Perjuangan Tenaga Kesehatan Puskesmas Sapuka Lk. Tangaya Melaksanakan Pin Polio Di 8 Pulau

  • Whatsapp

PANGKEP, JURNALPOST.COM – Indonesia telah dinyatakan bebas polio bersama dengan negara anggota WHO di South East Asia Region (SEAR) pada bulan Maret 2014. Untuk mempertahankan keberhasilan tersebut, dan sebagai bagian melaksanakan komitmen mewujudkan Dunia Bebas Polio, Indonesia perlu memperkuat pelaksanaan program imunisasi rutin polio dan kegiatan imunisasi tambahan yaitu Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio yang akan dilaksanakan pada tanggal 8-15 Maret 2016.

Perjuangan Tenaga Kesehatan Puskesmas Sapuka Lk. Tangaya Melaksanakan Pin Polio Di 8 Pulau

Begitupun dengan dikepulauan tepat pada Tanggal 06/03/2016 tenaga kesehatan Puskesmas Sapuka Lk. Tangaya yang berjumlah 5 orang (2 Perawat dan 3 Bidan), Irwansyah S.Kep, Ners sebagai Ketua Tim dan 4 Anggotanya Ahmad.B, Amd.Kep, Nurul Hudaya, Amd.Keb, Darnisa, Amd.Keb dan Nurdiana, Amd.Keb berangkat dari pelabuhan Maccini Baji Kab. Pangkep menuju ke Pulau Balo-baloang Kec. Lk. Tangaya untuk melaksanakan Pekan Imunisasi Nasional 2016, setelah melewati laut lepas selama 2 hari 1 malam mereka tiba di Pulau tersebut tanpa istirahat para tenaga kesehatan ini langsung bergerak melakukan kegiatan mereka. Sesuai jadwal yang disampaikan oleh ketua tim Irwansyah, S.Kep, Ners bahwa Timnya akan mendatangi 8 Pulau di bagian timur Lk. Tangaya Kab. Pangkep (Balo-Baloang, Balo-Baloang Caddi, Makaranganang, Lilikang, Pamolikang, Sanane, Sabalana dan Matalaang) hanya menggunakan sampan kecil yang hanya muat sekitar 8 orang.

Puskesmas Sapuka Lk. Tangaya Melaksanakan Pin Polio Di 8 Pulau

“Walau cuaca buruk kami harus tetap melaksanakan Pekan Imunisasi Nasional karena masyarakat pulau juga harus sehat dan terhindar dari Penyakit Polio”, ungkap Irwansyah yang lebih sering disapa Pak Iwan.

Dia juga menuturkan bahwa antusias masyarakat di kepulauan sangat bagus, masyarakat disetiap kepulauan beramai-ramai hadir di Posyandu dan yang tidak sempat hadir maka para petugas kesehatanlah yang mendatangi rumah mereka.

“Respon masyarakat kepulauan sangat besar mereka berbondong-bondong membawa anaknya ke Posyandu, memang ada beberapa yang tak hadir tapi kami berlima yang mengunjungi rumahnya satu-satu dengan berjalan kaki dibawah terik matahari” tambah pak iwan sebagai ketua Tim.

Mereka juga sempat menyeberang dari pulau pamolikang ke pulau sabalana pada pukul 12 malam.

“Kendaraan kami kecil dan itulah yang kami gunakan menyebrang dari Pulau ke Pulau lain, bahkan kami sempat menyeberang malam dari pulau pamolikang ke sabalana, sedikit takut sih tapi karena ini suatu kewajiban maka kami harus ikhlas melakukannya” Ungkap Nurul Hudaya, Amd.Keb saat ditanyai disela-sela istirahatnya.

Irwansyah juga menuturkan bahwa yang menjadi kendala terbesar selama kegiatan ini adalah cuaca yang buruk dan kendaraan yang tidak memadai sehingga mereka harus memakan waktu selama 5 hari melaksanakan kegiatan Pekan Imunisasi Nasional 2016.

“Terima kasih kepada Puskesmas Lk. Tangaya karena hadir di pulau kami untuk melaksanakan kegiatan imunisasi ini” Ungkap salah satu ibu yang membawa anaknya untuk mengikuti PIN Polio 2016.
Mereka bahkan sempat mendorong sampan ketika air sedang surut di Pulau Pamolikang, “Kami sempat mendorong sampan karena air surut” ungkap Iwan. (Penulis : Ahmad.B/PR)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *