Syahrul Yasin Limpo Rencanakan Deklarasi Di Solo

JURNALPOST.COM – Jelang pelaksanaan Munaslub Partai Golkar, Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL), yang akan ikut bertarung dalam pere utan kursi ketua umum DPP Partai Golkar, mengungkapkan, bahwa saat ini ia bersama tim pemenangannya sedang merancang deklarasi di Kota Solo dan sedang membicarakan hal tersebut dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

“Rencana deklarasi di Solo masih dirancang, karena yang dukung saya kan dari seluruh Indonesia. Saya sedang bicarakan dengan Gubernur Jawa Tengah, dia mau atau tidak,” ujarnya.

Menurutnya, Golkar harus diposisikan untuk kepentingan rakyat dan negara. Kalau kehadiran Golkar mampu dirasakan perjuangannya untuk rakyat, maka rakyat akan memilih Golkar.

“Saya selalu bilang bukan untuk jabatan yang penting, tapi munas ini bisa jadi sumber rekonsilisasi tidak? Nah, inilah yang mereka mau dengar, yang berbeda yang coba ditawarkan teman-teman lain, dan ini bergulir kencang,” paparnya.

Lebih jauh SYL mengatakan, masalah menjadi ketua umum atau yidak, hal itu adalah masalah takdir. Tetapi yang terpenting menurutnya adalah menunjukkan niat dan tujuannya yang tulus untuk membesarkan Partai Golkar dan untuk kepentingan bangsa.

“Saya kira masalah ketua umum itu masalah takdir, tapi kita sebagai orang Bugis Makassar, harus fight. Saya tahu idealisme saya benar, saya tahu bagaimana memperjuangkan. Saya harus menjadi simbol orang disini, bahwa kalau ada kebenaran, ada kebaikan, yang bukan karena egoisme untuk kepentingan pribadi saja, tapi untuk negara dan bangsa kita harus berjuang. Whatever besok hasilnya apa,” ujarnya.

Terkait dukungan tertulis dari DPD Partai Golkar di berbagai daerah, SYL mengklaim sudah mendapat banyak dukungan tertulis dari DPD seluruh Indonesia. Tetapi, SYL mengatakan tidak ingin sesumbar, mengingat dukungan politik bisa berubah kapan saja.

“Yang memberikan dukungan tertulis itu sudah banyak. Tapi kan tidak usah dibuka dulu, karena kalau dibuka, strategi itu akan diambil orang. Ini kan Sumatera Barat mau datang tanggal 2 April, Kalimantan Utara juga mau datang. Bukan berarti mereka pasti mendukung, tidak juga seperti itu. Ya namanya politik bisa saja berubah kapan saja. Bisa jadi mereka tanda tangan untuk tiga calon. Tapi, yang penting kan Syahrul ada juga mereka tanda tangan, tidak apa-apa,” ucapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here