Topik: Berita Maros

Memeriahkan Bulan Suci Ramadan, Desa Limapoccoe Cenrana Maros Gelar Festival

Festival Ramadhan

MAROS, JURNALPOST – Berbagai macam cara dilakukan umat muslim dalam memeriahkan Bulan ramadhan, bulan yang penuh sukacita ini bukan hanya ajang meraih pahala sebanyak-banyaknya tetapi juga menjadi momen perekat ukhuwah menjalin silaturahim.

Seperti halnya yang dilakukan oleh sekelompok anak muda dan tokoh masyarakat di Desa Limapoccoe, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros yang memeriahkan bulan suci Ramadan ini dengan sejumlah kegiatan dan lomba keagamaan.

Lomba yang bertajuk Ramadhan Ceria 2019 dengan tema Spirit of Ramadan ini diadakan hampir merangkul semua kalangan mulai anak-anak, dari berbagai perwakilan TPA, remaja hingga dewasa dan ibu-ibu majelis taklim yang ada di Desa Limapoccoe. Kegiatan ini berlangsung setiap hari ba’da ashar dan ba’da shalat tarwih di pelataran Masjid Nurul Amin selama 4 hari mulai tanggal 22 – 25 Mei 2019.

Adapun jenis lomba yang diadakan anatara lain lomba hafalan surah pendek, tadarrus dan tilawah, lomba ceramah dai cilik, fashion show, lomba adzan dan qosidah untuk kalangan Ibu-ibu majelis taklim. Lomba yang berlangsung selama 4 hari ini dimana sesuai dengan jadwal, babak final dan penyerahan hadiah dan trophy akan dilaksanakan pada akhir kegiatan.

Andry salah satu panitia lomba menuturkan bahwa kegiatan ini berlangsung meriah dan sangat antusias dihadiri oleh peserta karna didukung oleh pemerintah setempat dan sejumlah tokoh masyarakat, dimana kegiatan ini bukan hanya sekedar lomba keagaamaan saja tapi juga sebagai ajang perekat tali silaturahim lalu kemudian secara tidak langsung kegiatan ini jg menjadi ajang seleksi bagi pemenang lomba untuk di ikutkan di tingkat kecamatan nantinya.

Citizen Report: Anchas Hasan Cenrana Maros

Pemuda Pemudi Batangase Tamarampu gelar acara buka puasa Bersama Puluhan anak yatim

Pemuda Pemudi Batangase

MAROS, JURNALPOST – Puluhan pemuda pemudi yang tergabung dalam organisasi Batangase Tamarampu (Batara) Kecamatan Mandai Kabupaten Maros menggelar acara buka puasa bersama anak yatim.

Acara buka puasa bersama tersebut dilakukan di Panti Asuhan Assalam, yang terletak di Jalan Poros Maros – Makassar di Mandai Maros, Sabtu (17/5/2019).

Sebelum buka puasa bersama, Batara terlebih dahulu memberikan sembako dan santunan kepada 52 orang anak yatim piatu di panti asuhan tersebut.

Ketua Batara Mandai Maros, Muh Nur Parawansyah mengatakan, kegiatan sosial ini kembali terselenggara atas inisiatif pemuda pemudi milenial di organisasi Batara.

“Kegiatan ini sebagai sarana mempererat tali sialturahmi, juga mengembangkan rasa peduli di bulan yang penuh berkah ini,” ujarnya.

Sementara itu, Pimpinan Panti Asuhan Assalam, Syamsu Rijal menyampaikan terima kasih kepada para pemuda pemudi Batara yang telah berkunjung dan memperhatikan anak yatim.

“Terimakasih kepada seluruh pemuda pemudi Batara, yang telah memperhatikan kami, semoga organisasi ini lebih baik lagi dan tetap solid,” ungkapnya.

Selain menggelar buka puasa bersama, sebelumnya juga telah dilaksanakan kegiatan bagi-bagi penganan buka puasa secara gratis untuk mengendara yang melintas di jalan poros Maros – Makassar. (*)

Karts Rammang Rammang akan dijadikan lokasi wisata yang lebih nyaman dan aman

Karts Rammang Rammang
Karts Rammang Rammang foto : Palontaraq

MAROS, JURNALPOST – Pemkab Maros melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) akan menata dan mengembangkan kawasan wisata karts Rammang Rammang sebagai destinasi yang ramai dikunjungi wisatawan.

