MUI Himbau Televisi Jaga Kekhusyukan Ramadhan

Jakarta, Jurnalpost – Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan melakukan pemantauan tayangan terhadap stasiun televisi nasional selama Ramadhan 1437 H. Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin menjelaskan, pemantauan televisi berlandaskan pada sejumlah perundang-undangan dan aturan yang berlaku. Hal ini diungkapkan ketua MUI H. Ma’ruf Amin di Kantor MUI Jakarta, (31/5/2016)

MUI Himbau Televisi Jaga Kekhusyukan Ramadhan

“MUI memiliki tanggung jawab moral agar konten siaran sesuai dengan semangat syiar dan ibadah di bulan Ramadhan,” Kyai Ma’ruf Amin menambahkan pemantauan akan dilakukan pada jam-jam prime time yakni, sebelum dan sesudah sahur, serta sebelum dan sesudah berbuka puasa.

Secara teknis, Tim Pemantau MUI akan merekam program televisi apakah di dalamnya ada pelanggaran atau tidak. Untuk melakukan tugas ini MUI juga bekerja sama dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Alasannya KPI lah lembaga yang memiliki peralatan dan SDM yang jauh memadai untuk memantau konten siaran televisi.

“Selain dari KPI, MUI juga memiliki tim internal yang akan melakukan perekaman siaran televisi,” tambah Kyai Ma’ruf.

Pemantauan siaran mengacu pada UU Penyiaran, UU Pornografi, UU Perlindungan Anak, UU tentang Pers, Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 & SPS), Surat edaran KPI tentang larangan penampilan kebanci-bancian dan fatwa MUI. Landasan tersebut untuk memperkuat pemantauan agar pengelola televisi benar-benar memproduksi tayangan yang ramah dengan adhan.

“Secara teknis, hasil pemantauan di sepuluh hari pertama akan disampaikan MUI dengan menggelar jumpa pers. Sementara 20 hari selanjutnya akan disampaikan setelah Idul Fitri,” jelas

Kyai Ma’ruf Amin berharap Ramadhan tahun ini tidak ada lagi acara hiburan yang candaannya penuh caci maki, dialog dan adegan yang merendahkan, kebanci-bancian yang berlebihan . Dengan demikian, kondusivitas semangat peribadatan di bulan suci bisa terjaga.

Ma, ruf Amin juga menambahkan bahwa MUI tidak punya kewenangan untuk melakukan penindakan terhadap pelanggaran selama Ramadhan, MUI akan melaporkan tayangan yang dianggap tidak sesuai dengan suasana Ramadhan ke KPI (Komisi Penyiaran Indonesia), tegasnya. (heri zohiri)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here