Real Estate Indonesia (REI) Sulsel Akan Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Buruh Bagunan

JURNALPOST.COM – Terkait dengan adanya regulasi pemerintah untuk memperoleh sertifikasi bagi beberapa profesi untuk lebih mematangkan diri dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean, sepertinya belum dapat direalisasikan dengan baik. Pengamat Ekonomi, Abd. Mutalib mengatakan bahwa untuk hal sertifikasi pemerintah dikatakannya seperti terlambat untuk melakukan.

Karena menurutnya, seharusnya sertifikasi itu dilakukan jauh sebelum pelaksanaan MEA, dan dua sampai tiga bulan sebelum MEA, semua tenaga sudah disertifikasi dan mampu untuk bersaing dengan penaga asing yang masuk.

Real Estate Indonesia (REI) Sulsel Akan Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Buruh Bagunan

“Seharusnya jauh sebelumnya sudah selesai. Sekarang bukan lagi untuk sertifikasi” katanya

Dikatakannya pula bahwa untuk tenaga profesi yang berada di Makassar hingga saat ini belum dapat terlaksana secara optimal. Hanya beberapa persen saja.

Secara terpisah, Ketua REI Sulsel Arief Mone juga menyampaikan bahwa untuk tenaga konstruksi di Sulsel hingga saat ini dikatakannya cukup bagus, meskipun dikatakannya pula dengan pengakuannya belum terlaksana secara keseluruhan.

“Tenaga konstruksi, sudah lumayan bagus. Karena sudah ada yang sarjana” singkatnya (14/03) kemarin

Menurutnya yang menjadi problem saat ini yakni bagi tenaga tukang atau buruh saja. Karena dikatakannya sebagian besar dengan latar pendidikan. Namun dengan itu dikatakannya jika pihaknya juga akan melakukan pengembangan bagi tenaga tukang atau buruh di Sulsel khususnya di Makassar.

Bagi tenaga informal dalam hal ini tukang atau buruh dikatakannya jika pihaknya akan meningkatkan dengan membuat pelatihan dan sertifikasi, dimana dikatakannya pihaknya juga telah membentuk dan ditargetkan dapat melaksanakan sertifikasi pada semester dua mendatang.

“KIta sudah bentuk, dan masih dalam proses. Ditargetkan semester dua sudah lakukan sertifikasi” terangnya

Pada tahap awal dikatakannya pula jika pihaknya tidak muluk-muluk dalam menargetkan pihaknya masih memprediksikan sekitar sebanyak 300 orang akan melakukan pelatihan dan sertifikasi tenaga tukang.

Dengan itu pula dikatakannya untuk meningkatkan kualitas, pengetahuan dan pengalaman bagi buruh. Sekaligus juga memberikan peluang memperoleh pekerjaan yang lebih baik dan profesional dengan kualitas dan kemampuan yang cukup mampu bersaing. (Tri)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here