28 C
Makassar
Senin, Februari 24, 2020

Nur Pahrezi, Balita Penderita Down Syndrome Asal Desa Merak Sukamulya Tangerang Butuh Bantuan

TANGERANG, JURNALPOST – Pasangan suami istri Madyono dan Ny. Sunengsih sedang mendapat ujian. Buah hatinya M. Nur Pahrezi divonis menderita penyakit down syndrome.

Seperti diketahui, down syndrome adalah kelainan genetik yang menyebabkan penderitanya punya tingkat kecerdasan yang rendah, dan kelainan fisik yang khas.

Saat JurnalPost menyambangi rumahnya di RT/RW 001/003 Kampung/Desa Merak Kecamatan Sukamulya Tangerang, balita yang baru berusia 2 bulan itu tampak matanya terus terbelalak.

Yang membuat hati makin terenyuh, untuk menyusu harus dialirkan melaui lubang hidung yang dipasangi selang.

Menurut penuturan sang ayah, Madyono, kondisi anaknya yang seperti ini sudah lama terjadi. Bahkan, dirinya sudah membawa sang anak ke RS Harapan Kita Jakarta.

Nur Pahrezi menjalani perawatan di rumah sakit itu sejak 27 Januari 2020. Tapi, selang seminggu kemudian, tepatnya tanggal 3 Februari 2020, dia terpaksa membawa anaknya pulang kembali ke rumah.

“Saya kehabisan biaya berobat. Makanya Nur Pahrezi saya bawa pulang,” kata Madyono.

Dia dan istrinya tidak sanggup lagi menanggung biaya opname dan pengobatan. Sebab, kartu BPJS yang dimiliki hanya mengcover biaya perawatan saja. Sedangkan berbagai peralatan pengobatan lain harus dibeli sendiri.

Diantaranya, tabung oksigen seharga Rp1.250.000 dan mesin penguras lendir harus Rp13 juta. “Kami tidak lagi punya biaya untuk berobat anak saya,” tambah sang ibu, Ny. Sunengsih.

Sehari-hari, Madyono bekerja sebagai tukang parkir. Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, dia juga harua banting tulang bekerja serabutan.

“Saya pasrahkan semua ini kepada Allah Swt. Ya Allah, Selamatkan anak saya Nur Pahrezi,” ungkap sang ibu. (ded/ape)