Jumlah Pembelian Kendaraan Bermotor di Sulsel Turun

JURNALPOST.COM – Berasarkan data dari Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) provinsi Sulwesi Selatan (Sulsel), jumlah pembelian kendaraan bermotor di Sulsel pada tahun 2015 tercatat mengalami penurunan sebesar 7,45 persen dibandingkan tahun 2014.

“Jumlah pembelian kendaraan bermotor pada tahun 2015 sebanyak 246.682 unit, menurun dibandingkan pada tahun 2014 yang jumlahnya mencapai 265.764 unit,” papar Kepala Dispenda Sulsel, Tautoto Tanaranggina, kemarin.

Tautoto menjelaskan, penurunan signifikan terjadi pada jumlah pembelian kendaraan bermotor roda dua. Pada tahun 2014, jumlah pembelian kendaraan roda dua tercatat sebanyak 225.883, sedangkan di tahun 2015 pembelian kendaraan bermotor roda dua mengalami penurunan sekitar 9 persen dengan jumlah pembelian hanya sebanyak 205.508 unit.

Jumlah Pembelian Kendaraan Bermotor di Sulsel Turun

Penurunan jumlah pembelian kendaraan bermotor ini berimbas pada realisasi penerimaan Pajak Bea Balik Nama – Kendaraan Bermotor (BBN-KB) yang hanya mencapai 87,14 persen pada tahun 2015.

“Dari target BBN-KB yang mencapai Rp1,105 triliun, realisasi hanya 87,14 persen dengan jumlah mencapai Rp963,103 miliar,” ungkapnya.

Untuk meningkatkan jumlah pendapatan daerah di tahun ini, pihaknya saat ini diakuinya tengah menjajaki potensi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru untuk mencapai target pendapatan tahun ini yang jumlahnya sebesar Rp6,85 triliun.

“Kita sedang menjajaki agar semua kapal yang bersandar di pelabuhan Makassar bisa mengisi bahan bakar dan air bersih di Makassar, agar pajak bahan bakar dan air bersih meningkat,” kata Tautoto.

Dengan mengisi bahan bakar di Makassar, lanjutnya, Dispenda dapat meningkatkan pendapatan dari Pajak Bahan Bakar yang ditargetkan mencapai Rp597,57 miliar di tahun ini.

Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak Pelindo IV untuk meregistrasi ulang truk dan tronton yang mengangkut barang ekspedisi muatan kapal laut.

Hal lain yang juga akan dilakukan oleh pihaknya yaitu mengoptimalkan penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama (PKB-BBN).

“Kita akan memaksimalkan upaya penertiban untuk pajak kendaraan bermotor,” ucapnya.

Pihaknya telah menyiapkan tenda penertiban berukuran 3×6 meter, untuk melakukan penertiban di jalan.

“Saat ini telah tersedia 10 tenda, dan 14 tenda lainnya akan menyusul,” tutupnya. (fo)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here