Sekolah Perempuan di Pangkep Jadi Inspirasi Bagi Daerah Lain di Indonesia

JURNALPOST – Menteri Desa, Pembagunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar, mengaku sangat mengapresiasi adanya sekolah perempuan yang merupakan inisiasi dari Yayasan Kajian Pemberdayaan Masyarakat (YKPM) dan Institut Kapal Perempuan karena telah memberikan edukasi kepada para perempuan yang ada di daerah pulau-pulau kecil sehingga para perempuan memiliki pengetahuan terhadap hak-hak mereka.

“Saya sangat mengapresiasi adanya sekolah perempuan ini. Keterlibatan perempuan dalam rangka ikut membangun desa menjadi salah satu fokus program dari kementerian sebagai langkah untuk mewujudkan nawacita dan revolusi mental bagi rakyat Info dedi,” kata Marwan, usai meresmikan sekolah perempuan di Pulau Kulambing, Desa Mattiro Uleng, Kabupaten Pangkep, kemarin.

Marwan Ingatkan Fokus Penggunaan Dana Desa

Marwan juga mengatakan, sekolah perempuan yang ada di 10 pulau di Kabupaten Pangkep dan saat ini telah memiliki 460 murid ini, akan menjadi inspirasi dan akan dijadikan sebagai pilot project bagi daerah lain di seluruh Indonesia.

“Ini sesuai dengan nawacita kita membangin Indonesia dari desa. Dan perempuan juga harus sadar bahwa mereka memiliki peran yang sangat penting,” ujarnya.

Lebih jauh Marwan mengatakan, semua pihak harus bersinergi dalam membangun desa, baik itu pemerintah, legislatif,
TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakt sipil harus ikut serta.

Pihaknya juga mengaku sudah bekerja sama dengan lebih dari 300 lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan organisasi non pemerintah (NGO) di seluruh Indonesia untuk memajukan desa.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, juga mengaku sangat mengapresiasi keberadaan sekolah perempuan ini.

Agus berharap program sekolah perempuan ini bisa menjadi pemicu bagi program-program lain yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pedesaan.

“Mudahan program sekilah perempuan ini akan menjadi pemicu bagi program-program lainnya yang bisa meningkatkan kesejaheraan masyarakat di pedesaan,” kata Agus.

Selain itu, lanjutnya, pemprov Sulsel sangat berkomitmen untuk pengembangan dan peningkatan ekonomi kerakyatan. Hal ini terbukti dengan jumlah daerah tertinggal di Sulsel yang selama beberapa tahun terkahir jumlahnya terus berkurang.

Bupati Pangkep, Syamsuddin A Hamid, juga berharap, keberadaan sekolah perempuan di pulau-pulau ini selain memberikan pendidikan kepada para perempuan, juga bisa membantu pemerintah kabupaten untuk mengawasi program-program pemerintah yang dijalankan di pulau-pulau.

“Kami berharap, sekolah perempuan ini juga diharapkan bisa ikut mengawasi program-program yang dijalankan oleh pemerintah di daerah-daerah kepulauan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Desa, Pembangunan rah Tertinggal dan Transmigrasi juga memberikan bantuan berupa 3000 unit mesin ketinting kepada masyarakat pulau yang memang mayoritas berprofesi sebagai nelayan. (fo)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here