Flu Burung Serang Ternak di Kabupaten Sidrap

  • Whatsapp

SIDRAP, JURNALPOST.COM – Virus flu burung dikabarkan menyerang ribuan hewan ternak yang ada di Kabupaten Sidrap, Sulsel. Sejauh ini, sudah lebih dari 22200 itik di Sidrap yang mati akibat virus tersebut.

Kasus tersebut terdeteksi terjadi di dua kecamatan yaitu Kecamatan Maritengae dan Watang Sidenreng yang letaknya berdekatan.

Selain itik, juga telah terdeteksi virus yang sama menjangkiti ternak ayam, meski dalam jumlah yang masih sangat kecil.

Flu Burung Serang Ternak di Kabupaten Sidrap

“Pihak kami sudah turun dan mengecek langsung ke lapangan, hasilnya terdeteksi lebih dari 22.200 itik di Kabupaten Sidrap terserang flu burung. Dengan asumsi harga itik per ekor Rp50 ribu, kerugian mencapai lebih dari Rp1,1 miliar,” ujar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulsel, Abdul Aziz, kemarin.

Jumlah ini diperkirakan masih jauh lebih kecil dibandingkan jumlah yang sebenarnya, karena masyarakat cenderung enggan melaporkan jika ternak mereka terserang penyakit ini.

Azis mengungkapkan, upaya yang dilakukan oleh pihaknya dalam penanganan penyakit flu burung terkendala dana kompensasi bagi peternak yang ternaknya terserang virus tersebut.

“Salah satu cara untuk mencegah penyebaran flu burung adalah melakukan depopulasi atau pemusnahan populasi ternak dengan membakar ternak yang positif flu burung. Masalahnya peternak tidak bersedia ternak mereka dimusnahkan kecuali ada kompensasinya,” ungkapnya.

Sementara dari pihak pemerintah pusat hingga daerah, tidak ada dana khusus yang dialokasikan untuk kasus-kasus semacam ini. Berbeda dengan kasus atau permasalahan lahan pertanian yang puso yang mendapat alokasi dana untuk penggantian. Pihaknya berharap, dana semacam itu juga bisa diberikan kepada para peternak.

Pihaknya jga diakuinya telah melakukan berbagai langkah untuk mengantisipasi dan mengatasi penyakit ini. Pemerintah pusat dikatakannya juga telah mengirimkan tim untuk membantu penanganan penyakit ini.

“Pemerintah Pusat akan memberikan bantuan dua juta dosis vaksin untuk virus ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Sulsel, Syamsul Bahri, mengatakan, pihaknya telah mengambil sejumlah langkah untuk mengatasi dan mengantisipasi penyebaran penyakit ini.

“Kita sudah melakukan isolasi, penyemprotan, pengobatan, dan vaksinasi,” ujarnya.

Pihaknya, juga sudah membuat surat edaran Gubernur yang ditujukan kepada seluruh Kabupaten/Kota untuk meningkatkan kewaspadaan terkait penyakit flu burung ini.

“Kita juga sudah berkoordinasi dengan instansi terkait termasuk Dinkes. Jangan sampai ada kontak terutama dengan anak-anak,” ungkapnya. (fo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *