29 C
Makassar
Kamis, April 9, 2020

KOPRI PMII Sinjai Helat Bedah Film : Ini Kata WaKil Bupati

SINJAI, JURNAL POST- Bertempat di Lapangan Sinjai Bersatu Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan, Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Puteri (KOPRI) Cabang Sinjai menghelat kegiatan Bedah Film sebagai rangkaian peringatan HariPerempuan Internasional, Senin Malam (16/3/2020)

Film yang diputar menarik perhatian untuk didiskusikan, film yang berjudul “Beta Ingin Jumpa”. Film karya dokumenter ini digarap Center for Religious and Cross-cultural Studies (CRCS) UGM, The Pardee School of Global Studies Boston University, serta Watchdoc.

Pemutaran Film yang menceritakan bagaimana warga Ambon membangun perdamaian pasca konflik tahun 1999 lalu tersebut di hadiri langsung Wakil Bupati Sinjai Andi Kartini Ottong, pendeta Gereja Toraja Jamaat Sinjai, Ketua Fatayat NU Kabupaten Sinjai, dan Sekretaris KOPRI PKC PMII Sulsel.

Wakil Bupati Sinjai usai menyaksikan film tersebut mengatakan , “Perbedaan itu selalu ada tidak pernah kita pungkiri bahwa perbedaan akan selalu mengikuti kita dimanapun kita berada, tetapi perbedaan itu adalah sesuatu hal yang wajar saja,” katanya

Siti Khadijah Budiawan (Sekretaris KOPRI PKC PMII Sulsel) mengatakan perbedaan dalam berkeyakinan adalah sesuatu hal yang seharusnya bisa diterima oleh semua lapisan masyarakat, silaturahim kepada sesama Manusia sebaiknya tidak dibatasi hanya karena simbol-simbol Agama.

“Seperti yang kita ketahui bahwa di Kabupaten Sinjai ummat non muslim adalah bagian dari ummat Minoritas yang ada di Kabupaten Sinjai, tetapi bukan berarti Haknya untuk beribadah kepada Tuhan itu kemudian terkebiri hanya karena ego-ego yang tidak mampu menerima perbedaan.”tuturnya.

Senada dengan Khadijah, Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Sinjai, Mirwan mengatakan bahwa meski PMII adalah organisasi yang terhitung baru di Kabupaten Sinjai, namun sesuai pemahaman kami bahwa tidak ada yang lebih penting dari pada misi kemanusiaan.

“kami bertekad untuk tetap menjaga persaudaraan di Kabupaten Sinjai ini walaupun ada simbol agama yang berbeda diantara kita,” tutupnya. (UO)