Topik: Berita Bulukumba

Menuju Universitas, Ketua STKIP Muhammadiyah Bulukumba Sambut Baik Dosen

STKIP Muhammadiyah Bulukumba

BULUKUMBA, JURNALPOST – Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Kabupaten Bulukumba akan berubah status menjadi Universitas. Sesuai diberitakan dibeberapa media baik media online maupun cetak.

Ketua STKIP Muhammadiyah Bulukumba Drs. Jumasse Basra, M.Si mengatakan dalam sambutannya di depan dosen tim perubahan status STKIP menjadi Universitas. Pertemuan ini kata Jumasse, dalam rangka pravisitasi STKIP menjadi Universitas Muhammadiyah.

“Insyaallah STKIP Muhammadiyah Bulukumba akan segera di visitasi dalam waktu dekat ini, jadwal dan waktunya terus dikomunikasikan dengan tim yang akan turun,” kata Jumasse sesuai keterangan tertulisnya Senin, 18 Februari 2019.

Sementara itu, Jumasse melanjutkan bahwa, sebagai kampus yang telah banyak melahirkan tenaga pendidik dan ribuan lulusan telah tersebar diberbagai daerah. Sehingga menyambut baik kedatangan para dosen yang bergabung dalam mengawal proses perubahan status STKIP Muhammadiyah Bulukumba.

“Insyaallah jurusan yang akan segera di visitasi ada 4 prodi yaitu Perencanaan Wliayah kota (PWK) Aktuaria, Kimia, dan Peternakan. Juga selain itu, ada 3 prodi yang dalam proses pembenahan yaitu Biologi, Agrebisnis dan Agrotekhnologi,” ungkap Jumasse pada pertemuan itu di Aula Kampus 1 STKIP Muhammadiyah Bulukumba Sabtu, 16 Februari 2019 .

Selain itu, pada pertemuan pravisitasi tersebut, ketua Badan Pengurus Harian (BPH) STKIP Muhammadiyah Bulukumba H. Ahmad Damsi, M.Si. Juga menyambut baik kehadiran para dosen tim perubahan status STKIP Muhammadiyah Bulukumba.

“Saya selaku ketua BPH, memang harus terus mensupport para dosen tim perubahan status STKIP Muhammadiyah Bulukumba,” jelas Ahmad.(Rls)

Masyarakat Keluhkan atas Blangko dan Tinta Habis Disdukcapil Bulukumba

JURNALPOST.COM, BULUKUMBA — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bulukumba kehabisan Blangko dan tinta KTP-EL. Sehingga beberapa hari  Disdukcapil terpaksa mengeluarkan Surat Keterangan (Suket).

Kepala Dinas  Disdukcapil Bulukumba, Andi Mulyati Nur, pada saat di temui awak media, ia mengatakan Blangko dan Tinta KTP-EL ini habis. Sehingga Disdukcapil harus menerbitkan Suket. Masyarakat diharapkan paham dan bersabar, sampai dengan pengadaan tinta KTP-EL ini selesai hingga Januari.

“Ya, kami terpaksa mengeluarkan Suket karena belum bisa melakukan pencetakan KTP-EL. Tinta untuk mencetak KTP-EL kita habis, kami masih menunggu pengadaan dari pusat dan perusahaan pemenang tender, yang dipastikan tinta itu dikirim pada akhir Januari,” kata Mulyati, Selasa 8 Januari 2019.

Ia melanjutkan, dengan habisnya stok tinta KTP-EL ini, karena adanya peningkatan permintaan pencetakan KTP-EL dari masyarakat. Disebabkan oleh dorongan dan kesadaran pelaksanaan Pilkada Serentak 2019 dan pengurusan administrasi lainya berbasis KTP-EL.

“Ini sebagai indikator yang baik bagi masyarakat bulukumba. Tingkat kesadaran masyarakat bulukumba sudah mulai baik,” ungkap Mulyati, sesuai dilansir MitraIndonesia.net.

Selain itu, masyarakat Bulukumba sesuai dilansir pedulirakyat.co.id Fajeri mengaku mengeluhkan pelayanan Disdukcapil Bulukumba. Katanya, dirinya berkali-kali ke Disdukcapil tapi tidak pernah selesai KTP-EL yang dia urus karena alasannya pihak Disdukcapil blangko dan tinta KTP-EL habis.

“Kita pahami bersama bahwa, KTP-EL dibutuhkan nanti saat pemilihan, jangan sampai pihak Disdukcapil akal-akalan saja. Kalau sampai hari ini belum bisa pencetakan KTP-EL, siapa nanti akan disalahkan jika dibutuhkan. Sampai Kapan Blangko dan Tinta Disdukcapil Bulukumba Ada? Kami harapkan semoga pihak Disdukcapil khususnya Bulukumba, cepat memperadakan blangko dan tinta KTP-EL,” jelas Fajeri, Rabu, (9/1).(Rls)

Sandiaga Uno Akan Hadir di Bulukumba Resmikan Posko Pemenangan

Sandiaga Salahuddin Uno

JURNALPOST.COM, BULUKUMBA — Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 2, Sandiaga Salahuddin Uno dijadwalkan akan berkunjung ke Bulukumba, Senin, 24 Desember 2018 mendatang.

Cawapres yang mendampingi Prabowo Subianto di bursa pencalonan kepala negara Indonesia itu rencananya, akan meresmikan posko tim Badan Pemenangan Prabowo-Sandi tingkat kabupaten, di jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Loka, Kecamatan Ujung Bulu.

Hal tersebut diungkapkan, Sekretaris DPD Gerindra Bulukumba, H. Patudangi Asiz, Rabu, 5 Desember 2018 sesuai dilansir  Berita-indo.com.

Dalam kunjungannya, Sandiaga Uno kata H. Patudangi akan didampingi beberapa petinggi partai pengusung, yakni PKS, PAN, Demokrat, serta Gerindra.

”Rencananya 24 Desember Sandiaga Uno akan hadir di Bulukumba,  sekitar 1000  massa akan dihadirkan khusus dari Gerindra, belum dari partai pengusung lainya,” kata ketua Komisi C, DPRD Bulukumba itu.

Selain Bulukumba, Patudangi mengaku, Sandiaga Uno juga rencananya akan melakukan lawatan di kabupaten lain di bagian Selatan Sulsel, seperti Takalar, Jeneponto dan Sinjai.

”Saya mengundang seluruh masyarakat untuk hadir yang merasa pecinta Prabowo-Sandi, silahkan datang,”kata Patudangi.(*)

KPK Diminta Ambil Alih Penanganan Dugaan Kasus Tipikor di Bulukumba

KPK Diminta Ambil Alih Penanganan Dugaan Kasus Tipikor di Bulukumba

JURNALPOST – Pimpinan Daerah Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan meminta bantuan kerjasama aparat penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengambil alih penanganan dugaan kasus tindak pidana korupsi dalam kegiatan pengadaan alat kesehatan (Alkes) di Kabupaten Bulukumba.

Komisi Pemberantasan Korupsi juga diminta untuk mengungkap rangkaian kasus korupsi lain di Kota Butta Panrita Lopi yang tidak jelas penanganannya.

Pernyataan ini dilontarkan Pimpinan Daerah Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia Kabupaten Kepulauan Selayar, Fadly Syarif, S.I.KOM, menyusul munculnya pernyataan keprihatinan salah seorang warga masyarakat Kabupaten Bulukumba melalui cuitannya di akun media sosial facebook atas nama, Bau Arli Arianti Jasman yang mempertanyakan penanganan dugaan kasus tipikor dalam kegiatan pengadaan alkes di Kabupaten Bulukumba.

Lebih lanjut, Fadly juga menyebut beberapa dugaan kasus tipikor lain yang sempat mengundang tanda tanya masyarakat dan elemen akademisi dari perhimpunan Pergerakan mahasiswa (PPM Sulsel) terkait indikasi suap proyek irigasi DAK senilai 49 M.

Dalam aksinya, Perhimpunan mahasiswa, (PPM Sulsel) juga mendesak Kejati Sulsel untuk memanggil bupati dan ASN yang terlibat dalam pengurusan proyek terindikasi suap itu.

Bantuan kerjasama penyidikan juga dititipkan kepada KPK, untuk segera menuntaskan penanganan dugaan kasus tindak pidana korupsi pada kegiatan proyek pembangunan jembatan bialo tahap pertama. (Hms GNPK-RI)

2020, Bulukumba Siap Jadi Tuan Rumah Temu Inklusi ke-4

Bulukumba Siap Jadi Tuan Rumah Temu Inklusi ke-4

Gunung Kidul, Jurnalpost – Ajang pertemuan para penggiat isu difabilitas se-Indonesia (Temu Inklusi 2018) saat ini tengah berlangsung di desa Plembutan, Kecamatan Playen kabupaten Gunung Kidul, DI Jogjakarta. Ajang yang bertemakan “menuju Indonesia Inklusi 2030 melalui inovasi kolaboratif” ini rencananya akan berlangsung selama kurang lebih empat hari dari tanggal 22-25 Oktober 2018.

Direktur Sasana Integrasi dan Advokasi Difabel Indonesia (SIGAB), Soeharto menyampaikan, ide dari kegiatan ini adalah bahwa antara difabel, pemerintah serta aktor-aktor pembangunan itu diperlukan adanya komunikasi melalui dialog untuk mengevaluasi serta menyelesaikan apa yang menjadi persoalan dalam pembangunan yang dapat memperhatikan kebutuhan difabel.

Soeharto juga menyampaikan jika acara Temu Inklusi ini merupakan event yang diselenggarakan dua tahun sekali. Selama ini event ini sudah terlaksana sebanyak tiga kali, dan kedepannya kegiatan ini akan dilaksanakan di daerah lain, agar semangat inklusi itu bisa lebih menyebar gaungnya ke seluruh Indonesia. Terkait daerah luar Jogja yang telah mengajukan diri menjadi tuan rumah temu inklusi 2020, Soeharto menyampaikan sejauh ini ada dua wilayah yang bersedia yakni kota Banjarmasin dan kabupaten Bulukumba.

Untuk kesediaan kabupaten Bulukumba, Ishak Salim, selaku penggiat isu dafabilitas di Sulawesi Selatan membenarkan hal tersebut.

“Kami dari organisasi gerakan difabel di Sulawesi Selatan ini sudah tiga kali mengikuti kegiatan temu inklusi. Sebenarnya, pada Temu Inklusi yang kedua [2016], kami sudah mengusulkan untuk jadi tuan rumah pada tahun ini. Tapi karena persiapan masih kurang, akhirnya tidak bisa,” jelas Ishak (23/10) di balai desa Plembutan.

Ishak melanjutkan, untuk menunjukkan keseriusan Sul-Sel menyelenggarakan temu inklusi 2020, sejak 2017 hingga kini pihaknya sudah berkunjung ke desa Kambuno, di kabupaten Bulukumba yang direncanakan menjadi desa tempat berlangsungnya temu Inklusi selanjutnya.

“Kami sudah berkoordinasi dengan kepala desa Kambuno, yang tahun ini menjadi pemenang dalam lomba desa tingkat propinsi Sulawesi Selatan. Sayangnya beliau tidak bisa hadir di sini, karena saat ini sedang berada di Bali, mewakili Sulawesi Selatan dalam lomba desa tingkat nasional.”

Menurut Ishak, saat bertemu kepala desa Kambuno beberapa waktu yang lalu saat PerDIK melakukan kegiatan kemah pemuda inklusif, kepala desa berharap desa Kambuno bisa menjadi juara satu nasional, agar pada saat temu inklusi 2020 desa ini bisa dibuat lebih akses.

Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto, yang turut hadir pada temu Inklusi 2018 menyampaikan bahwa pengarusutamaan gerakan disabilitas di Bulukumba belumlah terlalu lama. Maka dari itu, pemerintah kabupaten Bulukumba sangat terbuka pada lembaga PerDIK ataupun SIGAB untuk menjadi mitra yang baik dalam memberikan saran dalam pembangunan yang mengakomodir difabel.

Terkait dengan rencana temu inklusi 2020, Tomy menyampaikan bahwa pemerintah Bulukumba menyambut baik rencana tersebut. Ia berkomitmen akan menyukseskan segala proses hingga pelaksanaan acara tersebut.

Momentum Hari Pangan Sedunia, Pemuda ini Minta Pemerintah Cek Bantuan Kelompok Tani

JURNALPOST.COM, BULUKUMBA — Selasa 16 Oktober 2018 momentum hari pangan sedunia, kordinator Gerakan Pemuda Tani (Gempita) Kabupaten Bulukumba Andi Sahrul, ia menjelaskan, bahwa pemuda harus melihat adanya kesenjangan terhadap petani. Walaupun pemerintah telah membuat kebijakan yang berpihak kepada Petani, akan tetapi masih banyak yang belum merasakan sepenuhnya dari kebijakan tersebut.

Sehingga dianggap perlu mendorong kapasitas semua termasuk peran kepemudaan tani yang ada dalam lingkup wilayah, khususnya di kabupaten Bulukumba. Bagaimana agar bisa ikut aktif dalam merespon kebutuhan para petani agar program swasembada pangan dapat terwujud.

