PTKP HMI Cabang Makassar Angkat Bicara Soal Kegaduhan Internal HMI

0
561

JURNALPOST.COM, MAKASSAR — Adanya riak-riak internal Himpunan Mahasiswa Islam (MHI) Cabang Makassar PTKP HMI Cabang Makassar Alfian angkat bicara. Menurutnya, di dalam HMI terhimpun calon ilmuan, intlektual, cendikiawan, dari konfigurasi itu lahir para pemikir sesuai dengan statusnya sebagai mahasiswa.

Katanya Fian, fungsi HMI sebagai organisasi kader, diharapakan HMI sanggup mengintrodusir pemikiran-pemikiran yang relevan guna mengantisipasi berbagai tantangan yang terus-menerus muncul. Tumpuan dan harapan bangsa banyak ditujukan kepada HMI, sebagai generasi muda bangsa, pembawa estafet, termasuk pemikiran-pemikiranya. Hmi memiliki modal untuk itu.

Namun di akhir-akhir ini, ujar Fian, tumpuan dan harapan bangsa terhadap HMI selalu terbantahkan oleh prilaku individu kader HMI itu sediri. Maulai dari ketidak pekaan kader terhadap realitas kemiskinan, pengangguran, kekerasan di skala horizontal serta permasalahan bangsa yang lainnya.

“Hari ini kemudian internal HMI
Cabang makassar dibuat gaduh Oleh prilaku kader yang selalu meramaikan THM,” ungkap Fian.

Seharusnya, lanjut Fian, HMI Cabang Makassar menjaga citranya sebagai salah satu cabang yang relatif dikenal cabang terbesar di Indonesia. Apalagi banyak yang selalu menjadikan Cabang Makassar sebagai citra intelektual di Indonesia, khususnya dibagain Timur.

“Oleh karena itu, saya kembali tegaskan disetiap kepengurusan HMI, mulai dari kepengurusan PB sampai ke KomisariatKomisaria. Harus difilter sebaik mungkin dan tidak keluar dari prasyarat spritual, intelektual kecerdasan emosional. Hal ini perlu dijalankan agar HMI terhindar dari tindakan amoral dan penilaian buruk dari publik,” tegas Fian.

Sementara itu, Fian Mahasiswa FH UMI itu mengatakan, bahwa perilaku salah satu kader HMI Cabang Makassar yang selalu masuk di THM, menampar dan mebuat malu seluruh kader aktif termasuk alumni-alumni yang tergabung dalam KAHMI. Masalah ini harus diberikan efek jerah atau ditindak tegas agar tidak lagi terjadi kepada kader-kader aktif lainnya.

“Saya masih yakin, masih lebih banyak kader HMI yang berfikir untuk memperbaiki Institusi ini daripada merusaknya, untuk itu kewajiban kita semua tetap menjaga nama baik HMI. Mengokohkan serta membangkitkan keparcayaan diri publik, bahwa HMI adalah harapan dan masa depan untuk kemajuan bangsa Indonesia,” tutup Fian.(Rls)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here