Sosialisasi Jelang Pilgub, Tanribali Mappatabe’ ke Gubernur

  • Whatsapp

MAKASSAR, JURNALPOST.COM – Setelah bertemu dengan Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, beberapa hari lalu, mantan Carateker Gubernur Sulsel di tahun 2008, Mayjen TNI (Purn) Achmad Tanribali Lamo, juga melakukan pertemuan dengan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, di Rumah Jabatan Gubernur, Rabu (6/4).

Sebelumnya, Tabribali juga sudah bertemu dengan beberapa tokoh berpengaruh di Sulsel, seperti Mantan Gubernur Sulsel Amin Syam, dan Aksa Mahmud.

Baca Juga

Sosialisasi Jelang Pilgub, Tanribali Mappatabe' ke Gubernur

Tanri mengaku, mulai menemui sejumlah tokoh berpengaruh di Sulsel untuk “mappatabe’” atau meminta izin untuk melakukan sosialisasi terkait keinginannya untuk bertarung di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel yang akan digelar tahun 2018 mendatang.

“Kedatangan saya menemui Pak Syahrul, karena beliau sebagai pemimpin wilayah dan pemerintahan di Provinsi Sulsel, makanya saya datang. Sebelum sosialisasi dimana-mana, kalau orang Makassar bilang tentu harus mappatabe’ atau meminta izin dulu,” kata Tanri.

Tanri berkomitmen akan menjalankan politik santun sebagaimana yang diperlihatkan orang-orang Sulsel selama ini.

“Bertarung di Pilkada tidak harus saling mencederai. Semalam saya juga ketemu Aksa Mahmud, dan intinya juga seperti itu. Kami banyak ngobrol, bagaimana Sulsel ke depan agar lebih baik,” ujarnya.

Tanri mengungkapkan, keinginannya untuk bertarung di Pilgub Sulsel, didasari keinginan untuk mengabdi.

“Ayah saya kan juga pernah pejabat disini. Jadi, kalau dimungkinkan kenapa saya tidak mengabdi disini. Kalau survei bagus, berarti kan ada keinginan masyarakat. Kalau tidak, ya saya tidak maju. Saya tidak cari jabatan, saya pada keinginan mengabdi,” ungkapnya.

Tanri yang juga pernah menjabat sebagai Dirjen Kesbangpol di Kementerian Dalam Negeri ini, mengaku tidak punya target apakah harus mencalonkan diri sebagai kosong satu atau kosong dua.

Menurutnya, jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur merupakan satu paket yang beban kerjanya sudah diatur dalam Undang-Undang. Ia juga mengaku bersedia menjadi kosong dua jika pasangannya memiliki jaringan yang lebih luas, pengalaman yang lebih bagus, diakui secara nasional dan internasional, dan memang jauh lebih baik darinya.

“Saya mengalir saja tanpa beban. Tahun 2013 kan saya digadang-gadang juga untuk maju, tapi saat itu pimpinan menginginkan saya untuk tetap jadi Dirjen. Kita menginginkan Sulsel yang lebih baik lagi dari sekarang, makanya ibaratnya kita lihat bibit, bebet, dan bobot. Saya kira, mereka yang maju di Pilgub juga akan mencari pasangan yang seperti itu. Kalau memang ada yang lebih hebat, kenapa saya harus memaksakan kosong satu. Intinya, saya bersedia kosong dua,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mempersilakan Tanribali untuk melakukan sosialisasi. Tetapi, ia menyarankan agar Tanribali tetap menjaga ritme untuk menghindari terjadinya polarisasi di masyarakat.

“Tanribali kakak saya, dari dulu mulai dari kecil main sama-sama, satu kelompok bermain, kemudian akhirnya dia jadi Jendral dan saya jadi camat. Dia juga jadi Carateker Gubernur. Dia datang bersilaturahmi dengan saya, sebagai sahabat, sebagai teman, sebagai keluarga, dan kemudian sekaligus minta ijin bisa tidak lakukan sosialisasi-sosialisasi sebagai calon Gubernur. Saya bilang pasti bisalah, tapi jangan kencang-kencang karena saya masih jadi Gubernur. Tipis-tipis saja supaya tidak terjadi polarisasi-polarisasi apapun,” kata Syahrul.

Syahrul juga mengatakan, nasehatnya tersebut bukan hanya untuk Tanribali, tetapi ditujukan kepada semua yang ingin maju di Pilgub Sulsel. Siapapun boleh berkompetisi, tapi persaudaraan harus tetap menjadi yang utama.

“Yang penting itu adalah rakyat dan kemajuan daerah. Karena itu, boleh sosialisasi tapi jangan terlalu kencang hingga berakibat polarisasi. Belum waktunya, masih dua tahun lagi. Masih jauh, nanti kehabisan napas. Itu nasehat saya,” ujarnya. (fo)

Disarankan Untuk Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *