Pelayanan Buruk, Mahasiswa Demo Tuntut Dirut RSDU Pangkep Mundur

0

PANGKEP, JURNALPOST – Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pangkep, dr baharuddin dituntut mundur oleh seratusan mahasiswa yang berunjuk rasa di halaman kantornya, Selasa 26 April 2016. Para mahasiswa dari sejumlah orgnaisasi ini tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pangkep menilai, dirut RSUD gagal dalam memberikan pelayanan yang baik dan manusiawi.

Pelayanan Buruk, Mahasiswa Demo Tuntut Dirut RSDU Pangkep Mundur

Dalam pernyataan sikapnya, mereka mendesak agar Bupati Pangkep menindak tegas manajemen rumah sakit yang diduga banyak merugikan masyarakat. Sistem pelayanan di RSUD, kata para pengunjuk rasa, tidak didasari pelayanan tapi mengejar keuntungan belaka. Mereka juga mendesak agar pemberlakukan BPJS di Pangkep dihentikan dan kembali ke sistem Jaminan Kesehatan Masyarakt (Jamkesmas).

“Orang yang masuk ke RSUD itu untuk berobat, tapi karena manajemen hanya kejar keuntungan maka yang dilakukan bukan memberikan perawatan tapi memberikan pertanyaan tentang administrasi pasien. Banyak pasien terbengkalai pelayanannya karena harus mengurus administrasi dulu bahkan ada yang mati,” kata salah seorang pengunjuk rasa, Jamaluddin.

“Kami datang disini bukan untuk silaturahmi, tapi kami datang untuk melihat dirut RSUD Pangkep mengundurkan diri sekarang,” timpal Rusli, pengunjuk rasa lain.

Menjawab tuntutan demo mahasiswa untuk mundur dari jabatan Direktur Utama RSUD Pangkep, dr Baharuddin mengatakan hal itu dia serahkan kepada pimpinannya, dalam hal ini Bupati Pangkep. Menurutnya, tidak ada alasan dirinya untuk mengajukan pengunduran diri, sebab tuduhan soal pelayanan buruk dari para pengunjuk rasa tidak benar.

“Kenapa saya mau mundur, pelayanan di RSUD Pangkep baik. Saya tidak akan mundur (dari jabatan dirut), itu urusan pimpinan,” kata Baharuddin didepan para demonstran yang disambut teriaka”mundur”.

Menurutnya, dibawah kepemimpinannya, pelayanaan selalu berdasar standar medik dan SOP.”soal tuntutan perbaikan pelayanan tentu kita akan tindak lanjuti sebagai masukan,” ujarnya.

Namun, ia nampak kelabakan saat para pengunjuk rasa menanyakan soal pasien yang kabur dua hari lalu karena mendapat perlakuan buruk dari dokter dan perawat. Ia mengaku tidak tahu persoalan yang ada di RSUD tersebut. “saya baru tahu kalau ada pasien kabur. Menurut info dari perawat, dia kabur sendiri bahkan keluarganya yang menjaga di ruang perawatran juga tidak tahu kalau pasien yang mereka jaga sudah tidak ada ,” kilahnya. (***)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.