Katarak dan Diabetes Jadi Penyebab Tingginya Angka Kebutaan di Sulsel

  • Whatsapp

JURNALPOST.COM – Penyakit Diabetes dan Katarak disebut menjadi penyebab tingginya angka kebutaan di Sulsel. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Persatuan Dokter Ahli Mata Indonesia (Perdami) Sulsel, dr Habibah Muhidin, saat bertemu dengan Gubernur Sulsel, kemarin.

Habibah mengatakan, saat ini pihaknya berusaha untuk menekan angka tersebut. Upaya untuk menurunkan angka kebutaan ini dikatakannya bukan hanya menjadi tanggung jawab dokter mata saja, melainkan semua pihak.

Muat Lebih

Katarak dan Diabetes Jadi Penyebab Tingginya Angka Kebutaan di Sulsel

“Kita harus bersama-sama menanggulangi kebutaan,” kata Habibah.

Habibah mengakui terbatasnya fasilitas kesehatan merupakan salah satu kendala yang dihadapi saat ini. Padahal menurutnya, kebutaan akibat katarak dan diabetes sangat bisa dicegah jika saja treatmennya dilakukan lebih awal.

“Pemerintah agak kesulitan karena fasilitas terbatas. Makanya kami berusaha bersama, untuk meningkatkan fasilitas kesehatan mata,” ujarnya.

Untuk menekan tingginya angka kebutaan tersebut, pihaknya juga berencana untuk membentuk Forum Penanggulangan Kebutaan Sulsel.

“Selain itu ada juga workshop advokasi bekerjasama dengan Pemprov Sulsel, pemerintah kabupaten dan kota, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), serta dinas kesehatan,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengaku terkejut melihat tingginya angka kebutaan di Sulsel tersebut. Untuk itu, ia menginstruksikan untuk membuat klinik mata di setiap RSUD di kabupaten/kota.

“Tentunya, klinik mata tersebut sudah memenuhi standar dan tersertifikasi,” kata Syahrul.

Syahrul juga meminta, untuk menangani masalah ini agar dibuatkan semacam emergency agenda dan juga permanen sistem untuk penanganan jangka panjang.

“Saya minta dibuat emergency agenda untuk menangani masalah ini. Dan untuk penanganan jangka panjang, buat permanen sistem, dimana setiap kabupaten dan kota memiliki klinik mata yang tersertifikasi,” ujarnya. (fo/)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *