JK : Kekuatan Negara Tergantung Penerimaan Pajak

0
1196

JURNALPOST.COM – Wakil Presiden RI, HM Jusuf Kalla (JK), mengatakan, kekuatan negara tergantung dari penerimaan pajaknya. Hal ini diungkapkannya usai menerima penyerahan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan Pribadi (Pph) tahun 2015 oleh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Makassar sebagai bukti bahwa JK telah membayarkan kewajiban pajak tahunannya melalui sistem e-filling, Jum’at (4/3).

JK : Kekuatan Negara Tergantung Penerimaan Pajak

“Suatu negara kuat harus ditunjang pemerintahan dan tentara yang kuat. Untuk membiayainya negara harus punya uang. Untuk mendapatkannya rakyat harus bayar pajak. Untuk membayar pajak rakyat mesti punya pekerjaan, pemerintah yang menyediakan. Terus berputar seperti itu,” papar JK.

JK mengatakan, bahwa pada masa lalu fungsi pajak dalam penerimaan negara hanya pada posisi kedua setelah penerimaan dari sektor minyak. Tetapi semakin hari, penerimaan dari sektor minyak semakin menurun.

“Sekarang kebutuhan negara semakin besar, sedangkan penerimaan dari minyak makin kecil. Sehingga penerimaan dari pajak menjadi sangat penting,” ungkapnya.

Presentase peranan pajak saat ini dikatakannya mencapai 76 persen dari total penerimaan.

JK juga mengatakan, pencapaian target penerimaan pajak memang bukan hal yang mudah, untuk itu dikatakannya pemerintah tidak hanya fokus mengejar kedisiplinan masyarakat wajib pajak, tetapi juga mendorong masyarakat agar terpenuhi kebutuhan ekonominya.

“Penerimaan pajak itu juga berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jendral Pajak wilayah Sultanbatara, Neilmaldrin Noor, mengatakan, penyampaian SPT ini merupakan bukti bahwa JK telah menjalankan kewajibannya membayar pajak tahunan secara elektronik.

Neil menjelaskan, sebelumnya JK telah membayar pajak Pph secara online lewat laman internet Kanwil Ditjen Pajak dengan sistem e-filling.

“Sistem ini memungkinkan pembayaran pajak lebih cepat, tepat, dan aman,” kata Neilmardin.

Neilmaldrin berharap kehadiran JK dan sejumlah tokoh penting dalam pekan panutan SPT Tahunan di Makassar ini bisa menjadi teladan bagi masyarakat dalam pembayaran dan pelaporan pajak.

Kedisiplinan para tokoh panutan ini dikatakannya bisa menjadi contoh bagi aparatur sipil negara maupun masyarakat sipil. Apalagi menurutnya, sistem e-filling yang ada saat ini memudahkan masyarakat untuk melakukan pembayaran tanpa harus datang ke kantor pelayanan pajak.

Untuk diketahui, Kantor Wilayah Dirjen Pajak Sulselbatara tahun ini menargetkan penerimaan pajak bisa mencapai Rp15,20 triliun.

Dalam acara yang berlangsung di Gedung Wisma Kalla, Jalan Jenderal Sudirman – Makassar, tersebut, juga dilakukan penyerahan SPT Pph tahunan kepada Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, Wali Kota Makassar, M Ramdhan Pomanto, Panglima Kodam (Pangdam) VII Wirabuana, Mayjen TNI Agus Surya Bakti, Wakapolda Sulselbar, Brigjen Pol Gatot Edy, dan sejumlah tokoh lainnya. (fo)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here