesantren dan melihat perkembangan pendidikan pesantren putri immim sangat baik dan mengesankan.

“Terima kasih, mewakili Pemkab Pangkep mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap kemajuan pendidikan pesantren immim,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Dr. Hj. Amrah Kasim, MA melaporkan bahwa saat ini sudah ratusan alumni yang dihasilkan pesantren immim dan telah kembali ke masyarakat dalam berbagai lapangan pengabdian.

Hal yang senada diungkapkan Ketua YASDIC IMMIM Pangkep, Dra Hj Sri Hajati Fachrul Islam. “Kami tetap berharap para orangtua tetap mempercayakan anak-anaknya untuk dididik di pesantren. Di pesantren sendiri, anak-anak kita bukan hanya dibekali dengan dasar agama yang baik, tapi juga didorong untuk kompetitif dan berdaya saing dengan luaran sekolah lain,” tambahnya.

Wisuda Angkatan 39 ini dihadiri ratusan santri, tamu dan undangan, orang tua santri, dan alumni, bertempat di aula besar pesantren putri tersebut di bilangan jalan H. Fadeli Luran Minasatene.

Seperti biasa, wisuda santriwati berlangsung semarak dengan tradisi acara tiga bahasa dan uji hafalan qur’an bagi santriwati yang diwisuda.

Wisuda dihadiri pula oleh Ketua DPP IMMIM, Prof Dr H. Ahmad M. Sewang dan sesepuh/tokoh IMMIM, KH. Muhammad Ahmad. (*)

Kapolres Pangkep Jalin Silaturahmi Dengan Masyarakat

Melalui Kegiatan Ngopi Bareng, Kapolres Pangkep Jalin Silaturahmi Dengan Masyarakat
Melalui Kegiatan Ngopi Bareng, Kapolres Pangkep Jalin Silaturahmi Dengan Masyarakat

PANGKEP, JURNALPOST – Tidak hanya di kantor saja Kapolres Pangkep AKBP Tulus Sinaga, S.I.K, M.H terjun langsung ke lapangan membaur dengan masyarakat untuk menjalin kedekatan dan menyerap aspirasi dari warga melalui kegiatan ngopi bareng Kapolres bertempat di warkop sambalu, Minggu (14/04/2019)

Kapolres Pangkep menjelaskan bahwa dengan komunikasi yang baik antara Polisi, dan masyarakat akan terbangun jaring informasi dua arah sehingga apabila timbul kerawanan gangguan kamtibmas dapat diantisipasi sejak awal sehingga tidak timbul gejolak sosial di masyarakat.

Salah satu cara membangun komunikasi dengan masyarakat salah satunya adalah dengan cara ngopi bareng warga, cara ini tidak hanya kumpul-kumpul sambil ngopi namun diisi dengan diskusi dan dialog membahas situasi kamtibmas menjelang pencoblosan yang tinggal beberapa hari lagi, ungkap Kapolres.

Semua informasi, baik yang diketahui secara langsung maupun didengar dari masyarakat sangat bermanfaat bagi Polres Pangkep dalam rangka meningkatkan pelayanan Kepolisian utamanya dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif

Kapolres juga mengingatkan kepada masyarakat untuk datang ke TPS – TPS pada tanggal 17 April 2019 untuk menggunakan hak pilihnya dalam memilih calon Presiden dan calon Legislatif dan tidak golput.

Layanan Pindah Memilih, KPU Pangkep Melayani Hingga 10 April 2019

Pindah Memilih

JURNALPOST – Salah satu tahapan Pemutakhiran Data Pemilih adalah Layanan Pindah Memilih bagi semua pemilih yang telah terdaftar daftar dalam DPTHP-3 Pemilu 2019 yang telah ditetapkan 2 April 2019 yang lalu oleh KPU Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.

Komisioner Perencanaan, Data dan Informasi Rohani yang ditemui di ruangannya mengungkapkan bahwa Layanan Pindah Memilih ini adalah pemilih tambahan atau DPTb yang karena kondisi tertentu yang bersangkutan tidak memungkinkan untuk memilih di TPS asal dimana dia terdaftar.