Untuk tahap awal, Disbudpar Maros akan mengucurkan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2019 untuk membangun jalan setapak sepanjang 600 meter di kawasan wisata yang terletak di Desa Salenrang Kecamatan Bontoa itu.

Kepala Disbudpar Maros, Muh Ferdiansyah mengatakan, pihaknya akan terus berbenah meningkatkan minat wisatawan lokal maupun asing untuk datang ke Maros.

“Rammang Rammang akan dijadikan lokasi wisata yang lebih nyaman dan aman,” ujarnya, kepada wartawan. Jumat (8/3/2019).

Selanjutnya, untuk memaksimalkan pembangunan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada bidang pariwisata, Disbudpar Maros akan menarik retribusi jasa pariwisata.

Penerapan retribusi di Rammang Rammang tersebut berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) Maros Nomor 33 Tahun 2015 Tentang Perubahan Tarif Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga.

Selama ini, Pemkab Maros belum menarik retribusi dari Rammang Rammang, padahal sudah ada aturan tentang penarikan retribusi tersebut.

Penerapan retribusi tersebut telah dibahas oleh Wakil Bupati Maros, Harmil Mattotorang bersama Disbudpar Maros, camat, kepala desa dan lurah terkait, serta kelompok kerja (Pokja) Rammang Rammang.

Meski akan ditarik retribusi jasa pariwisata, namun pengelolaan Rammang Rammang akan tetap melibatkan warga melalui kelompok sadar wisata. (*)

SPIDI Maros Bekali Siswi dengan Pengetahuan Dunia Digital

Seminar dunia digital SPIDI Maros
Seminar dunia digital SPIDI Maros

MAROS, JURNALPOST – Media sosial seperti facebook, instagram, youtube, tumbler, twitter dan lain-lain adalah hal yang semakin tidak mudah untuk dihindari. Menjangkiti para remaja.

Dunia digital atau dunia maya memiliki dua sisi, posisitif dan negatif. Konten-konten yang beredar di dalamnya bervariasi. Ada yang membangun dan menumbuhkan jiwa positif. Namun ada juga malah sebaliknya, justru merusak jiwa anak-anak dan remaja.

Tidak hanya menjadi media penyebaran informasi valid, namun kadang disalahfungsikan oleh sebagian oknum dengan menjadikannya sebagai pusat penyebaran berita hoax.

Hal ini menarik perhatian banyak kalangan, dari pemerintah, para jurnalis profesional hingga instansi pendidikan.

Konten negatif atau berita hoax tentu sangat mengkhawatirkan dan sangat berpengaruh pada masa depan generasi penerus bangsa. Karena itu, sangat penting bagi remaja dibekali edukasi bagaimana berinternet sehat dan aman.

Hal itu menjadi paparan dalam seminar bertajuk “We Are Ready For Digital World”, yang digelar Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI) Maros, Selasa (26/2/2019).

Seminar ini sebagai edukasi konten media sosial yang baik dan bermanfaat agar para siswi dapat menggunakan facebook, instagram youtube atau medsos lainnya lebih bijak dengan menampailkan pemateri penggiat dunia digital, yang juga pengurus Komunitas Blogger Maros, Abdillah SAS.

Dalam paparannya, youtuber, anggota FLP Maros dan blogilicious, dan relawan kemanusiaan PMI Maros itu mengajak siswi membekali diri dengan ilmu internet sehat, aman, dan menjadi conten creator di internet.

“Contoh berinternet sehat dan aman adalah pengguna medsos mampu menfilter informasi. Bagaimana caranya? Yaitu bekali diri dengan pengetahuan tentang baik dan buruk, norma, agama, hukum, mengajak orang-orang di sekitar melakukan hal-hal positif, produktif buat tulisan dan video seperti dakwah dan edukasi,” ungkapnya.

Sebelumnya, pada Kamis 14 Februari lalu, siswi SPIDI Maros mengikuti workshop “360 Coaching Clinic Jurnalis Pertelevisian” di Baruga Anging Mammiri Makassar.

