Pemanfaatan Limbah Popok Menjadi Media Tanam yang Efektif

Pemanfaatan Limbah Popok Menjadi Media Tanam yang Efektif

Rembang, Jurnalpost – Mayoritas bekerja petani menjadi solusi menggunakan popok sekali pakai untuk balita di Desa Pacing. Sering tidak dirumah untuk pergi bersawah menjadi alasan penggunaan popok karena minim pengawasan balita untuk buang air besar maupun kecil. Namun, kebiasaan warga yang membuang popok sekali pakai ke sungai menjadi masalah Desa Pacing.

Memasuki puncak musim penghujan membuat resah warga. Tidak adanya tempat pembuangan sementara menjadi alasan warga membuang sampah di sungai. Semakin menggunungnya sampah menjadi potensi meluapnya air sungai yang ketika hujan akan membanjiri sungai beserta sampah.

“Setiap hari terdapat popok baru ditemukan di sungai, kalau air meluap pasti popok memenuhi sawah warga,” Ujar Pak Faiq selaku Kepala Dusun Krajan 1 Desa Pacing. Kondisi popok yang masih bercampur dengan kotoran balita menjadi potensi masalah di masa datang. Belum ditambah keadaan warga yang masih memelihara ternak di samping rumah. Hal ini dapat mencemari kondisi sumber air untuk kegiatan sehari-hari. Kesadaran Warga masih rendah dalam kebiasaan hidup bersih dan sehat.

“Jika popok dibakar nanti ada mitos kalau pantat balita menjadi terbakar kulit muncul bercak-bercak merah” Ujar salah satu warga Desa Pacing. Padahal kebiasaan tersebut karena kondisi kulit balita yang basah.

Sadar akan sedikitnya pengetahuan dan kebisaan yang buruk, KKN Tim I Universitas Diponegoro TA 2018/2019 mengadakan penyuluhan dan Workshop mengenai pemanfaatan popok pengganti polybag dan gel popok untuk media tanam (10/02/2019).

“Super Absorbent Polymer pada popok dapat dimanfaatkan menjadi media tanam karena sifatnya yang menyerap air sehingga tidak perlu sering menyiram. Hal ini bisa jadi solusi ketika musim kemarau panjang.” Ujar Adhiatma Anggota KKN Tim I Universitas Diponegoro disela workshop.

Acara dihadiri oleh kurang lebih 16 kader kesehatan yang antusias mengikuti serangkaian acara yang berlangsung. Penyuluhan yang disampaikan oleh saudari Zulfa Fatmawati dan Workshop di pimpin oleh saudara Adhiatma Setiawan. Kegiatan ini bertujuan untuk merubah kebiasaan warga dan memberikan pengetahuan terkait pemanfaatan popok menjadi media tanam yang efektif dari mulai popok sebagai pengganti polybag dan gel sebagai penampung air.

“Harapannya kegiatan ini akan disalurkan dari kader kesehatan kepada warga Desa Pacing dan mulai diterapkan sehingga jumlah sampah popok mulai berkurang.” Ujar M. Ichsannur Rofik sebagai ketua Tim I KKN Universitas Diponegoro.

Kegiatan ini akan berlanjut pada agenda posyandu selanjutnya oleh Tim I KKN Universitas Diponegoro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here