Masalah Kesenjangan Sosial yang terjadi di Desa Tolnaku Kupang NTT

Masalah Kesenjangan

KUPANG, JURNALPOST – Penduduk adalah faktor terpenting dalam pembangunan karena menjadi subjek sekaligus objek pembangunan suatu negara. Manfaat jumlah penduduk yang besar adalah banyaknya Jumlah tenaga kerja dalam mengolah sumber daya alam Sayangnya, jumlah penduduk yang besar juga menghasilkan masalah yang cukup rumit yaitu Banyaknya kasus kurang gizi dan pemukiman kumuh yang menjamur, Kurangnya penyediaan lapangan kerja, sarana dan prasarana kesehatan dan pendidikan serta fasilitas sosial lainnya.

Desa Tonlaku, adalah salah satu Desa yang ada di Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dan masyarakat Desa tinggal di pemukiman trans lokal yang disediakan Pemerintah di Desa Tonlaku. Masyarakat di Desa Tolnaku – + berjumlah sekitar 280 jiwa, tetapi hanya sebagian saja penduduk yang menetap di pemukiman tersebut, sehingga banyak perumahan yang tidak terawat dan jumlah kepala keluarga yang tidak menetap.

Masalah-Masalah Di Desa Tolnaku Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang NTT diantaranya :

Sanitasi

Permasalahan kesehatan merupakan salah satu masalah yang menjadi perhatian dalam upaya pengembangan suatu wilayah desa. Sistem sanitasi yang digunakan oleh masyarakat Desa Tolnaku sebagian besar belum memenuhi standar kelayakan dan kesehatan lingkungan. Kebanyakan masyarakat belum memiliki fasilitas MCK (mandi cuci kakus) pribadi yang baik. Mereka menggunakan fasilitas MCK umum untuk keperluan sehari-hari seperti mandi, mencuci, dan lain-lain. Tetapi fasilitas MCK umum yang digunakan pun belum layak dan tidak sesuai standar kesehatan lingkungan. Sanitasi sangat erat kaitannya dengan kesehatan, apabila sanitasi yang baik akan berdampak baik bagi kesehatan lingkungan serta masyarakat.

Persampahan

Permasalahan persampahan yang ada di Desa Tolnaku adalah masalah pengelolaan sampah ada tempat penampungan sampah yang kurang memadai. Pengelolaan sampah di Desa Tolnaku masih dilakukan secara individu oleh masyarakat dan kebanyakan masih menggunakan cara yang tradisonal yaitu langsung dibakar tanpa ada pemisahan antara sampah organik dan anorganik. Desa Tolnaku belum memiliki tempat pembuangan sementara (TPS) dan tempat pembuangan akhir (TPA). Permasalahan yang berkaitan dengan kesehatan dan lingkungan sebaiknya segera diatasi sebaik mungkin minimal dengan adanya pengadaan bak sampah pada tiap-tiap rumah tangga.

Sumber air bersih

Saya diperkenalkan dengan salah satu penduduk di desa tonlaku, yaitu bapak dominggus dima. Banyak pertanyaan yang saya ajukan mengenai keadaan di desa tonlaku. Bapak dominggus dima menceritakan, jika musim kemarau tiba, warga di Desa tonlaku mulai kesulitan memperoleh air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan dasar ini mereka terpaksa berjalan kaki menempuh belasan kilometer untuk mengais pinggiran sungai atau kali lili desa camplong I, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, untuk mendapatkan air bersih yang belum tentu layak untuk dikonsumsi. Jika tak segera ditangani, seperti tahun-tahun sebelumnya krisis air seperti ini biasanya akan memicu munculnya wabah kelaparan dan penyakit.

Tingkat pendidikan masyarakat

Tingkat pendidikan secara umum dapat mencerminkan tingkat kecerdasan seorang manusia. Permasalahan yang ada di Desa Tolnaku adalah tingkat pendidikan masyarakat yang sebagian besar masih rendah. Tingkat pendidikan masyarakat yang rendah menyebabkan masyarakat kurang berinovasi dan mencari solusi-solusi yang efektif untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada. Tingkat pendidikan yang rendah juga menyebabkan pola pikir dari masyarakat menjadi sempit, akhirnya mereka sulit untuk beradaptasi terhadap kondisi yang baru atau kurang peka terhadap perubahan yang terjadi secara cepat. Kualitas sumber daya masyarakat semakin berkurang akibat tingkat pendidikan yang rendah.

Mata pencaharian yang tidak tetap

Faktor ekonomi merupakan salah satu penghambat kemajuan masyarakat. Keterbelakangan dalam hal ekonomi dapat menjadi hambatan untuk peningkatan dan pengembangan kualitas desa. Masyarakat Desa Tolnaku masih banyak yang belum memiliki mata pencaharian yang tetap. Hal ini menimbulkan kondisi ekonomi keluarga yang tidak stabil, sehingga berdampak pada kestabilan ekonomi masyarakat secara umum. Sebagian besar warga yang menjadi petani juga belum memiliki lahan sendiri untuk bertani, hal ini menyebabkan pendapatan mereka tiap bulan tidak menentu. Permasalahan ini merupakan salah satu tantangan untuk pengembangan Desa Tolnaku baik dari dalam (pengembangan internal) maupun dari luar (pengembangan eksternal). (Karel Donal Missa,SH)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here