SPIDI Maros dikenal sebagai intansi pendidikan modern Islamic Boarding School berbasis teknologi. (*)

Daftar DPD, Rudihartono Serahkan 3000 Lebih KTP

JURNALPOST, MAROS – Pengusaha dan entrepreneaur muda asal Kabupaten Maros, Rudihartono, mendaftarkan diri sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di KPU Sulsel, Kamis (26/4/2018).

Daftar DPD, Rudihartono Serahkan 3000 Lebih KTP
Pengusaha dan entrepreneaur muda asal Kabupaten Maros, Rudihartono, mendaftarkan diri sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di KPU Sulsel, Kamis (26/4/2018)

Di KPU, ia menyerahkan berkas dukungan KTP warga sebanyak 3000 lembar lebih. “Masih ada ribuan berkas dukungan lainnya kita siapkan,” katanya, kemarin.

Rudihartono adalah mantan PNS lingkup Pemkab Maros yang pernah menjadi penulis naskah Pidato Bupati Maros. Ia mengundurkan diri sebagai PNS Maros tahun 2015.

Hijrah dari profesinya sebagai PNS, ia kemudian fokus mengembangkan usahanya di bidang layanan jasa pembayaran online dengan menjadi founder PT Trisari Group dengan jangkauan bisnis tersebar di Sulawesi, Jawa, dan provinsi lainnya di Indonesia.

Beberapa kali meraih penghargaan di bidang kewirausahaan, ia juga juga sering diundang menjadi pembicara di beberapa kegiatan kewirausahaan pemuda. Selain itu, ia juga aktif di organisasi KAHMI, Karang Taruna, dan KNPI Maros.

Sebagai pengusaha yang telah melahirkan dan menggerakkan ribuan pengusaha UMKM di Sulsel dalam hal payment online dan IT, Rudi, sapaan Rudihartono, berharap semua stakeholder tetap mendorong lahirnya enterprenuer-enterprenuer muda hingga pelosok desa seiring perkembangan teknologi yang ada saat ini.

“Lahirnya entreprenuer baru secara otomatis akan mengurangi pengangguran, terbukanya pekerjaan baru, dan pada akhirnya meningkatkan penghasilan ekonomi keluarga yang berimbas pada menurunnya angka kemiskinan,” katanya.(*)

Lantik MNU Maros, Majdah Himbau Perkuat Pengurus Ranting

Jurnalpost – Ketua Pimpinan Wilayah Muslimat Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan, Majdah Agus Arifin Nu’mang resmi melantik Pengurus PC Muslimat NU Kabupaten Maros, 13 Pimpinan Anak Cabang Muslimat NU sekabupaten Maros yang dirangkaikan Deklarasi dan Penandatangan sebagai Laskar Anti Narkoba yang diikuti Rais Syuriah NU Sulsel, Ketua PW Muslimat NU Sulsel, Pemkab Maros, Ketua Muslimat NU Maros, GP Ansor NU, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, dan seluruh kader Muslimat NU di Maros, Minggu (20/11) di Ruang Pola Kantor Bupati Kabupaten Maros.

Lantik MNU Maros, Majdah Himbau Perkuat Pengurus Ranting

Dalam sambutannya Ketua PC Muslimat NU Maros, Mardiah mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Ketua PW Muslimat NU Sulsel, Ibu Majdah Agus AN yang telah memotivasi kepengurusan Muslimat NU Maros, sehingga eksistensi kami selaku pengurus mampu mengembangkan Muslimat sampai ke tingkat ranting.

“Selain itu kami bertekad bersatu padu bersama seluruh kader untuk memberantas Narkoba, mendukung rehablitasi korban penyalahgunaan Narkoba, dan akan melakukan gerakan masif sedini mungkin untuk menghindarkan Narkoba dari keluarga.” Tambahnya.

Bupati Kab. Maros yang diwakili Asisten I Pemkab Maros, A Arifuffin dalam sambutannya tak lupa mengucapkan atas dilantiknya PC dan PAC Muslimat NU Kabupaten Maros, semoga amanah. Tak lupa kami sampaikan bahwasanya setiap organisasi akan mendapati permasalahan SDM, olehnya itu kami berharap kepada NU, Muslimat NU, Ansor, IPNU, IPPNU, dan Badan Otonom lainnya untuk mengambil peran dan membantu Pemerintah dalam hal mencerdaskan masyarakat Maros.

