Perilaku Masyarakat terhadap permasalahan Penanganan sampah berdampak pada pencemaran lingkungan di Kota Kupang

Perilaku Masyarakat terhadap permasalahan pangangan sampah berdampak pada pencemaran lingkungan di Kota Kupang
Lokasi tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Alak Kota Kupang

KUPANG, JURNALPOST – Kota Kupang merupakan salah satu kota yang sedang giat-giatnya membangun. Pembangunan Sekolah, Universitas, Pertokoan dan sebagainya. Mempercepat arus urbanisasi. Dalam prosesnya Kota Kupang bertambah ramai dengan semakin banyaknya pendatang baru dengan beragam latar belakang pendidikan dan beragam tujuan. Seiring dengan pertumbuhan penduduk yang semakin cepat timbul berbagai masalah yang dihadapi oleh Kota Kupang, salah satunya adalah sampah.

Masalah sampah merupakan masalah perkotaan yang tidak ada habis-habisnya, karena diproduksi secara terus menerus baik oleh rumah tangga maupun sektor jasa lainnya di berbagai lokasi. Sampah dapat membawa dampak buruk bagi kondisi kesehatan manusia bila dibuang sembarangan atau ditumpuk tanpa pengelolaan yang baik. Sampah yang dibuang di jalan atau selokan dapat menghambat saluran air yang membuat air terkurung atau tergenang, menjadi sarang nyamuk malaria dan pada musim hujan dapat menyumbat got yang mengakibatkan terjadinya banjir.

Penanganan sampah di Kota Kupang selama ini hanya memindahkan sampah dari Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) ke TPA dan memusnahkannya secepatnya. Dengan pola pengelolaan sampah seperti ini maka pencemaran lingkungan baik tanah, air maupun udara tetap akan terjadi.

Pengumpulan sampah dari rumah tangga atau pertokoan ke TPS dilakukan oleh warga masyarakat Kota Kupang. Pembuangan ke TPS dilakukan sejak pukul 19.00 – 04.30 pagi dan kegiatan pengangkutan sampah dari TPS ke TPA sampah dilakukan oleh petugas kebersihan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Kupang dengan menggunakan truk sampah. Selanjutnya sampah dibuang ke TPA Alak yang berjarak kurang lebih 16 km dari pusat Kota Kupang dan mengalami proses akhir secara kimia dan biologi.

Ada beberapa persoalan yang berkaitan dengan manajemen pengelolaan sampah di Kota Kupang diantaranya:

1. Pada aktivitas pengumpulan: warga tidak membuang sampah pada TPS yang disiapkan melainkan buang di halaman rumah, lahan kosong, sembarang tempat. Warga tidak membuang sampah pada waktu yang ditentukan. Sampah yang dibuang warga belum dipisahkan antara sampah organik dan anorganik.

2. Pada tahap pengangkutan dari TPS ke TPA. Kendala finansial menyebabkan sampah diangkut sekali sehari, sehingga selalu terlihat tumpukan sampah di mana-mana karena warga Kota Kupang tidak membuang sampah sesuai waktu yang ditentukan. Pengangkutan sampah belum menjangkau semua wilayah di Kota Kupang (khususnya di jalan-jalan lingkungan). Selain itu, jumlah TPS yang disediakan terbatas dan sebarannya tidak merata dan tidak semua warga yang membayar retribusi sampah mendapat jasa pengangkutan sampah.

3. Ada beberapa persoalan pada tahap pembuangan, di antaranya TPA Alak dioperasikan dengan menggunakan metode open dumping yang dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan berupa bau busuk dan menjadi tempat pembiakan bibit penyakit melalui lalat, tikus, dan lain-lain. TPA Alak hanya seluas kurang lebih 5 hektar, padahal metode open dumping memerlukan lahan yang lebih besar, sehingga yang terjadi di TPA adalah penumpukan sampah. Kemudian sistem daur ulang sampah menjadi pupuk kompos sudah tidak berjalan maksimal sehingga sejak tahun 2008 sampah-sampah yang ada dibakar begitu saja.

4. Manajemen sampah dengan pola kumpul-angkut-buang menimbulkan banyak persoalan seperti yang disebutkan di atas. Ini mengindikasikan bahwa kinerja dinas terkait belum optimal, kesadaran masyarakat masih rendah dan komitmen pemerintah untuk mengatasi persoalan ini belum sepenuhnya terwujud. Masih sekadar wacana, dan belum ada terobosan yang jitu untuk meminimalisir problem klasik di Kota Kupang ini.

Berkaitan dengan persoalan di atas, saya coba mencari informasi dengan beberapa pihak seperti aktivis lingkungan yang ada di Kota Kupang. Mengenai sampah, ada beberapa kesimpulan sementara bahwa buruknya manajemen sampah di Kota Kupang disebabkan oleh perilaku masyarakat. Seberapa banyak tong sampah ditempatkan di kota ini, orang masih membuang sampah di sembarang tempat.

Untuk itu Pemerintah Kota Kupang perlu lebih serius menangani masalah sampah. Sehingga Pengelolaan sampah hendaknya sedekat mungkin dengan sumber sampah. Pengelolaan sampah hendaknya memperhatikan lingkungan sekitar. Pemerintah Kota Kupang harus melakukan pengelolaan sampah berbasis pada masyarakat.

Oleh : Karel Donal Missa, SH

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here