“Saya mengingatkan kepada pemerintah agar bisa melihat kondisi di lapangan, dan mengecek bantuan-bantuan yang sudah tersalurkan kepada gapoktan atau kelompok tani. Termasuk di dalamnya pompanisasi dan handtraktor yang hanya dinikmati para ketua kelompok saja.

Padahal itu bantuan untuk banyak orang tapi dia mengganggap bahwa itu miliknya. Memang biasa dipakai oleh anggotanya tapi mereka sewa, sementara kelompoknya sendiri. Seharusnya untuk mempermudah serta mengefisienkan pengeluaran kepada petani tapi tidak sesuai fakta dilapangan. Contohnya seperti di daerah Kecamatan Gantarang yang puluhan traktor (bantuan), tapi hanya ketua kelompok yang menikmatinya, boleh pakai tapi bayar. Maka diharapkan pemerintah Bulukumba khususnya dinas pertanian harus serius menangani kasus tersebut,” ungkap Sahrul kepada Jurnalpost.com, Selasa (16/10/2018).

Sahrul melanjutkan, dia mengingatkan kepada instansi agar berhati-hati mengeluarkan bantuan baik berupa bibit, pupuk ataupun bantuan lainnya. Jangan sampai dimanfaatkan orang-orang segelintir politisi untuk di jadikan kendaraan sebagai alat peraga dalam pemilu 2019 mendatang. Karena mengingat kampanye sedang berlangsung, tutup Sahrul. (BL)

Caleg Muda PSI Bulukumba ini Siap Bertarung di Dapil Dua

JURNALPOST.COM, BULUKUMBA — Calon Legislatif (Caleg) pengusung Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bulukumba Irfan Wangsa siap bertarung di Dapil dua Gantarang-Kindang Kabupaten Bulukumba.

Irfan mengatakan, bahwa memasuki tahun politik, tensi mulai meninggi. Praktik menghalalkan segala cara terjadi dalam banyak kontestasi politik mulai dari Pilkada serentak hingga menyongsong Pemilu dan Pilpres 2019. Bertebarannya hoax, fitnah, ujaran kebencian dan sulitnya membedakan antara mengkritik atau menghujat. Seakan-akan melupakan salah satu tujuan mulia dari politik, yaitu menyejahterakan masyarakat.

“Saya kira komitmen PSI untuk berpolitik Kemanusiaan adalah menjadi penyejuk peradaban politik di Republik ini. Bahwa pada dasarnya politik itu sebenarnya mulia, suci. Karena politik itu bukan untuk mendedikasikan kepentingan individu atau kelompok tapi justru mengedepankan kepentingan umat diatas segalanya,” ungkap Irfan kepada Jurnalpost.com, Senin, (15/10/2018).

Sementara itu, Irfan melanjutkan, bahwa politik bukanlah lumpur hitam atau parang yang hitam. Tapi sepenuhnya politik itu untuk kemanusiaan. Tidak ada yang lebih penting dari politik kecuali kemanusiaan.

“Insyaallah kami siap bertarung di Dapil dua. Kami berniat baik demi politik untuk kemanusiaan, maka saya yakin  kebaikan itu pasti ada balasannya. Ayo kita hormati penyelenggara. Sejak awal kita percaya kepada penyelenggara, ayo berpolitik dewasa,” tutup Irfan.(BL)

Pantai Apparalang, Surga Bahari yang Eksotis di Bulukumba Sulawesi Selatan

Pantai Apparalang
Pantai Apparalang

BULUKUMBA, JURNALPOSTPantai Appalarang adalah sebuah pantai yang tidak memiliki pesisir. Berkunjung ke Pantai Appalarang, Bulukumba, Sulawesi Selatan Anda akan langsung disambut hamparan tebing memanjang yang megah.

Sulawesi Selatan selalu memiliki destinasi liburan menarik untuk melepas penat. Tidak ada habisnya jika membicarakan soal keindahan baharinya. Di Bulukumba terdapat sebuah pantai eksotis bernama Apparalang yang patut untuk kamu kunjungi. Mau tahu seperti apa tempatnya? Simak ulasannya berikut ini :

Cara Menuju Appalarang?

Dari Makassar membutuhkan waktu sekitar kurang lebih 4-6 jam untuk tiba di Appalarang. Patokan utama untuk menuju lokasi ini dari jalan utama adalah SMK 6 di bagian kiri jalan atau 5 Km sebelum Tanjung Bira belok Kanan. Dari sini kita hanya perlu terus berjalan lurus menyusuri jalan menuju ke Desa Ara. Masih minimnya papan informasi mengenai arah menuju Appalarang sehingga cara terbaik biar tak salah arah adalah bertanya kepada warga setempat.

Disini akses jalan menuju appalarang masih sempit untuk bisa dilalui kendaraan roda empat, hal inilah yang menjadi alasan banyak traveler yang memilih kendaraan rodah dua/sepeda motor untuk sampai ke Pantai Appalarang.

Biaya untuk ke Pantai Apparalang

Tidak membutuhkan biaya yang besar untuk berkunjung ke Appalarang. Biaya yang anda persiapkan cukup menyediakan uang untuk mengisi bensin, uang parkir, sewa pelampung dan biaya makan di lokasi Biaya yang Anda habiskan sekitar Rp 200.000,-.. Menuju tempat ini pun tidak harus dengan menggunakan roda empat. lebih bagus jika anda berkunjung ke appalarang bersama teman rombongan yang konvoi sepeda motor. Dan untuk makanan yang dijual Apparalang masih sebatas makanan instan dan snack ringan, serta belum banyak pilihan menunya. Saran sebaiknya membawa bekal makanan sendiri.

Penginapan di Pantai Apparalang

Di Appalarang belum tersedia penginapan yang dibangun oleh penduduk lokal. Sehingga bagi pengunjung yang ingin bermalam dapat mendirikan tenda atau bisa juga tidur di gazebo-gazebo yang disediakan dengan membawa sleeping bag.

Hal bisa dilakukan di Appalarang?

Berenang

Air laut yang biru kehijauan nampak begitu menarik untuk segera terjun ke dalamnya. Di Appalarang air laut yang jernih, membuat pengunjung tertarik untuk sekedar berenang dan bermain air. Kita juga bisa memacu adrenalin dengan langsung terjun dari atas tebing, asal ombak tidak sedang tinggi. Bisa juga terjun melalui anjungan kayu. Di salah satu sudut ada tangga yang cukup curam apabila pengunjung ingin langsung turun ke air.

Memancing

Cara tepat bagi kamu yang suka menikmati laut dengan tenang. Sewaktu saya ke Appalarang, Mereka duduk santai di anjungan dengan kail masing-masing. Beberapa nampak terkantuk terterpa angin laut. Bagi para mancing mania, karena tidak ada penduduk lokal yang menjual umpan maupun penyewaan alat pancing, lebih baik mempersiapkannya terlebih dahulu dari rumah.

Berswafoto

Kamu bisa bilang ini kativitas mainstream, aktivitas yang satu ini tetap menjadi yang utama bagi pengunjung yang berlibur ke pantai. Berfoto dengan pemandangan alam merupakan salah satu hal menarik yang bisa dilakukan di pantai. Terlebih di Appalarang, pemandangan tebing megah disepanjang pantai menjadi daya tarik tersendiri. Kamu bisa mengantari salah satu spot yang paling menarik berfoto di spot ini seperti kamu dikelilingi benteng alam dan ombak sebagai pemanisnya.

Bersantai di anjungan

Menikmati keindahan Pantai Apparalang duduk-duduk di anjungan sambil bercerita dan sesap secangkir kopi hangat adalah hal menyenangkan. Angin laut dan suara deburan ombak terasa sangat dekat.

Pantai Apparalang menjadi pilihan bagi pengunjung yang hanya ingin berakhir pekan dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Ayo atur jadwal bersama teman dan keluarga Anda untuk menikmati keindahan alam Pantai Apparalang Bulukumba.

Pelaku Pengeroyokan sudah Ditangkap, Ketum FKPP B: Pelaku Harus Dihukum Sesuai Hukum yang Berlaku

Inilah lima orang pelaku pengeroyokan di Tanete. Foto: (Polsek Bulukumpa)

JURNALPOST.COM, BULUKUMBA — Lima orang pelaku pengeroyokan di Tanete sudah ditangkap dan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dari lima orang tersebut antaranya, Sam Prakoso, Syahrul Sidiq, Wardiman, Andi dan Alun kelima itu semuanya orang Tanete Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba, jelas Kapolsek Bulukumpa Iptu Budiawan kepada wartawan Jurnalpost.com, Jumat, (28/9/2018).

Budiawan mengatakan, upaya Kapolsek Bulukumpa sudah maksimal. Sehingga hari Kamis dua orang ditetapkan tersangka dan hari Jumat tiga orang menyerahkan diri. Dari lima orang itu sudah mengakui perbuatannya.

“Untuk sementara ini baru Sam Prakoso sudah ada penahanannya. Kemudian empat orang lainnya karena satu orang masih dibawah umur Insyaallah hari Senin baru dibawa ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) yang masih dibawah umur itu. Ketiga orang itu, Insyaallah besok terbit penahanannya dan saat ini masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi lain agar menguatkan pengakuan pelaku,” kata Budiawan.

Sementara itu, yang mendampingi kasus ini Ketua Umum Forum Komunikasi Pemuda dan Pelajar Bulukumba (FKPP B) Muh. Basri Lampe mengungkapkan, pihak kepolisian dalam hal ini Kapolsek Bulukumpa perlu diapresiasi atas kerja kerasnya. Sehingga bisa menangkap semua pelaku pengeroyokan itu, yang korban Jusriadi warga Balumbung Desa Jojjolo Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba.

“Informasi yang saya dapatkan dari keluarganya, sikorban belum sadar seusai dioperasi semalam dia masih terbaring di RS Wahidin Sudirohusodo Makassar. Keluarganya harapkan agar pelaku diberikan hukuman seberat-beratnya,” ungkap Basri.

Lebih lanjut, Basri menegaskan bahwa selaku warga negara Indonesia dan negara Indonesia adalah negara hukum maka harus taat terhadap hukum. Ketika ada orang yang melanggar hukum maka harus diberikan sanksi. Seperti pelaku pengeroyokan ini, maka harus diberikan hukuman sesuai hukum yang berlaku.

“Saya harapkan kepada keluarga sikorban, agar menahan diri tidak terpancing emosi supaya tidak main hakim sendiri. Kita tetap komitmen agar mengawal proses hukumnya. Saya juga keluargaji dengan sikorban, maka mari kita doakan semoga sikorban cepat sembuh,” tutup Basri, (Ilham)

Legislator ini Sosialisasi Perda di Kampung Bontoa Desa Jojjolo

JURNALPOST.COM, BULUKUMBA — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan (Sulsel) Ir. Mukhtar Badewing (MB) gelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) di Kampung Bontoa Desa Jojjolo Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba, Senin, 9 Juli 2018, dengan dihadiri ratusan orang.

Panitia pelaksana, Basri T mengatakan, bahwa sebelum kegiatan itu dilaksanakan Pemuda Kampung Bontoa sebagai panitia pelaksana antusias menyiapkan tempat.

“Alhamdulillah tempat telah berhasil disiapkan oleh panitia di lapangan Bontoa. Meskipun berupa tenda tapi pemuda dan masyarakat setempat sangat antusias dan mensupport kegiatan yang dilaksanakan itu,” ungkap Basri T.

“Sebenarnya kegiatan itu harus dihadiri oleh pemerintah dalam hal ini Kepala Desa Jojjolo, tapi pemerintah tersebut tidak hadir. Sementara panitia dalam hal ini pemuda Kampung Bontoa mengundang semua pemerintah setempat. Jangankan Kepala Desa hadir satu pun Kepala Dusun tidak ada yang hadir, sementara semuanya diundang. Tapi ketidak hadiran pemerintah itu, Pemuda Kampung Bontoa tidak berkurang semangatnya untuk melakukan hal yang positif,” tambahnya Basri T.

Sementara itu, Anjas juga selaku Pemuda Kampung Bontoa, ia menambahkan, bahwa seharusnya pemerintah setempat mendukung dan mensupport kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemuda Kampung Bontoa.

“Saya kira salah satu kebanggaan warga Desa Jojjolo khususnya pemerintah Desa Jojjolo, karena bisa menghadirkan anggota DPRD Sulsel melalui Pemuda Kampung Bontoa di wilayah Desa Jojjolo,” jelas Anjas.

Selain itu, Mukhtar Badewing mengungkapkan, tujuan kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dengan mensosialisasikan Perda Sulsel Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pengendalian Penyembelihan Ternak Betina Produktif dan Pengeluaran Ternak.

Mukhtar Badewing mengaku, bahwa sebelum dilaksanakan sosialisasi di Kampung Bontoa Desa Jojjolo. Paginya dilaksanakan sosialisasi di Desa Balliangin Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba.

“Melalui sosialisasi ini, saya mengharapkan kedua Desa ini, Desa Jojjolo dan Desa Balliangin agar benar-benar memperhatikan dan menyebarluaskan Perda tersebut,” tutup MB Fraksi PAN juga bakal caleg DPRD Sulsel 2019 dapil Sinjai Bulukumba itu.(BL)

LATEST NEWS

RANDOM NEWS