Ketua PW Muslimat NU Sulawesi Selatan, Majdah Agus Arifin Nu’mang dalam sambutannya mengapresiasi atas dilantiknya PC dan PAC Muslimat NU Maros, keberadaan pengurus PAC tentunya menjadi program utam PW untuk membangun jaringan Muslimat NU sampai ke pelosok desa/kelurahan, karena kekuatan Muslimat sesungguhnya ada pada kepengurusan Anak Cabang dan Anak Ranting sebagai perpanjangan tangan untuk menyebarkan paham Islam Ahlusunnah Wal Jamaah Annahdliah.

“Selain itu dengan adanya Deklarasi Laskar Anti Narkoba yang merupakan program nasional Muslimat NU sebagai upaya untuk bahu membahu dalam mereduksi korban penyalahgunaan Narkoba, melawan penyebaran Narkoba, tentunya dimulai dari keluarga masing-masing.” Tambah Majdah yang Rektor Universitas Islam Makassar.

Rais Syuriyah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan, Anregurutta KH. M. Sanusi Baco dalam tausiahnya menyinggung tentang pentingnya amanah, menurutnya manusia adalah satu-satunya makhluk yang berakal yang siap mengembang amanah, bahkan seluruh langit serta isinya tak mampu memikul amanah yang diberikan oleh Allah Swt., olehnya itu kepada seluruh pengurus yang telah dilantik memiliki tanggung jawab untuk memajukan Muslimat NU didaerahnya masing-masing.

“Jadi jabatan yang kita terima adalah amanah dari Allah, terkait masalah keterlibatan Muslimat NU dalam memberantas Narkoba, tentunya ini perlu kita apresiasi bersama dan bersama-sama untuk membangun keluarga yang jauh dari bahaya Narkoba.” Tambah Gurutta Sanusi yang juga Ketua Umum MUI Sulsel.

Tampak hadir Kepala Kementerian Agama Kabupaten Maros Syamsuddin, Ketua Fatayat NU Maros, Ketua GP Ansor Maros, Wakil Sekretaris IPNU Sulsel, Muhammad Faqih, Ketua IPNU Maros Fudail, dan Ketua Lembaga Nahdlatul Ulama Kab. Maros.

Penulis: Andy Muhammad Idris (Melaporkan dari Maros)

Keroyokan Awasi Guru Terbukti Efektif Tingkatkan Kenerja Guru

MAROS, Sulawesi Selatan, Jurnalpost – Berdasarkan Survey yang dilakukan oleh PISA (Program for International Student Achievement) dan OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) tahun 2012, 76% siswa Indonesia pencerapan terhadap pelajaran matematikanya rendah dan sangat rendah. Uji kompetensi guru yang dilaksanakan oleh pemerintah tahun 2015 mempertegas bahwa hal itu disebabkan oleh rendahnya kemampuan guru dalam mengajar. Nilai UKG tahun 2015 menunjukkan rata-rata nilai kompetensi guru masih dibawah standar yaitu hanya 53 dari nilai maksimal 100. “Rendahnya pencerapan siswa sebenarnya hampir terjadi di semua pelajaran dan tentu saja kompentensi guru adalah salah satu penyebabnya,” ujar Jamaruddin Provincial Coordinator USAID PRIORITAS Sulsel di kantornya (31 Agustus 2015)

Ibu Nurcaya, Pengawas Maros sedang mengawasi pelatihan guru
Ibu Nurcaya, Pengawas Maros sedang mengawasi pelatihan guru

Sayangnya, kepala sekolah dan pengawas, yang seharusnya mampu menilai kemampuan guru mengajar dan membina mereka menjadi lebih baik, tidak memiliki kapasitas memadai untuk melakukan hal tersebut. Rata-rata hasil nilai uji kompetensi pengawas secara nasional tahun 2015 cuma 41, 49, dan kepala sekolah cuma 45,92 jauh dibawah nilai maksimal 100. Ujung-ujungnya berakibat pada rendahnya kapasitas siswa. “Pada akhirnya yang jadi korban selalu siswa dan masa depan bangsa ini,”tegas Jamaruddin.

Mencermati rendahnya kapasitas kepala sekolah, Ibu Nurcaya, pengawas sekolah di Maros memiliki cara unik tersendiri untuk mengatasi hal tersebut. Dia mengorganisasi kepala sekolah untuk bersama-sama mengawasi satu guru saja pada jadwal yang sudah ditentukan bersama. “Banyak guru setelah diawasi malah protes dengan nilai yang diberikan. Hasil penilaian supervisi kepala sekolah sering tidak konsisten. Kebanyakan karena supervisor atau kepala sekolah sendiri tidak mengetahui secara persis aspek-aspek yang dinilai dalam supervisi, misalnya saja mereka kurang mengetahui aspek yang dinilai pada pokok melayani perbedaan individu dan indikator-indikatornya,” ujarnya.

Sebagai seorang pengawas yang memantau pelaksanaan kegiatan supervisi tersebut, Ibu Nurcaya kemudian menggagas supervisi kepala sekolah secara berkelompok kecil (2-3 orang). Selama ini supervisi dilaksanakan sendiri-sendiri. “Dengan supervisi kelompok ini, saya berharap masing-masing individu saling bisa belajar dan saling mengisi dalam memahami instrument-instrumen pengawasan,” ujarnya.

Gagasan ibu Nurcaya diterima dengan baik oleh para kepala sekolah di salah satu gugus kecamatan di Turikale Maros. Mereka langsung membuat jadwal dan mengangkat ketua kelompok masing-masing. Ketua kelompok ini merupakan orang-orang yang sebelumnya pernah dilatih baik mengenai pengawasan sekolah maupun pembelajaran oleh USAID PRIORITAS, sehingga dianggap mampu menularkan ilmunya kepada yang lain. Para kepala sekolah sebelumnya juga difasilitasi memahami instrumen yang akan digunakan dengan dipandu oleh masing-masing ketua kelompok dan ibu Nurcaya sebagai pengawas menjadi nara sumber. Mereka mendiskusikannnya hingga semua indikator yang akan diamati terpahami secara baik oleh masing-masing kepala sekolah.

Sesuai jadwal, mereka kemudian melakukan pengawasan satu guru di satu sekolah secara bersama dengan menggunakan instrumen yang sama pula. Setelah pengamatan selesai, kelompok tersebut menganalisis secara bersama hasilnya dan membuat kesimpulan serta rekomendasi dari obyek yang sama pula untuk menyusun program perbaikan kualitas pembelajaran berikutnya. Analisis dan refleksi ini dilakukan di sekolah. Selanjutnya hasilnya diteruskan kepada guru yang bersangkutan. Refleksi juga dilakukan di kelompok besar MKSS dengan melibatkan pengawas, yang memberikan penguatan lebih lanjut. Dengan refleksi di MKKS, maka semua kepala sekolah juga mendengar, bisa ikut belajar dan memberi masukan.

Ternyata dengan cara demikian, kapasitas mengawasi dan membina guru oleh kepala sekolah naik dengan pesat. Ini terbukti dengan kemampuan mengoperasionalisasikan penilaian dengan lebih detail dan terperinci. Mereka juga mencatat fakta-fakta pembelajaran dengan lebih banyak. “Hasil evaluasi menunjukkan mereka sangat puas dengan kegiatan ini dan bahkan berharap sebenarnya kegiatan seperti ini dilakukan sejak dulu, supaya nilai mereka lebih meningkat dalam UKKS dan lebih bisa meningkatkan kapasitas guru,” ujar Nurcaya.

Balai TN Babul Uji Coba Penerapan SOP Tata Tertib Pendakian Gunung Bulusaraung

Maros, Jurnalpost – Balai TN Babul Uji Coba Penerapan SOP Tata Tertib Pendakian Gunung Bulusaraung Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul) melakukan uji coba penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Pengunjung dan Tata Tertib Pendakian Gunung Bulusaraung Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan.

Balai TN Babul Uji Coba Penerapan SOP Tata Tertib Pendakian Gunung Bulusaraung

Kepala SPTN Wilayah I Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung Daniwari Widiyanto mengemukakan, uji coba ini bertujuan untuk memberikan pelayanan prima kepada pengunjung dan mempertahankan kelestarian daya tarik objek wisata Gunung Bulusaraung melalui penerapan tata tertib pendakian.

“Uji coba ini berlangsung pada 22-23 Oktober lalu di Pos Pelayanan Pengunjung Gunung Bulusaraung Desa Tompobulu Kecamatan Balocci Kabupaten Pangkep,” ujarnya.