Dalam UU Pemilu No 7 Tahun 2017 yang diturunkan dalam PKPU No 37 tahun 2018 layanan pindah memilih ini telah diatur dan disosialisasikan kepada masyarakat paling lambat 30 hari sebelum hari pemilihan dan telah disusun hingga dua tahap untuk menjangkau pemilih pindah ini hingga 17 Maret yang lalu selesai ada ratusan pemilih kami yang pindah TPS baik pindah TPS masih di Lingkup Kabupaten Pangkep yang mengurus A5 di PPS atau KPU Pangkep maupun lintas Kabupaten dan provinsi yang lain yang memilih mengurus A5 di daerah Tujuan kepindahan.

“DPTb ini salah satu tahapan yang sangat penting kami sosialisasikan mengingat kondisi pemilih kita bisa saja dalam keadaan seperti sedang menjalankan tugas, bekerja di luar domisili, sudah pindah domisili, sedang menempuh study, tahanan lapas, rehabilitasi narkoba membutuhkan perlindungan hak pilih dengan memfasilitasi mereka berpindah TPS” Tutur Rohani yang lebih di kenal dengan Nhany Rachman Khan

“Tahapan Pindah Memilih ini sendiri sesuai dengan regulasi itu dilakukan sebanyak 2 kali, tahap pertama dan tahap kedua hingga di close per 17 Maret 2019 yang lalu, hanya pasca penutupan batas waktu ini ternyata masih banyak pemilih kita se-Indonesia raya belum tercover, hingga sejumlah pihak melakukan uji materi untuk Pemilih pindah ini ke MK” Sambung Rohani.

“Hasilnya, keputusan MKRI No: 20/PUU-XVII/2019 tanggal 28 Maret yang ditindaklanjuti dengan SE KPU RI No 577 memutuskan memperpanjang batas waktu Pindah Memilih ini hingga 10 April 2019 dengan syarat hanya 4 kondisi sedang sakit, sedang jadi tahanan lapas, korban bencana alam dan sedang menjalankan tugas saat hari pemungutan suara nanti di 17 April “.

“Point sedang menjalankan tugas ini harus dibuktikan dengan dokumen surat tugas/surat keterangan yang membuktikan bahwa yang bersangkutan memang sedang menjalankan tugas baik tugas kepemiluan maupun non kepemiluan dalam hal ini biasa terjadi pada perusahaan yang punya sistem on duty dan off duty secara bergiliran dan juga karena kondisi ditugaskan oleh pihak kampus dan lainnya yang tidak memungkinkan untuk kembali ke TPS asal untuk memilih, sehingga kami menghimbau kepada masyarakat yang memenuhi syarat tadi, jika ingin mengurus A5 silahkan ke Kantor KPU Pangkep paling lambat 10 April 2019 jam 4 sore” Tutupnya.

KPU Kabupaten Pangkep Kembali Tetapkan DPTHP-3

KPU Kabupaten Pangkep

PANGKEP, JURNALPOST – KPU Kabupaten Pangkep kembali melaksanakan Rapat Pleno Terbuka Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Ketiga (DPTHP-3) di Cafe dan Resto Mazzagena, Selasa (2/4/2019).

Dalam Rapat Pleno Terbuka DPTHP-3 ini dihadiri oleh sejumlah pihak seperti Bawaslu Pangkep, Partai Politik, Pendukung Capres/Cawapres, Rutan, Disdukcapil, Kesbangpol dan PPK serta Panwascam 13 Kecamatan.

Dalam pemaparannya Koordinator Divisi Data dan Informasi Rohani menjelaskan bahwa proses perbaikan DPT yang ketiga kalinya telah diatur dalam PKPU No 37 Tahun 2018 dan SE serta Juknis Penyusunan DPTb, DPK dan Perbaikan DPT serta sebagai tindaklanjut dari Keputusan Mahkamah Konstitusi yang baru saya diturunkan pertanggal 28 Maret 2019.

