Beranda Citizen Report Mukhtar Tompo: Kepergian Andi Maddusila Membuktikan Kerajaan Gowa Masih Eksis

Mukhtar Tompo: Kepergian Andi Maddusila Membuktikan Kerajaan Gowa Masih Eksis

360
0

JURNALPOST.COM, MAKASSAR — Anggota DPR RI Mukhtar Tompo menyatakan belasungkawa dan perasaan kehilangan sosok orang tua, dengan meninggalnya Andi Maddusila Andi Idjo Dg Mannyonri Karaeng Katangka Sultan Alauddin 2, Raja Gowa ke 37 pada Minggu sore.

Dalam pandangan Mukhtar, Andi Maddusila adalah sosok yang keras namun lentur. Tegas dalam memperjuangkan eksistensi sejarah kerajaan Gowa.

“Andi Maddusila sosok yang sangat santun. Walaupun haknya tergerus, tapi beliau masih memikirkan kedamaian dan keamanan secara umum. Beliau adalah sosok bangsawan hukum dan nasionalisme. Beliau dicintai oleh rakyat, diakui oleh nusantara namun tidam primordial. Bagi saya, perjuangan politik beliau bukan karena faktor kekuasaan. Tapi sebuah upaya yang dilakukan untuk mengawal visi kerajaan sebagai warisan sejarah yang harus terus diperkuat dan didukung oleh pemerintah,” pungkas Mukhtar.

Sosok Maddusila, kata Mukhtar, adalah sosok pewaris karakter raja-raja Gowa terdahulu. Betapa tidak, nyaris separuh perjalanan hidup Andi Maddusila didedikasikan untuk memperjuangkan harkat dan martabat Kerajaan Gowa.

“Meski hingga ajal menjemput beliau, perjuangannya belum menunjukkan hasil maksimal sebagaimana yang diharapkan. Namun justru kepergiannya, menunjukkan bahwa beliau memang Raja sebuah Kerajaan Besar yang masih eksis hingga saat ini,” tandas Mukhtar.

Mukhtar menambahkan, tidak ada satu pihak pun yang bisa melarang jasad Andi Maddusila disemayamkan di Balla Lompoa, karena memang itu haknya. Kematian Andi Maddusila membuktikan bahwa dirinya masih mendapatkan pengakuan sebagai Raja Gowa, di hadapan publik. Bahkan kehadiran Raja-raja Keraton se-Nusantara semakin menegaskan legitimasi tersebut.

“Saya mengikuti rangkaian salat jenazah hingga pemakaman. Saya melihat sendiri betapa masyarakat Gowa masih sangat mencintai beliau. Dari Balla Lompoa, jazad beliau ditandu ke Masjid Katangka untuk disalati, untuk selanjutnya dimakamkan di Kompleks pemakaman raja-raja Gowa di Katangka,” tegas Mukhtar, yang selama ini cukup getol membela hak-hak adat Raja Gowa.

Eksistensi Kerajaan Gowa, lanjut Mukhtar, menyimpan rekaman perjalanan sejarah dan budaya sebuah bangsa di masa lampau. “Gambaran kebesaran bangsa, tertoreh dalam perjalanan kerajaan Nusantara. Apa yang terjadi di masa kini, tak bisa dilepaskan dari sejarah masa lalu,” sambung Mukhtar

Sayangnya, ungkap Mukhtar, peran kerajaan sebagai pusat inspirasi budaya dan alat perekat bangsa nyaris terlupakan. Oleh karena itu, penting untuk mengangkat kembali eksistensi kerajaan di masa lampau.

Kerajaan Gowa adalah salah satu kerajaan besar di Nusantara yang turut memberikan andil besar dalam Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegigihan kerajaan ini dalam melawan kolonialisme terekam dengan tinta emas sejarah negeri ini.

“Bangsa ini patut mengapresiasi jasa kerajaan ini dalam menopang bangunan ke-Indonesia-an yang kita nikmati hingga hari ini. Semoga kepergian Andi Maddusila, menjadi peringatan Tuhan bagi kita, agar jangan melupakan jasa para leluhur kita,” tutup Mukhtar.(Rls)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here