Ditambahkannya, SOP Pelayanan Pengunjung menjelaskan mengenai mekanisme atau tahapan yang harus dilalui pengunjung saat mengunjungi Gunung Bulusaraung, sedangkan Tata Tertib Pendakian mengatur hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh pengunjung selama melakukan aktivitas pendakian, baik di lingkungan Desa Tompobulu maupun dalam kawasan taman nasional.

Uji coba penerapan SOP dan Tata Tertib Pendakian Gunung Bulusaraung dilakukan oleh Satuan Tugas (satgas) Pelayanan Pengunjung yang terdiri dari Polisi Hutan (Polhut), Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) dan tenaga kontrak Balai Tn Babul serta masyarakat Desa Tompobulu melalui Kelompok Pengelola Ekowisata (KPE) Dentong.

“Pengunjung didorong untuk berpartisipasi aktif dalam mewujudkan kegiatan wisata alam di Gunung Bulusaraung yang tertib, aman, nyaman, dan lestari melalui pemberian edukasi konservasi dan nilai-nilai budaya lokal Desa Tompobulu,” paparnya.

Selanjutnya disampailan bahwa upaya meningkatkan kesadaran pengunjung tersebut juga dilakukan melalui proses pemeriksaan barang bawaan dan sampah pada saat check in dan check out oleh pengunjung bersama-sama dengan satgas pelayanan pengunjung.

Pelayanan pengunjung dibuka pada pukul 07.00-23.00 wita setiap harinya, tercatat sebanyak 269 orang pengunjung terdaftar sebagai pengunjung resmi pada 22-23 Oktober setelah melewati seluruh proses yang ditentukan.

“Uji coba ini berjalan dengan tertib dan lancar, pengunjung dengan sukarela menitipkan barang bawaan yang tidak boleh dibawa naik seperti detergen, sabun, pasta gigi, shampoo, alat musik, alat tulis, dan lain-lain. Barang bawaan ini sebagaimana diatur dalam tata tertib pendakian yang kemudian diambil kembali pada saat check out,” tambahnya.

Jumlah sampah yang dibawa turun oleh pengunjung dalam kegiatan tersebut sebanyak tujuh karung, dengan memberlakukan sistem reward and punishment bagi pengunjung terkait sampah.

Pengunjung yang membawa turun sampah tidak sesuai (kurang) dari daftar yang diisikan dalam formulir sampah dikenakan sanksi denda sebesar Rp2000 per item dan pengunjung yang membawa turun sampah lebih dari daftar dalam formulir sampah diberikan souvenir berupa gantungan kunci, sticker dan lain-lain.

Penerapan SOP Pelayanan Pengunjung dan Tata Tertib Pendakian Gunung Bulusaraung selanjutnya akan dilakukan setiap Sabtu dan Minggu, pada akhir pekan tersebut tingkat kunjungan tinggi.

“Diharapkan dengan dilaksanakannya kegiatan ini secara rutin akan mampu meningkatkan kenyamanan pengunjung, mengurangi dampak negatif yang disebabkan sampah dalam kawasan dan wilayah Desa Tompobulu, mencegah tindakan vandalisme, mengurangi resiko kecelakaan pengunjung, dan menjaga daya tarik wisata alam Gunung Bulusaraung,” pungkasnya.

Syahrul dan Agus Kompak Hadiri Hari Jadi Ke-57 Kab Maros

Maros, Jurnalpost – Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo dan Wakil Gubenur Sulawesi Selatan Agus Arifin Nu’mang menghadiri Hari Jadi Ke-57 Kabupaten Maros, Kamis (21/7) di Gedung Serba Guna Kantor Bupati Maros

Syahrul dan Agus Kompak Hadiri Hari Jadi Ke-57 Kab Maros

Agus baru saja pulang dari Kabupaten Tana Toraja untuk membuka secara resmi Sidang Sinode Am XXIV Gereja Toraja, Rabu (20/7) melalui kendaraan roda empat, namun tak sedikitpun tampak kelelahan, justru Agus kompak bersama Komandan sapaan akrab Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menghadiri Hari Jadi ke-57 Maros.

Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu’mang, saat ini kurang lebih 8 tahun telah memimpin Sulawesi Selatan, begitu banyak perubahan dan pembangunan, telah ditorehkan.