“Perbaikan DPT untuk ketiga kalinya adalah tahapan lanjutan dari proses pemutakhiran data pemilih yang sudah dilakukan secara berjenjang mulai dari DPT, DPTHP-1 dan DPTHP-2 agar data pemilu 2019 yang kita hasilkan ini semakin berkualitas, perbaikan untuk ketiga kalinya ini pun bagian dari perintah regulasi yang turun dimana DPT Pangkep yang telah ditetapkan sebelumnya sebanyak 243.096 dimutakhirkan kembali dari segi Perubahan Data sebelum akhirnya hasil perbaikan DPT inilah yang menjadi rujukan pencetakan SDPT yang akan digunakan saat Pemilu 17 April 2019 mendatang, selain itu proses perbaikan data juga tak lepas dari saran, tanggapan dan laporan masyarakat yang masuk dari setiap petugas PPS kami di tingkat Desa/Kelurahan ” Ujar Rohani.

“Salahsatu perbedaan Pemilu 2014 dan 2019 adalah dari segi tahapan pemutakhiran data pemilih ini, hingga 15 hari tersisa menuju Pemilu 17 April kami masih tetap melakukan pemuatkhiran untuk menyediakan data pemilih yang akurat, mutakhir, menyeluruh dan dapat dipertanggungjawabkan” Sambung Rohani.

Dalam penetapan DPTHP-3 ini, Ketua KPU Pangkep Burhan menetapkan bahwa DPT Pemilu 2019 Kabupaten Pangkep dari 243.096 terdapat Pemilih yang tidak memenuhi syarat 1.123 karena faktor meninggal, ganda, tidak dikenal, menjadi TNI/Polri, Hak Pilih dicabut dan bukan penduduk setempat dengan rincian laki-laki 578 dan perempuan 1.123 yang tersebar di 13 Kecamatan, 103 Desa/Kelurahan dan 555 TPS dan pemilih dalam DPT yang melakukan perbaikan elemen data sebanyak 1.897 dengan rincian 1.017 dan perempuan 880. (*)

KPU Pangkep Desak Percepatan Perekaman KTP-El

KPU Pangkep Desak Percepatan Perekaman KTP-El

PANGKEP, JURNALPOST – Dalam rangka mensukseskan Pemilu 2019 yang akan jatuh pada tanggal 17 April 2019 mendatang KPU Pangkep menggelar Rapat Koordinasi dengan Bapak Wakil Bupati Pangkep, Disdukcapil Pangkep, Disdukcapil Provinsi, Bawaslu Pangkep dan KPU Provinsi Sul-sel di ruang kerja Wakil Bupati, Selasa (26/3).

Dalam Rakor tersebut disampaikan seputar permasalahan DPT Pemilu 2019 yang hingga hari ini masih banyak pemilih yang belum tuntas proses perekaman KTP-El di Disdukcapil Pangkep, sementara syarat penting seseorang untuk bisa menyalurkan hak suaranya adalah dokumen kependudukan seperti KTP-El.

Dalam penyampaiannya Komisioner Perencanaan Data dan Informasi KPU Pangkep Rohani meminta dukungan percepatan pemerintah daerah melalui Wakil Bupati Pangkep kepada Dinas terkait dalam hal ini Disdukcapil Pangkep agar 22 hari tersisa bisa dimaksimalkan untuk menyelesaikan rekam dan cetak ribuan pemilih AC dalam DPT Pemilu 2019.

“Rakor dengan Pak Wakil Bupati ini meminta dukungan untuk percepatan kerja Disdukcapil Pangkep menuntaskan perekaman Pemilih AC melalui dukungan anggaran perlengkapan alat rekam/cetak untuk memaksimalkan peran capil melalui perekaman jemput bola langsung ke kantor desa/lurah, penguatan dukungan pemerintah camat/desa di bawah untuk memastikan warganya yang belum merekam bisa datang merekam melalui kegiatan rekam KTP-El keliling yang akan di jadwalkan serta kebutuhan dan dukungan akomodasi perekaman wilayah kepulauan” Ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Komisioner KPU Provinsi Uslimin yang turut hadir dalam rakor ini bahwa kehadiran Disdukcapil Provinsi dan KPU Provinsi adalah mendorong Pemerintah Daerah Kabupaten Pangkep untuk menyelesaikan perekaman KTP-El ini.

