Kenaikan Premi Bagi Peserta BPJS Mandiri Tidak Wajar

JURNALPOST.COM – Pengamat pemerintahan dan kebijakan publik dari Universitas Bosowa, Arief Wicaksono, menilai, rencana kebijakan untuk menaikkan premi (iuran bulanan) bagi peserta BPJS mandiri adalah langkah yang tidak wajar dan tidak masuk akal.

Tarif Standar Pelayanaan BPJS KESEHATAN Direvisi

Kebijakan itu dikatakannya sangat tidak sesuai dengan kondisi masyarakat saat ini yang masih berada dalam kondisi perekonomian yang sulit.

“Saya tidak sependapat dengan rencana kenaikan iuran tersebut. Dalam situasi yang seperti saat ini, saya kira tidak wajar dan tidak masuk akal jika iuran BPJS naik atau dinaikkan. Ini akan semakin menyulitkan masyarakat,” kata Arief, kemarin.

Rencana kenaikan itu dikatakannya tidak wajar ditengah kondisi sistem BPJS saat ini yang masih amburadul dan menyulitkan masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Menurutnya, lebih penting terlebih dahulu membenahi sisem pelayanan BPJS agar pelayanan kepada masyarakat bisa benar-benar maksimal.

“Sistem BPJS selama ini masih amburadul dan banyak sekali masyarakat yang merasa kesulitan atau dipersulit. tidak masuk akal jika kemudian bpjs menaikkan tarif iuran,” ujarnya.

Negara, lanjut Arief, seharusnya menyediakan jaring pengaman sosial sebagai kebutuhan dasar masyarakat dengan biaya yang serendah mungkin.

“Intinya, jaring pengaman sosial harus disediakan negara dengan biaya yang serendah mungkin. Bahkan, jika perlu biaya ditanggung oleh negara seperti yang tejadi di negara maju,” tutupnya. (fo)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here