Disela-sela menghadiri Hari Jadi Maros, Agus tak lupa mengajak selfie SYL, disaksikan Kapolda Sulsel Irjen Pol Anton Charliyan, Bupati Maros Hatta Rahman, dan Ketua DPRD Sulsel Moh Roem.

Penulis: Andy Muhammad Idris

Pengawas Sekolah Dilatih Memantau Kemajuan Literasi Sekolah

Maros, Sulawesi Selatan, Jurnalpost – Selama ini pengawas sekolah tidak dibekali bagaimana memantau tingkat kemajuan literasi di sekolah. Mereka lebih banyak dilatih memantau aspek-aspek pembelajaran dan manajemen sekolah. Aspek-aspek yang terkait bagaimana sekolah mengembangkan budaya baca tidak mendapatkan perhatian.

Pengawas Sekolah Dilatih Memantau Kemajuan Literasi Sekolah
Alimuddin Assegaf, salah satu pengawas sekolah dasar Maros sedang memantau budaya baca di Sekolah Dasar 111 Polejiwa Maros saat praktik pemantauan sekolah di Maros (25 Mei 2016)

“Literasi merupakan salah satu pondasi utama peningkatan kapasitas anak didik. Sekolah-sekolah ke depan harus berbasis literasi, artinya membaca dan menghasilkan karya menjadi dasar semua gerakan dan kegiatan sekolah,” ujar Jamaruddin, Koordinator Provinsi USAID PRIORITAS Sulawesi Selatan disela-sela kunjungannya ke Maros (25 Mei 2016).

Kunjungan tersebut untuk melihat 42 pengawas sekolah Kabupaten Maros praktik melakukan pemantuan kemajuan sekolah dasar dan menengah yang ada di Maros, setelah sehari sebelumnya menerima piloting project pelatihan modul baru USAID PRIORITAS khusus untuk peningkatan kualitas supervisi para pengawas sekolah.

Menurut Jamaruddin, sekolah penting didorong untuk berbasis literasi. “Secara agama, membaca adalah perintah Tuhan yang pertama,” ujarnya.
Karena sekolah idealnya berbasis literasi, para pengawas sebagai pembina dan tenaga monitoring dan evaluasi sekolah, menurut Jamar, semestinya tahu bagaimana menilai dan mendorong sekolah untuk bisa berbasis literasi.

“Dengan pelatihan ini, selain berkaitan dengan pembelajaran dan manajemen sekolah, para pengawas dilatih memantau sekolah agar bisa berbasis literasi atau siswa terbiasa membaca dengan berbagai program yang rutin dan menarik,” ujar Jamaruddin.

Di lembar pemantauan budaya baca, para pengawas diminta untuk meninjau beberapa hal; apakah ada jadwal rutin membaca diluar membaca buku pelajaran? Apakah ada kegiatan yang mendorong anak menjadi berminat membaca, misalnya guru membaca dongeng? Adakah fasilitas sekolah yang mendekatkan siswa terhadap buku, misalnya sudut baca, taman baca dan lain-lain? Bagaimana peranan orang tua siswa dalam program membaca?

Bagaimana sekolah menjamin ketersediaan buku? Apakah program budaya baca tercantum dalam perencanaan dan penganggaran sekolah? Apakah para guru dan pendidik lain sudah memberikan tauladan pada siswa dengan rajin membaca, dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan sekolah supaya bisa berbasis literasi.

Jamaruddin berharap setelah pelatihan, seluruh pengawas di Maros yang telah dilatih benar-benar mengimplemtasikan ilmunya. “Setelah meninjau sekolah, dan melihat budaya bacanya kurang, mereka diharapkan memberi solusi, membinanya dengan baik. Ketika dilihatnya banyak kemajuan, mereka diharapkan bisa menyebarkan cara mencapai kemajuan tersebut ke sekolah lain,” ujarnya.

Indonesia merupakan salah satu negara yang paling rendah tingkat literasi di seluruh dunia. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Central Connecticut State University tahun 2016, Indonesia berada di nomor 60 dari 61 negara yang diteliti.

“Berdasarkan penelitian itu, negara yang literasinya rendah, warganegaranya cenderung suka kekerasan dan melanggar hak orang lain, miskin, tidak cerdas dan kurang gizi,” tutup Jamaruddin.

- Advertisement -

LATEST NEWS

RANDOM NEWS