” Pemilu 17 April audah semakin dekat dan Kabupaten Pangkep saat ini memang masih sangat tinggi warganya yang belum bisa dipastikan merekam dalam DPT Pemilu 2019 awalnya bulan Februari kemarin masih 21.929 hingga KPU Pangkep sudah menggandeng Capil dan Bawaslu melakukan perekaman keliling dengan dukungan PPK/PPS yang juga turun melakukan verifikasi langsung hingga saat ini sudah tersisa sekitar 14 ribuan lebih pemilih AC ” Ujar Uslimin

“Kabupaten Pangkep ini rangking 1 diantara 24 Kabupaten/Kota di Sulsel yang memang masih banyak yang belum merekam karena berbagai kendala baik karena keterbatasan fasilitas capil, kurangnya kesadaran masyarakat untuk datang merekam hingga memang pemilih ini banyak yang statusnya sulit di temui dan pergi merantau saat di data” Tambah Uslimin yang biasa dipanggil Usle ini.

Sambutan dukungan dan komitmen Wakil Bupati Pangkep disampaikan dalam rakor ini yang menyatakan siap mendukung upaya Disdukcapil menuntaskan perekaman baik dari segi anggaran, operasional maupun percepatan perekaman melalui perintah langsung kepada Camat dan desa/lurah untuk mendorong warganya melakukan perekaman KTP-El.

“Pemerintah Daerah siap memfasilitasi ini, sekiranya jauh-jauh hari persoalan ini disampaikan tentu akan jauh lebih cepat kita tangani bersama, percepatan anggaran pembelian alat rekam/cetak yang selama ini menjadi kendala semoga bisa kami bantu percepatan prosesnya sambil alat yang ada saat ini dimaksimalkan oleh Capil dan kendala lainnya seperti Mobil Operasional dan penyampaian ke camat/desa akan dilakukan” Jelas Syahban Syammana.

Adapun DPT Pemilu 2019 sejak di tetapkan bulan Desember 2018 yang lalu sebanyak 243.096 dan sekitar 21.929 yang sempat dinyatakan belum melakukan perekaman KTP-El hingga akhirnya tersisa sekitar 14.040 yang masih belum dipastikan memiliki KTP+EL. (*)

Catat! Ini 8 Oleh-oleh Khas Pangkep yang Patut Dibawa Pulang

PANGKEP, JURNALPOST – Kabupaten Pangkep juga dikenal dengan Kabupaten Tiga Dimensi karena memiliki struktur wilayah yaitu daratan, pegunungan, dan kepulauan. Kabupaten yang luas daratannya hampir sama dengan Kota Jakarta itu memiliki kekayaan alam yang tak kalah dengan daerah lain. Berkunjung ke Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), tak lengkap rasanya jika tak tidak mencicipi dan membawa pulang buah tangan. Catat, berikut delapan oleh-oleh khas yang bisa jadi rekomendasi bagi Anda pecinta kuliner yang yang wajib kamu bawa pulang saat berkunjung ke Pangkep:

Jeruk Besar

Jeruk Besar Pangkep
Jeruk Besar Pangkep sumber foto: padanglampe.desa.id

Kabupaten Pangkep terkenal dengan buah jeruknya. Ya Buah jeruk besar ini bisa kamu jumpai di pinggir jalan poros Kecamatan Ma’rang – Segeri kabupaten Pangkep. Selain itu, bagi penikmat oleh-oleh jeruk besar ini bisa kamu petik langsung sensasi panen di kebun sendiri layaknya wisata di Mekar Sari.

Kacang Tanah

Kacang Tanah
Kacang Tanah sumber foto: fotolepascom.blogspot.com

BACA JUGA : 11 Obyek wisata Andalan Kabupaten Pangkep layak Anda Kunjungi

Pangkep memiliki wilayah pegunungan yakni Kecamatan Tondong Tallasa yang terkenal sebagai penghasil kacang tanah. Bagi pengunjung dari luar Pangkep kacang tanah menjadi oleh-oleh khas asal Pangkep. Harganya Rp 12 ribu per liter tergantung jenis kacang dan bisa didapatkan di Desa Tondongkura, Kecamatan Tondong Tallasa, Pangkep.

