Genjot Kualitas: Seluruh Kepala SMP Negeri di Wonogiri Dilatih MBS PINTAR

Kepala SMP Negeri di Wonogiri
Peserta sedang melakukan diskusi penguatan budaya baca di sekolah

WONOGIRI, JURNALPOST – Seluruh Kepala SMP Negeri di Kabupaten Wonogiri mengikuti pelatihan penguatan manajemen berbasis sekolah dan peran serta masyarakat dari Program Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran (PINTAR) Tanoto Foundation. Kegiatan Diseminasi ini difasilitasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayan Kabupaten Wonogiri bekerjasama dengan Program PINTAR.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wonogiri, Drs Siswanto, M.Pd menegaskan bahwa manajemen berbasis sekolah harus terus ditingkatkan, agar dapat menghasilkan kualitas pendidikan seperti yang diharapkan. Hal tersebut disampaikan Siswanto, saat membuka acara Pelatihan Praktik Yang Baik Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan Peran Serta Masyarakat (PSM) di gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Wonogiri selama tiga hari, mulai Sabtu sampai Selasa kemarin.

“Program PINTAR Tanoto Fondation mempunyai modul dan bahan-bahan yang sangat baik perihal school based management, atau manajemen berbasis sekolah. Praktik baik ini perlu segera di sebarkan di Wonogiri. Kali ini melalui Kepala Sekolah SMP,” ungkap Kadindik ini dihadapan 74 Kepala Sekolah SMP Negeri se Wonogiri.

Siswanto menjelaskan, Pelatihan yang dimulai pada Sabtu tersebut merupakan wujud kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Wonogiri dengan Tanoto Fondation dalam peningkatan kualitas pendidikan dasar. Alasan kepala SMP yang pertama menerima diseminasi MBS karena mereka merupakan leader, penentu ketercapaian tujuan pendidikan di lingkup sekolah, dan mampu menjaga capaian target keterselanggaraan layanan pendidikan yang baik.

Ketidakcukupan Pelatihan

Spesialis Pelatihan Program PINTAR Tanoto Foundation, Saiful Huda Shodiq menyatakan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang paling menentukan keberhasilan pencapaian sekolah.

Laporan penelitian dari Asian Philantropy Circle pada Mei – Desember 2017 menyebutkan bahwa hanya 2% guru yang menilai para kepala sekolahnya cukup kompeten dalam memotivasi guru, dan hanya 5% kepala sekolah menilai para pengawas sekolah cukup kompeten pada evaluasi pendidikan.

“Ketidakcukupan pelatihanlah yang mengakibatkan permasalahan ini. Dan hanya 2% dari para kepala sekolah yang telah mengikuti Program Persiapan Kepala Sekolah. Data tersebut diambil dari Analytical and Capacity Development Partnership, ACDP (2016), Evaluation of Principal Preparation Programme,” ungkap Saiful.

Selain itu, Keengganan keterlibatan dengan komite sekolah juga berkontribusi terhadap permasalahan ini. Hanya 44% sekolah melibatkan komite sekolah dalam proses pengambilan keputusan. Oleh karena itu, sangat tepat bila Dindikbud Wonogiri menggandeng Tanoto Foundation untuk melatih semua kepala sekolah tentang penguatan manajemen sekolah.

Dalam pelatihan, Kepala sekolah yang telah dilatih didorong untuk memahami tentang kerangka pelaksanaan Program PINTAR – Tanoto Foundation yang telah bekerjasama dangan Pemkab. Selanjutnya, mereka akan difasilitasi untuk mengelola sekolah yang baik serta bagaimana melibatkan masyarakat untuk mendorong kemandirian sekolah.

Selain itu, dalam kegiatan ini mereka dipandu untuk mengidentifikasi potensi sekolah, menyusun rencana perbaikan ke depan, dan menyelaraskan fungsi pemantauan serta supervisi yang berbasis pada pengembangan sekolah secara utuh.

“Diakhir kegiatan, peserta akan menyusun rencana tindak lanjut dari apa yang telah dilakukan dalam pelatihan. Rancana tindak lanjut ini, terukur, efektif, dan dapat dilaksanakan secara nyata oleh sekolah dalam waktu dekat. Selain itu, RTL ini akan menjadi tolak ukur capaian terdekat dari hasil pelatihan yang telah dilaksanakan,” tutup Saiful Huda Shodiq.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here