Guru PAUD di Haruskan Memiliki Ijazah Diploma IV Atau S1

0
1164

Tegal, Jurnal Post. Tak hanya guru sekolah dasar atau sekolah menengah saja yang wajib bergelar sarjana namun juga guru pendidikan anak usia dini (PAUD). Hal tersebut mengacu pada Permendikbud R1 No. 137 Tahun 2014 tentang standar nasional pendidikan anak usia dini. Dalam permen tersebut di sebutkan bahwa tenaga kependidikan anak usia dini merupakan tenaga yang bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan , pengawasan dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan atau program paud.

Guru PAUD di Haruskan Memiliki Ijazah Diploma IV Atau S1
Guru dan peserta didik PAUD Debong Kidul kota Tegal

Selanjutnya di katakan, kualifikasi guru paud harus memiliki ijazah diploma IV atau Sarjana dalam bidang pendidikan anak usia dini yang di peroleh dari program studi terakreditasi atau memiliki ijazah diploma empat atau sarjana kependidikan lain yang relevan atau psikologi yang di peroleh dari program studi terakreditasi dan memiliki sertifikat pendidikan profesi guru (PPG) PAUD dari perguruan tinggi terakreditasi.

Dalam acara Sosialisasi E-training Paud untuk seluruh guru paud kota Tegal di aula eks samsat, kamis (6/4), kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Tegal Dr. Drs. Johardi melalui Kepala Bidang PPTK Disdikbud Sudoro mengatakan guru paud harus bergelar sarjana serta mengikuti diklat atau pelatihan sebagai tenaga pendidik.

“Bagi yang belum memilki kualifikasi akademik sesuai yang di atur, maka tenaga pendidik atau guru PAUD hendaknya mengikuti kegiatan untuk meningkatkan komperensinya, misalnya mengikuti pelatihan, kursus pendidikan PAUD dan diklat berjenjang”, ungkap Sudoro.

Berdasarkan informasi yang berhasil jurnal post dapatkan melalui Kepsek PAUD Debong Kidul kota Tegal Siti Chalimah, S.Pd. Aud kemarin sabtu (8/4), bagi guru yang belum masuk kategori yang telah di sebutkan resikonya tidak berhak menjadi guru kelas hanya sebagai guru pendamping saja.

Ia melanjutkan, “selain itu bagi guru yang belum S1, nantinya tidak berhak mendapatkan tunjangan setara dengan sertifikasi yang sedang gagas oleh pemerintah”, pungkasnya. (KB)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here