Pantai Bira Diproyeksikan Menjadi Kawasan Wisata Terpadu

0
1349

BULUKUMBA, JURNALPOST.COM – Pantai Bira yang berada di Kabupaten Bulukumba dianggap memadai untuk menjadi Kawasan Wisata Terpadu. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bagian Promosi dan Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulawesi Selatan (Sulsel), Devo Khadafi, kemarin.

“Bira sudah cukup memadai, hotel sudah mulai banyak, infrastruktur jalan sudah cukup bagus, apalagi direncanakan akan ada bandara di kawasan ini untuk mengkoneksikan wisatawan dari kawasan lain seperti Lombok,” kata Devo

Secara alami, lanjut Devo, kawasan tersebut memiliki potensi daya tarik wisata yang sangat besar.

Pantai Bira Diproyeksikan Menjadi Kawasan Wisata Terpadu
Pesona Wisata Pantai Bira

“Kawasan ini memiliki pantai.pasir putuh, pantai yang bertebing, dan desa pembuat pembuat perahu phinisi yang cukup dikenal dunia,” ujarnya.

Devo juga mengatakan, pada akhir bulan Februari ini, pihak Kementerian Pariwisata akan turun ke Kabupaten Bulukumba untuk mengumpulkan data terkait rencana pengembangan kawasan tersebut sebagai kawasan wisata terpadu.

“Jika menjadi kawasan wisata terpadu, Kementerian Pariwisata akan berkoordinasi dengan kementerian lain untuk membantu pengembangan infrastruktur,” ujarnya.

Menurutnya, jika dilihat dari segi potensi, harusnya Bira dapat menjadi kawasan wisata terpadu. Akan tetapi, dikatakannya hal ini akan sangat tergantung dengan komitmen pemerintah daerah.

“Saya harap kesungguhan bupati dengan menunjuk wakil bupati secara khusus untuk memantau pengembangan kawasaan wisata terpadu Bira,” harapnya.

Sebelumnya pada saat menghadiri acara peringatan Hari Jadi Kabupaten Bulukumba yang ke-56 Tahun, awal Februari lalu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mencanangkan pembangunan Bandara Bira, di Desa Ara, Kecamatan Bonto Bahari, kabupaten Bulukumba.

Syahrul mengatakan, hadiran Bandara Bira tersebut, akan menjadi kepastian majunya Kabupaten Bulukumba. Sebuah daerah hanya akan maju jika memiliki airport dan pelabuhan yang memadai.

“Bira adalah destinasi wisata yang luar biasa, yang sudah terkenal di seluruh dunia. Dengan hadirnya Bandara Bira, akan semakin menguatkan posisi Bulukumba sebagai daerah destinasi wisata utama di Indonesia, yang juga akan mendongkrak kesejahteraan masyarakat di Bulukumba,” kata Syahrul.

Bandara Bira sebagai bandara perintis di Kabupaten Bulukumba tersebut, ditargetkan rampung tahun 2018. Pembangunan bandara tersebut merupakan bagian dari pengembangan destinasi wisata terpadu Bira sekaligus untuk menggenjot kunjungan wisatawan ke Sulsel.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Bulukumba, Rosali A Liong, mengatakan, sebagai tahap awal akan dilakukan pembebasan lahan seluas 70 hektare. Panjang runway yang disiapkan yaitu 1650 meter x 30 meter dengan runway strip 1.170 meter x 150 meter.

“Bandara ini ditarget rampung pada tahun 2018 mendatang,” kata Rosali.

Rosali menjelaskan, rencananya pesawat yang akan mendarat di Bandara Bira dengan kapasitas 24 seat atau untuk pariwisata. Sedangkan, terkait anggaran masih akan dibahas lagi bersama pemerintah provinsi.

“Tahun ini, pemerintah provinsi sudah menyiapkan anggaran pembebasan lahan sebesar Rp3,5 miliar,” ujarnya.

Rosali menyebut, saat ini pihaknya akan mengurus penetapan lokasi bandara, baru kemudian menghitung anggaran yang dibutuhkan.

“Kalau penetapan lokasi sudah keluar, rencananya pada tahun 2017 baru akan dianggarkan dari pemerintah pusat sekitar Rp20 miliar untuk tahap pertama,” jelasnya.(fo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here