Kue Dange

kue dange khas pangkep
Kue Dange Khas Pangkep

Penganan khas dari pangkep ini dibuat dari beras ketan hitam, parutan kelapa dan gula merah. cara membuatnya tergolong unik karena cetakan kue terbuat dari tanah diliat yang dibakar. Orang Pangkep menyebutnya dengan sebutan “Dange”. Kamu dapat menemukannya di Jalan Makassar-Pare-pare (Kecamatan Mandalle) disana kamu akan menemukan deretan panjang warung-warung penjual kue dange dan merupakan sentra penjualan kue dange.

Kerupuk dan Sirup Rumput Laut

Kerupuk dan Sirup Rumput Laut

Sebagian daerah pesisir di Kabupaten Pangkep seperti Kecamatan Marang membudidayakan rumput laut. Selain sebagai bahan kue, masyarakat juga mengelolanya menjadi kerupuk rumput laut dan sirup rumput laut. Harganya sirup rumput laut Rp 8 ribu dan kerupuk Rp 5 ribu. Bisa didapatkan di Desa Pitusunggu, Kecamatan Ma’rang.

Udang dan Ikan Bandeng

Udang dan Ikan Bandeng

Udang dan ikan bandeng menjadi oleh-oleh wajib jika berkunjung ke Pangkep. Jenis udang khas Pangkep sangat berbeda dengan daerah lainnya karena menggunakan udang jenis vanamae. Harganya bervariasi mulai dari Rp 50 ribu per kg udang hingga Rp 100 ribu. Ikan bandeng mulai Rp 8 ribu per ekornya dan bisa kamu dapatkan di pesisir wilayah Labakkang atau di Pasar sentral Pangkep.

Abon Ikan Bandeng

Abon Ikan Bandeng
Abon Ikan Bandeng sumber foto : ukmpangkep.blogspot.com

Jenis abon dari bahan ikan bandeng juga menjadi salah satu yang banyak dijual di Kabupaten Pangkep. Cita rasa ikan bandeng yang dikemas dalam abon menambah selera makan jika disajikan dengan nasi hangat. Harganya berkisar Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu dan tersebar di toko-toko oleh di Pangkep.

Ikan BADURI (Ikan Bandeng Tanpa Duri)

Ikan Bandeng Tanpa Duri
Sumber Foto: Facebook UMKM Kab Pangkep

Ikan bandeng tanpa duri ini menjadi oleh-oleh khas jika berkunjung ke Pangkep, karena selain harganya murah para pengunjung juga tidak usah repot-repot mengerjakan durinya. Semua duri sudah tercabut dan tinggal diolah ke dalam masakan. Praktis dan cepat. Harganya mulai Rp 8 ribu per ekornya tergantung besar ikan. Bisa didapatkan di Jl. Sultan Hasanuddin No.33, Kec.Pangkajene, Kab.Pangkep (GALLERI Pusat Produk oleh-oleh khas Pangkep)

Kerupuk Kepiting Rajungan

Kerupuk Kepiting Rajungan

Kepiting rajungan sangat lezat jika diolah menjadi kerupuk. Rasanya gurih dan dijamin ketagihan. Sari kepiting rajungan ini kemudian dicampurkan ke dalam adonan hingga membentuk kerupuk. Harga Rp 10 ribu dan bisa di dapatkan di Desa Pitue, Kecamatan Ma’rang, Pangkep.

Beberapa pilihan di atas dapat menjadi pertimbangan Patut dibawa pulang ketika kamu berkunjung ke Pangkep. Selamat berbelanja!!

Wujudkan Kepedulian IKA SMANSA Pangkep adakan Bakti Sosial

IKA SMANSA Pangkep

JURNALPOST, PANGKEP – Ikatan Alumni (IKA) SMANSA Pangkep bidang pengabdian masyarakat melakukan kegiatan bakti sosial berupa bedah Rumah (Renovasi Rumah) yang dilaksanakan di Kampung Malise, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Sabtu 09/02/2019). Hal ini merupakan sebagai wujud peran serta IKA SMANSA sebagai mitra Pemerintah.

Menurut ketua bidang pengabdian masyarakat IKA SMANSA Pangkep, Venice Irianto, menuturkan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan program kerja IKA SMANSA Pangkep periode 2018 – 2022.

Foto sebelum di Bedah
Foto sebelum di Bedah
Foto sesudah di Bedah
Foto sesudah di Bedah

Hal ini merupakan wujud rasa kesetiakawanan sosial dan kepedulian terhadap masyarakat yang berada dibawah garis kemiskinan utamanya kepada para lansia.

“Kami berempati kepada para lansia yang mempunyai rumah tidak layak huni dan memilah yang sangat mendesak mengingat musim hujan para lansia membutuhkan perhatian lebih” Ujarnya

Lanjut ai juga menambahkan setelah acara ini akan dilanjutkan pemeriksaan kesehatan dan pembagian Sembako yang telah rutin mendapat perhatian dari IKA SMANSA Pangkep.

Ketua IKA SMANSA Pangkep H. Adnan Muis melalui pesan WA mengatakan bahwa kegiatan bakti sosial, Baik bedah Rumah maupun kegiatan sosial lainnya merupakan aplikasi dari program kerja yang telah dirumuskan sebelumnya dan juga merupakan wujud kepedulian IKA SMANSA Pangkep terhadap saudara-saudara kita yang membutuhkan bantuan uluran tangan. Jelasnya (*)

Diamuk Puting Beliung, Kades Mattiro Deceng Imbau Warganya Tidak Melaut

Puting Beliung
Kondisi salah satu rumah milik warga yang diamuk angin puting beliung di Pulau Badi desa Mattiro Deceng, Liukang Tupabbiring, Kamis (17/01). (Foto: Abd Khalid/SimpulRakyat.co.id)

PANGKEP, JURNALPOST – Angin puting beliung menerjang sedikitnya 16 rumah penduduk di Pulau Badi, Desa Mattiro Deceng, kecamatan Liukang Tupabbiring, Pangkep, Kamis (17/01).

Kepala Desa Mattiro Deceng, Hasrar saat dihubungi via handphone miliknya membenarkan bencana tersebut, dia menyampaikan bahwa musibah itu terjadi sekitar pukul 12.00 Wita.

“Saat kejadian tersebut, sontak membuat warga kami panik, lari berhamburan keluar dari rumah mereka untuk menyelamatkan diri,” katanya.

Hasrar menjelaskan, akibat kejadian ini, ada 16 rumah milik warga mengalami kerusakan, diantaranya 7 rusak berat dan 9 rusak ringan.

“Sebanyak 7 rumah warga kami rusak berat, 9 rumah rusak ringan, ditambah rumah dinas kepala sekolah, dan gedung sekolah juga mengalami rusak ringan,” ungkapnya.

Diketahui, saat ini pemerintah setempat telah melakukan pendataan dan melaporkan ke pemerintah kecamatan Liukang Tupabbiring, BPBD dan Dinas Sosial kabupaten Pangkep.

Atas musibah ini, Kades Mattiro Deceng mengimbau kepada warganya agar kiranya tidak melaut sembari menunggu menunggu cuaca membaik, apatahlagi saat ini cuaca cukup ekstrim.

Sekadar diketahui, sebelumnya Balai Besar Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem yang melanda sebagian besar daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel) di awal tahun 2019.

Dalam dua hari terakhir, Kota Makassar dan sejumlah daerah lain di Sulsel diguyur hujan dengan intensitas lebat hingga ringan tanpa henti. Cuaca ekstrem diperparah dengan petir dan kilat hingga angin kencang. (SimpulRakyat)

Mahasiwa Asal Pangkep raih juara 1 pada ajang kompetisi ITK Think Tank National Business Plan

Mahasiwa Asal Pangkep
Nurchairul Akbar Saad (Hairul) Saat Menerima Penghargaan

PANGKEP, JURNALPOST – Siapa yang tak bangga jika ada putra terbaik dari Kabupaten Pangkajene dan Kepuluan (Pangkep) yang berprestasi baik seperti Nurchairul Akbar Saad (Hairul) yang baru-baru ini meraih juara 1 pada ajang kompetisi ITK Think Tank National Business Plan di Institut Teknologi Kalimantan Balikpapan dalam rangka Dies Natalis ke 4, (Minggu/04/11/2018)

Alumni SMAN 11 Pangkep (SMA 2 Unggulan), Nurchairul Akbar Saad yang akrab disapa Hairul, merasa sangat senang dan bangga ia bersyukur dirinya bisa terpilih menjadi juara pada ajang ini.

