PD Pasar Anggap Keberadaan Pasar Tumpah Karena Kecolongan

0
1018

MAKASSAR, JP – Bermunculannya pasar tumpah di Kota Makassar dianggap sebagai penyebab kemacetan disejumlah titik. Menanggapi hal tersebut Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar melalui anggota Komisi B, Sampara Syarif meminta Direktur PD Pasar, Rahim Bustan dievaluasi. Sebab sejauh ini belum mampu membenahi sejumlah masalah pasar yang dinilai masih semrawut.

Jelang Ramadan 2106, Disperindag Antisipasi Lonjakan Harga

Legislator PPP itu, menganggap, perusda harusnya tidak saja mempertimbangkan soal profit atau pendapatan semata, namun dari segi palayanan kepada masyarakat juga harus diutamakan. Sebab keberhasilan perusda adalah ketika secara pendapatan dan pelayanan bisa berjalan beriringan secara maksimal.

Apalagi menurutnya menjamurnya pasar dadakan di pinggir jalan sudah sangat meresahkan masyaralat. Sampara mencontohkan seperti yang terjadi di sepanjang jalan Hertasning, setiap jam-jam pulang kerja, jalanan tersebut selalu padat dan macet akibat pedagang kaki lima (PKL). Begitu juga yang terjadi di Pasar Pa’baeng-baeng, pedagang sudah tidak mau masuk ke dalam pasar, mereka lebih suka berjualan di pinggir jalan.

Sementara itu, Rahim Bustam mengakui hal tersebut bentuk kecolongan. Seharusnya para penjual yang menempati pasar tumbuh yang dikelola swasta, bisa menempati stand yang ada di pasar yang disediakan dan dikelola oleh PD Pasar. Hal tersebut diyakini mangurangi pendapatan asli daerah (PAD) dari PD Pasar sendiri. Sebab, hal tersebut berimbas pada kosongnya lapak yang telah disediakan di pasar yang legal.

“Pasti rugi dong, karena banyak los, atau lapak kita yang kosong,” katanya.

Rahim pun mengaku tidak bisa melakukan apa-apa, sebab pasar yang dikelola oleh selain pemerintah, bukan termasuk dalam kewenangan PD Pasar, seperti untuk menertibkan atau memindahkan pedagang. “Sebenarnya kita kecolongan, tidak boleh ada pasar diluar dari rekomendasi PD Pasar. Kita tidak bisa juga mengambil alih, karena tanahnya orang. Saat yang punya tanah melihat ada nilai ekonomi disitu, dia bikin seperti itu (pasar),” ungkapnya. (one/jp)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here