Ini Hal yang Harus Diperhatikan dari Virus Zika

0

JURNALPOST.COM – Virus Zika beberapa tahun yang lalu hingga saat ini menyita perhatian di dunia kesehatan karena biasanya virus ini hanya menjadi virus endemik di Afrika dan di Area Pasifik. Namun mulai beberapa tahun yang lalu, virus tersebut muncul di daerah di luar Afrika. Di Indonesia sendiri, virus yang disebabkan karena nyamuk Aides Aegypti ini pertama kali ditemukan di Jambi, walaupun belum ada pasien yang divonis dengan infeksi virus ini namun virusnya sudah diketemukan.

Virus Zika, Apa Itu dan Bagaimana Gejalanya?

Virus Zika sebenarnya tidak menyebabkan kelainan yang berat misalnya seperti demam berdarah namun jika terinfeksi virus ini dapat menimbulkan resiko terhadap wanita hamil terutama pada janin yang dikandung. Virus Zika dapat menyebabkan mikrosefali yang membuat bayi mempunyai kepala yang kecil serta perkembangan otak yang tidak lengkap. Di tahun 2015, kelahiran bayi dengan kelainan mikrosefali melonjak.

Berdasarkan pada data, lebih dari 2.700 bayi yang ada di Brazil lahir dengan kecacatan otak dan meningkat drastis dari tahun 2014. Dugaan mengenai virus zika dengan kecacatan tersebut dikarenakan bayi Luzia yang lahir pada Oktober 2015 diduga adalah korban virus zika. Menurut pengakuan Angelica Pereira ini, saat hamil pada minggu awal ia sering digigit nyamuk dan berakibat gejala sperti demam, sakit kepala, ruam dan mata yang seperti terbakar namun dalam 4 hari gejala tersebut hilang.

Virus zika harus diwaspadai oleh ibu hamil karena dapat membuat anak yang dilahirkan mengalami cacat otak. Hal tersebut dikuatkan dengan laporan dari peneliti Brazil yang menemukan di cairan ketuban pada 2 ibu hamil dengan janin yang sebelumnya telah di diagnosa mengalami mikrosefali. Pada tanggal 28 November 2015, virus tersebut ditemukan di jaringan otak bayi dengan Mirkosefali oleh peneliti Brazil. Keterkaitan tersebut saat ini masih diselidiki dan diteliti lebih lanjut karena sebelumnya, penyebab dari mikrosefali disebabkan karena adanya kelainan genetik atau infeksi atau paparan dari zat beracun saat masa kehamilan. Karena virus zika telah menyebar di Amerika Tengah dan Selatan dan beberapa pulau di Karibia, CDC (Disease Control Prevention) mengeluarkan sinyal level 2 di beberapa negara sehingga jika Anda sedang hamil,

sebaiknya pertimbangkan terlebih dahulu.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.