“Alhamdulillah sangat bersyukur kepada Allah Swt, rasanya sangat sangat senang bisa menjuarai ajang bergengsi tingkat mahasiswa se Indonesia di bidang Perencanaan Bisnis. Terima kasih atas support yang diberikan oleh semua pihak, terutama orang tua dan dari Kampus (BPAD Laboratorium) ” Ujarnya kepada Jurnalpost.

Pria Kelahiran Pangkajene 10 Maret 1999 sementara menempuh perkuliahan semester 5 di Universitas Telkom, mengungkapkan atas prestasi yang diraihnya semoga dapat menjadi inspirasi bagi pelajar-pelajar di Kabupaten Pangkep.

“Semoga ini bisa menginspirasi pelajar-pelajar di Kab. Pangkep, dapat membuat bangga orang tua, keluarga, dan tentunya daerah kita di Pangkep. Keluarlah dari zona nyaman kalian, jangan takut untuk mencoba hal hal baru, pemerintah Kab. Pangkep telah memberikan banyak support kepada kita, ayo kita manfaatkan ini untuk mencetak generasi generasi unggulan dan generasi yang berprestasi” Pungkasnya.

======
Nurchairul Akbar SaadBiodata :
Nama Lengkap : Nurchairul Akbar Saad (Hairul)
TTL : Pangkajene 10 Maret 1999
Alamat Pangkep: Jl. Bucinri, Kel. Mappasaile, Kec. Pangkajene,
Hobi : Olahraga
Ayah: Mohammad Saad L. S.Sos
Ibu : Almh. Watriani
Jumlah Saudara : 2
Anak ke 2
Asal sekolah : SMA 11 Pangkep

Berita Pangkep: Puskesmas Bungoro Di Kunjungi DPR Australia

JURNALPOST – Akrapan sapa negara kangguru, mengunjungi Puskesamas Bungoro, dengan tujuan peninjauan hasil kerja LSM yang telah di percayai untuk mengelola bidang kesehatan, Komjen Australia makassar bersama mereka yang berjumlah empat orang.

Bupati Pangkep, H. Syamsuddin A Hamid, SE, yang menjemput langsung kunjungan rombongan negara tetangga tersebut yang di ketuai Richard Matheus, Jum’at, 3 Agustus 2018.

Richard mengatakan sangat akrab dengan Pangkep, karena banyak kegiatan di berbagai bidang yang didanai Australia. Misalnya bidang pendidikan dan kesehatan.

Hal itu juga dikatakan Bupati Syamsuddin, menjelaskan jika selama ini kegiatan LSM yang didanai Australia sangat intens di bidang pemberdayaan masyarakat, pendidikan dan kesehatan. Bahkan ia mengakui jika Konjen Australia Matheus sudah banyak mengetahui wilayah Pangkep hingga ke wilayah kepulauan.

Harapan lainnya, Bupati Syamsuddin agar tercipta “sister city” atau kota kembar bagi Pangkep dan daerah di Australia.

Ia akui, Pangkep dengan wilayahnya yang terdiri dari kepulauan, pegunungan dan dataran rendah, sangat membutuhkan perhatian khusus.

Sementara itu Yamin, kepala Puskesmas Bungoro, menjelaskan tentang banyaknya bantuan yang diberikan kepada para tenaga medis dan petugas di puskesmas berupa pelatihan dan workshop. Hal itu untuk dapat meningkat kompetensi para tenaga medis dalam melayani masyarakat.

Para anggota parlemen Australia itu setelah diterima dengan tarian adat, juga mengunjungi beberapa bagian puskesmas tersebut.

- Advertisement -

LATEST NEWS

RANDOM NEWS