Beranda Citizen Report Merancang Arah Kebijakan, DPD PSI Bulukumba Sukses Gelar Dialog Kebangsaan

Merancang Arah Kebijakan, DPD PSI Bulukumba Sukses Gelar Dialog Kebangsaan

657
0

JURNALPOST.COM, BULUKUMBA — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Bulukumba mengelar dialog publik di Warkop Dapour Jalan Ela-ela Bulukumba, Kamis, 15 Maret 2018. Dialog itu, dihadiri puluhan orang, dengan mengusung tema” Merancang Arah Kebijakan Pembangunan Dimulai dari langkah politik Partai Solidaritas Indonesia Kabupaten Bulukumba”.

Ketua Umum DPD PSI Kabupaten Bulukumba, Muhammad Asri Pato mengatakan, meskipun PSI belum ada anggarannya dari APBD tapi tetap komitmen melaksanakan dialog, ini adalah hasil patungan dari pengurus. Karena PSI Bulukumba memang partai politik yang baru. Tapi kegiatan ini, tidak hanya sampai disini, PSI Bulukumba akan terus melakukan hal positif untuk rakyat.

“PSI ini memang pengurusnya mayoritas anak muda, dan anak muda itu memiliki semangat yang tinggi untuk melakukan kebaikan demi Bulukumba yang lebih baik ke depan. Selaku generasi bangsa kita harus perlihatkan kerja kita untuk ke depan. Anak muda jangan elergi terhadap politik, kalau anak muda tidak ikut andil di parpol maka akan terbelakang. Meskipun aktivis selalu bicara mau membangun bangsa tapi saya kira itu hanya mimpi kalau tidak terlibat di parpol,” ungkap Asri.

Semntara itu, Drs. Mardianto sebagai narasumber pada dialog kebangsaan itu, ia mengungkapkan, Indonesia adalah Republik yang artinya, pemerintahan harus diberikan sepenuhnya pada rakyat dan pelayanan  yang baik terhadap rakyat. “Namun pada kenyataannya hari ini pelayanan pemerintah terhadap rakyat belum merata, masih banyak masyarakat belum merasakan pelayanan pemerintah yang sesungguhnya. Sehingga hadirnya PSI ini, semoga nantinya jika sudah memiliki kursi dipemerintahan atau legislatif betul-betul amanah untuk kepentingan rakyat,” ujar Mardianto.

Selain itu narasumber selanjutnya, H. A. Mahrus andis, dia bicara soal budaya, ia menjelaskan, bahwa kalau mau membangkitkan pariwisata, harus kita mau mengorbankan biaya yang cukup besar. Karena tidak bisa merasakan budaya yang maju kalau tidak mau korban anggran.

“Namun susah memang berkembang budaya, kalau pemerintah tidak mau korban. Jangan hanya pembangunan jalan saja terus mau diperbaiki. Harusnya budaya kita ini menjadi program yang berkelanjutan oleh pemerintah dan aktif dipublikasikan,” jelas Mahrus.

Garis besarnya, kata Mahrus, budaya di Sulsel hanya 2. Pertama Budaya Bugis dan Makassar, yang lainnya hanya cabang-cabang kultur. Jadi seperti sarung hitam kajang ciri khas orang Kajang, sebenarnya penting dipublikasikan terkait menenun sarung hitam, supaya bukan hanya orang Bulukumba yang tahu tapi juga publik, tapi harus ada dukungan dari pemerintah, katanya.

Adapun narasumber ke tiga, Al Gazali menjelaskan, pengambilan kebijakan strategis harus melibatkan pemuda atau lembaga kepemudaan. Sekian banyaknya OKP dan Lemabaga lainnya.

“Pertanyaannya, apakah pemerintah memberikan ruang untuk ikut andil merancang kebijakan pemerintah itu. Jadi PSI selaku partai baru harus mendorong itu, demi kepentingan rakyat. Mudah-mudahan PSI ini bisa mendudukkan orangnya di kursi legislatif untuk melakukan perubahan apa lagi pengurus PSI mayoritas pemuda maka masih jernilah pemikirannya untuk menjalankan kepemimpinannya,” harap Gazali.(BL)

Tinggalkan Balasan