Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif Kuliner Hadiri Roadshow dan Daftar Foodstartup Indonesia 2017

Makassar, Jurnalpost – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyelenggarakan kembali roadshow kompetisi dan konferensi Food Startup Indonesia (FSI) ke kota yang ke tiga, yaitu Makassar di Swiss Belhotel, setelah menyambangi Medan (11/4) dan Lombok (17/4). Direktorat Akses Non Perbankan, Deputi Akses Permodalan Bekraf sebagai penyelenggara acara menggandeng Direktorat Fasilitasi HKI, Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan Regulasi.

Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif Kuliner Hadiri Roadshow dan Daftar Foodstartup Indonesia 2017

Puluhan pelaku ekonomi kreatif subsektor kuliner serta rekan media Makassar menghadiri acara ini.
Pelaku usaha ekonomi kreatif subsektor kuliner serta media hadir pada sosialisasi kompetisi dan konferensi Foodstartup Indonesia. Hingga saat ini, lebih dari 100 startup dari subsektor kuliner mendaftar pada Foodstartup Indonesia di Makassar.

“Kami ingin menjaring potensi pelaku usaha ekonomi kreatif sub sektor kuliner dari berbagai daerah di Indonesia melalui perhelatan Foodstartup Indonesia,” ungkap Direktur Akses Non Perbankan Bekraf Sugeng Santoso.

Roadshow Bekraf merupakan sosialisasi kompetisi dan konferensi Foodstartup Indonesia. Bekraf memotivasi pelaku bisnis yang menyediakan jasa atau produk kuliner selama satu hingga lima tahun, yang memiliki ide kreatif, rekam jejak transaksi atau produksi, inovasi produk, model bisnis yang unggul, traksi (traction) dan segmen pasar, potensi ditingkatkan skalabilitasnya, dan mampu menarik investor untuk mendaftar dan berpartisipasi pada Foodstartup Indonesia 2017 serta memperoleh materi pembuatan dan cara mempresentasikan pitch deck.

Direktorat Akses Non Perbankan, Deputi Akses Permodalan Bekraf memfasilitasi pelaku usaha ekonomi kreatif untuk meningkatkan kapasitas melalui kompetisi dan konferensi foodstartup ini dengan mentoring terhadap beberapa hal diatas yang dipresentasikan dalam pitch deck. Materi roadshow FSI ini diantaranya adalah membuat pitch deck yang sesuai dengan kriteria termasuk bagaimana cara mempresentasikan pitch deck yang menarik investor.

Peserta dengan pitch deck yang lolos kurasi akan mengikuti mentoring dan pitching dalam demoday yang akan digelar di Bali (22-24/5) dan di Bandung (17-19/7), dimana para peserta foodstartup memaparkan pitchdeck (pitching) di hadapan mentor.

20 foodstartup terbaik dari Bandung dan Bali akan bersaing dengan 10 startup dari Foodstartup Indonesia tahun 2016 pada Final Pitching Day di Jakarta pada bulan Agustus ini di depan juri yang terdiri dari berbagai elemen termasuk investor.

“Foodstartup ini diharapkan mampu meningkatkan ekosistem ekonomi kreatif sub sektor kuliner dan memberikan akses permodalan bagi pengembangan usaha ekonomi kreatif sehingga produktivitas dan nilai tambah meningkat,” pungkas Sugeng.

Direktur Akses Non Perbankan Bekraf Sugeng Santoso membuka acara ini sekaligus menyampaikan peran dan program kerja Deputi Akses Permodalan Bekraf dalam mengembangkan subsektor kuliner. Mekanisme dan kriteria penilaian pitch deck, demoday foodstartup Indonesia dan cara membuat pitch desk yang baik juga akan dijelaskan saat acara berlangsung.

Sosialisasi HKI dan program kerja Deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi akan disampaikan oleh Direktur Fasilitasi HKI Bekraf Robinson H. Sinaga. Acara ini ditutup dengan workshop pembuatan pitch deck yang dipandu oleh mentor serta diskusi antara pelaku ekonomi kreatif yang hadir. (ydt/mm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here