Panitia Pelaksanaan UN Sulsel, Jamin Tidak Ada Keterlambatan dan Kekurangan Naskah soal UN Tahun ini

JURNALPOST.COM – Ketua panita pelaksanaan Ujian Nasional (UN) ProVinsi Sulawesi Selatan, mengatakan, saat ini pIhaknya sudah melakukan persiapan untuk pelaksanaan UN yang menurut jadwal akan dimulai pada tanggal 4 April mendatang untuk tingkat SMA/SMK Sederajat.

Pihaknya dalam waktu dekat ini akan melakukan rapat koordinasi dengan seluruh dinas pendidikan kabupaten/kota yang ada di Sulsel, untuk membahas persiapan pelaksanaan UN.

Panitia Pelaksanaan UN Sulsel, Jamin Tidak Ada Keterlambatan dan Kekurangan Naskah soal UN Tahun ini
Ilustrasi: Naskah soal UN Tahun tahun 2016

“Kita sudah undang seluruh dinas pendidikan kabupaten/kota untuk melakukan rapat koordinasi pada tanggal 29 Februari ini, utuk membahas persiapan pelaksanaan UN,” terang Salam, Kamis (25/2).

Untuk jumlah siswa yang akan mengikuti UN, Salam memaparkan, jumlah siswa yang akan mengikuti UN tahun ini sudah di input melalui sistem pelaporan data langsung dari satuan pendidikan atau sekolah dengan sistem data pokok pendidikan (Dapodik).

“Berdasarkan Dapodik, untuk tingkat SMA/SMK Sederajat, peserta UN itu jumlahnya 127.000 lebih siswa. Sedangakan untuk tingkat SMP, jumlahnya itu 143000 lebih siswa,” paparnya.

Terkait persiapan naskah soal ujian, Salam mengatakan, sepenuhnya itu menjadi tanggung jawab pihak kementerian dan saat ini untuk naskah dicetak oleh perusahaan percetakan yang berlokasi di Bogor.

“Kalau naskah soal itu kita sudah laporkan jumlah kebutuhan kita di Sulsel. Itu menjadi tanggung jawab pihak Kementerian karena kita sudah minta agar bisa dicetak di Sulsel, tetapi berdasarkan lelang yang dilakukan pihak Kementerian, soal tetap dicetak di percetakan yang ada di Bogor,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai antisipasi kekurangan soal ujian seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya yang bisa menghambat pelaksanaan UN, Salam mengatakan, pihaknya sepenuhnya menyerahkan hal tersebut kepada pihak Kementerian.

“Kita serahkan sepenuhnya kepada pihak Kementerian. Kita kan sudah sampaikan alasan kenapa kita minta naskah soal dicetak di daerah. Tapi semua keputusan kan ada di pihak Kementerian. Kita berharap tidak terjadi kekurangan soal seperti yang terjadi pada tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Kapuspendik) Kemendikbud RI, Nr Nizam, saat dikonfirmasi mengenai persiapan pelaksanaan UN khususnya terkait pencetakan dan distribusi naskah soal UN, mengatakan, berdasarkan hasil lelang untuk pencetakan naskah soal ujian memang dimenangkan oleh perusahaan percetakan yang ada di Bogor.

“Lelang ini kan harus transparan dan benar-benar sesuai dengan prosedur serta aturan yang ada. Memang beberapa daerah sempat meminta agar pencetakan naskah soal itu dilakukan di daerah untuk mencegah keterlambatan diatribusi ke daerah. Tetapi, kita kan tidak bisa menentukan hal itu, karena semuanya harus melalui proses lelang,” kata Nizam.

Walaupun pencetakan naskah soal UN ini dilakukan di Bogor, pihaknya menjamin tidak akan terjadi lagi keterlambatan ataupun kekurangan naskah soal UN di daerah seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Kita awasi betul secara ketat proses pencetakan ini bersama pihak terkait. Tahun ini naskah soal UN juga kita lakukan lebih awal untuk mencegah adanya keterlambatan distribusi naskah soal UN ke daerah, bahkan beberapa daerah sudah ada yang mulai di distribusikan. Insha Allah kita jamin tahun ini tidak akan terjadi keterlambatan lagi,” paparnya.

Selain itu, Nizam juga mengaku, naskah soal UN yang dicetak jumlahnya tetap dilebihkan sebagai antisipasi terjadinya kekurangan naskah soal.

“Tetapi itu tidak kita serahkan ke pihak sekolah secara langsung untuk menegah kemungkinan terjadinya kecurangan dan hal-hal yang tidak kita inginkan. Kita tetap ada safety untuk naskah soal,” tutupnya. (fo)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here