32 C
Makassar
Minggu, April 5, 2020

Lagi, Satgas PETI Razia Puluhan Tambang Emas Liar di Lebak Banten

LEBAK, JURNALPOST – Tim Satuan Tugas (Satgas) Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Provinsi Banten, menutup kembali 10 lubang penambangan emas di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) yang diduga masih digunakan untuk penambangan oleh gurandil, Kamis, (23/01/2020).

Karo Ops Polda Banten Kombes Pol Aminudin Roemtaat, SIK mengatakan, anggota satgas gabungan dari Polda Banten, TNI dan intansi terkait lainnya sudah melakukan penyisiran PETI di TNGHS. Hasilnya ditemukan lubang-lubang besar yang diduga masih digunakan untuk penambangan.

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Edy Sumardi menyatakan, pasca Banjir, Polda Banten, TNI dan Pemprov Banten melakukan langkah lanjutan. Diantaranya, mendata kerusakan sarana-prasarana, memetakan penyebab bencana hingga tahap rekonsiliasi.

Saat ini, Polda Banten Telah mengambil langkah-langkah kepolisian yang tegas dan terukur. Yakni, melakukan patroli skala besar, penyelidikan ke lokasi tambang, menutup lokasi tambang dan memberikan police line.

“Tindakan ini untuk mencegah berulangnya aksi penambangan emas yang dilakukan warga. Karena diduga dapat mengancam keselamatan pekerja, warga lain serta mengantisipasi adanya longsor susulan,” katanya.

Sebab, penambangan ini diduga menjadi salah satu penyebab faktor bencana banjir bandang, selain faktor utama yakni curah hujan yang tinggi, rentannya tebing di sekitar hutan, dan pemanfaatan kawasan hutan menjadi ladang oleh warga.

“Kami terus melakukan proses penyelidikan dan penyidikan atas dugaan pelanggaran hukumnya dan kita sangat concern terhadap hal ini,” kata Edy.

Diakui, saat ini Polda Banten belum melakukan penangkapan dan penahanan terhadap pelaku yang diduga melanggar. Semua proses hukumnya sedang berjalan ke tahap penyidikan.

Selain upaya penegakan hukum, saat ini, Polda Banten, TNI dan Pemprov Banten juga ikut berempati terhadap kesulitan warga yang baru saja terdampak bencana dengan melakukan segala kegiatan operasi kemanusiaan untuk segera membantu kesulitan warga di Lebak.

Ditambahkan Kabid Humas, sejak awal terjadinya bencana banjir bandang awal 2020, Kapolda Banten telah menerjunkan ratusan personil dan peralatannya utk mengambil langkah langkah tanggap darurat. Hal ini dilakukan bersama Korem 064/MY, Kodim, BPBD, Basarnas, dan instansi lainya.

“Penanganan bencana nanjir bandang dilakukan dengan cepat dan tanggap dengan tetap mengedepankan operasi kemanusiaan yang bersifat terpadu dan demi menolong warga masyarakat yang terdampak bencana,” katanya.

Langkah awal melakukan pembukaan jalan yang terisolir akibat tanah longsor. Lalu, mengevakuasi warga dari daerah yang terisolir, menyalurkan semua bantuan logistik baik via darat hingga via udara dengan helikopter.

Selain itu, melakukan layanan kesehatan di posko pengungsi, memberikan trauma healing dan pembersihan rumah warga, jalan-jalan desa yang terdampak banjir, hingga membuat jembatan gantung sementara untuk membuka akses jalur antar desa. (ape)