Rumput laut dan Kakao Jadi Andalan Komoditi Ekspor Sulsel

0
1493

JURNALPOST.COM – Melihat besarnya potensi ekspor Sulawesi Selatan dari beberapa komoditi yang dimiliki, Kamar Dagang dan Industri Sulawesi Selatan akan
meningkatkan ekspor Sulsel untuk dua komoditi ekspor yakni Rumput laut dan Kakao.

Wakil Kadin devisi perdagangan agribisnis Sulsel Ilham Alim Bachrie menyampaikan bahwa pihanya sebagai mitra kerjasama dengan dinas perindustrian dan perdagangan provinsi Sulsel akan menggenjot ekspor rumput laut dan kakao dengan produk barang setengah jadi.

“Kita akan lebih genjot ekspor dengan mengubah bahan baku menjadi barang setengah jadi” katanya (26/02)

Rumput laut dan Kakao Jadi  Andalan Komoditi Ekspor Sulsel

Menurutnya kedua komoditi barang tersebut telah menjadi best program dengan pemerintah dengan melihat besarnya kontribusi dan pasar untuk kedua komoditi tersebut. Sehingga sebagai nilai tambah pihaknya juga tetap mendorong, dan bukan berarti beberapa komoditi lainnya terlupakan.

“Kita dari kadin akan mendorong dua komoditi ekspor ini, dan bukannya kita tidak mendorong lainnya. Akan tetapi menjadi best program” katanya (26/02)

Adanya nilai tambah bagi produk ekspor sulsel di 24 kabupaten kota tersebut dikatakannya akan lebih dapat menguntungkan bagi petani dan pemerintah setempat.

Kedepannya juga dikatakannya jika pihaknya akan membentuk IKM seperti bentuk usaha rumahan dan membentuk perusahaan kecil-kecilan dimana didalamnya terdiri dari berbagai variasi seperti mente, coklat, strawberry dan lainnya.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan menunjukkan untuk jumlah volume ekpsor rumput laut sulsel hanya tumbuh 5 persen jika dibandingkan dengan tahun 2014 dan 2015.

Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam menyampaikan jika untuk jumlah volume ekspor rumput laut Sulsel pada periode Januari- Desember 2014 sebanyak 12.449.000 ton dan menjadi 13.171 ton untuk volume Januari-Desember 2015.

Dengan rincian untuk jenis rumput laut dengan jenis eucheuma sebanyak 52.617.446 kg, rumput laut jenis gracilaria sebanyak 38.581.031 kg, dan rumput laut dan alga jenis lainnya dalam bentuk segar-kering-beku dan lainnya untuk konsumsi rumah tangga sebanyak 11.831.929 kg, jenis rumput laut dan laga dengan bentuk segar-kering dan tidak untuk konsumsi rumah tangga sebanyak 28.180 kg, jenis rumput laut dan alga yang digunakan untuk bahan farmasi sebanyak 355.513 kg, rumput laut dan alga segar dan lainnya yang digunakan sebagai pewarna dan bahan parful sebanyak 24.937.995 kg, dan rumput laut dan alga dalam bentuk beku yang bukan untuk konsumsi rumah tangga sebanyak 3.358.030 kg.

Terpisah dengan hal tersebut, Ketua Asosiasi Rumpul Laut Indonesia (ARLI) Safari Azis menyampaikan pihaknya juga mendorong untuk meningkatkan volume dan nilai dari rumput laut, sehingga dikatakannya untuk pabrik produksi rumput laut dalam beberapa waktu terakhir ini Sulsel telah memiliki 5 pabrik. Namun untuk di tahun 2016 ini, Sulsel juga akan kehadiran 4 pabrik baru untuk memproduksi rumpul laut.

“Tahun ini, Pabrik rumput laut akan bertambah 4 lagi jadi untuk total pabrik produksi sudah sampai 9 pabrik yang akan beroperasi” jelasnya

Safari menyampaikan bahwa dengan adanya penambahan pabrik rumput laut tersebut, juga dapat melihat salah satu latar belakang sebagai faktor pendukung utama yakni untuk produksi rumput laut di sulsel cukup bagus dan potensial.

Safari lanjutkan, untuk kemampuan produksi 1 pabrik rumput laut sebanyak 500 ton dalam setiap bulannya, jadi berarti produksi rumput laut akan bertambah sebesar 2000 ton dalam setiap bulannya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here