Kementerian Akan Salurkan Bantuan Pada Sekolah Pelaksana UN Berbasis CBT

0
1481

JURNALPOST.COM – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berencana memberikan bantuan dana kepada sekolah pelaksana Ujian Nasional (UN) sistem tes berbasis komputer (CBT).

Rencananya, setiap sekolah penyelenggara akan mendapatkan dana bantuan maksimal Rp200 Juta untuk pembelian komputer operasional tes siswa. Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan (Diidik) Sulawesi Selatan (Sulsel), Salam Soba, kemarin.

Kementerian Akan Salurkan Bantuan Pada Sekolah Pelaksana UN Berbasis CBT

Dana bantuan itu, lanjutnya, menjadi solusi bagi hambatan pelaksanaan UN berbasis CBT pada tahun lalu. Saat itu hampir semua sekolah kekurangan komputer sehingga harus meminjam di tempat lain. “Seperti tahun lalu, kendalanya masih tetap sama seputar keterbatasan komputer,” kata Salam Soba di Makassar, Rabu (24/2).

Untuk informasi kapan pencairan dana bantuan komputer tersebut, Salam mengaku belum mengetahui secara pasti. Akan tetapi, ia memperkirakan itu akan selesai sebelum pelaksanaan UN, April nanti.

Menurutnya, sejauh ini, sejumlah sekolah di Sulsel sudah dipanggil oleh pihak Kementerian terkait rencana pemberian bantuan tersebut.

Salam menerangkan, untuk tahun ini, di Sulsel, sebanyak 144 sekolah direncakanan akan melaksanakan UN berbasis CBT. Sekolah itu terdiri dari 41 SMA, 83 SMK, dan 18 SMP. Mayoritas dari sekolah-sekolah tersebut berada di Kota Makassar.

“Bahkan sejak Desember tahun lalu sudah ada beberapa sekolah yang melakukan simulasi,” ungkapnya.

Salam, yang juga merupakan Ketua Panitia UN di Sulsel mengatakan, berbagai upaya telah dipersiapkan oleh sekolah agar UN dengan sistem CBT bisa berjalan lancar.

Disdik diakuinya telah menyiapkan beberapa persiapan, seperti menyiapkan tenaga mentor dan operator di masing-masing sekolah. Tenaga ini berasal dari kalangan guru yang telah diberi pelatihan khusus untuk membimbing siswa menggunakan sistem CBT.

“Tugasnya mendampingi para siswa. Termasuk saat pelaksanaan UN nanti,” ujarnya.

UN akan digelar serentak, dimulai untuk tingkat SMU dan sederajat pada tanggal 4 April. Khusus SMU dan sederajat, Salam mennjelaskan, sebanyak 127.502 siswa akan menjadi peserta. Jumlah itu sudah termasuk siswa yang ikut melalui jalur paket C.

Selain 144 sekolah yang melaksanakan UN berbasis CBT, sekolah-sekolah lainnya masih tetap melaksanakan UN dengan sistem konvensional menggunakan naskah ujian kertas.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, mengaku prihatin dengan kekurangan komputer yang menjadi kendala pelaksanaan UN berbasis CBT.

Agus beharap, kekurangan itu bisa segera teratasi. Pemprov sendiri disebut tidak punya alokasi anggaran untuk memberi bantuan komputer, dan pemerintah pusat dikatakannya harus membantu untuk mengatasi hal tersebut.

Agus juga sebelumnya telah meminta Dinas Pendidikan untuk menginventarisir masalah dan kendala dalam pelaksanaan UN berbasis CBT. Selain berharap bantuan, kekurangan komputer menurutnya bisa diselesaikan dengan solusi lain seperti meminjam di sekolah lain.

“Jangan sampai kekurangan ini mengganggu konsentrasi siswa pada pelaksanaan UN nanti” tutupnya. (fo)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here