Flores, Toraja, Wakatobi, dan Tanjung Puting Presentasi Eksklusif di Hadapan Buyers Eropa di BBTF 2017

0
1597

Jurnalpost – Destinasi Flores, Toraja, Wakatobi dan Tanjung Puting akan hadir dalam pelaksanaaan Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) yang dilaksanakan pada 8-10 Juni 2017 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC). BBTF bertujuan untuk meningkatkan promosi pariwisata Indonesia dengan memfasilitasi pertemuan Business-to-Business (B2B) dan Business-to-Consumer (B2C). BBTF yang digelar keempat kalinya ini mengangkat tema “Meet, Connect and Explore the Archipelago” dan menghadirkan tak kurang dari 230 pembeli (buyers) yang berasal dari 55 negara serta 179 penjual (sellers) dari berbagai daerah di Indonesia. Para partisipan yang hadir merupakan pihak korporat, agen perjalanan, jaringan hotel dan resor, operator kapal pesiar, pengatur konvensi dan tempat pertemuan, serta para pembeli paket wisata.

Flores, Toraja, Wakatobi, dan Tanjung Puting Presentasi Eksklusif di Hadapan Buyers Eropa di BBTF 2017

Selain mengisi booth pameran, keempat destinasi mendapat kesempatan khusus melakukan presentasi potensi pariwisata bertajuk “Discover New Destinations Beyond Bali” di hadapan berbagai buyers Eropa antara lain berasal dari negara Belanda, Spanyol, Jerman, Norwegia, dan Britania Raya. Presentasi ini merupakan bentuk kerjasama antara Swisscontact WISATA, CBI (Center for the Promotion of Imports dari Pemerintah Belanda), dan ASITA Bali.

Flores dan Wakatobi sebagai destinasi yang masuk dalam 10 Destinasi Pariwisata Prioritas akan bernaung bersama 8 destinasi unggulan lain di bawah Paviliun Wonderful Indonesia Kementerian Pariwisata. “Dengan dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata, Wakatobi siap menyambut wisatawan sebagai destinasi wisata bahari unggulan Indonesia,” jelas Nadar Sinyo Arif, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Wakatobi. “BBTF menjadi ajang promosi yang sangat strategis karena menghubungkan destinasi dengan pasar internasional. Bali juga menjadi pintu gerbang pariwisata Indonesia khususnya Wakatobi,” tambah Noval Monali, Kepala Bidang Promosi Pariwisata Kabupaten Wakatobi.

Destinasi Toraja tahun ini hadir sebagai bentuk kolaborasi bersama Kabupaten Toraja Utara, Kabupaten Tana Toraja, Kota Makassar dengan Dinas Kepariwisataan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan. “Diharapkan potensi pariwisata Sulawesi Selatan dengan wisata alam dan budayanya di koridor utara, serta potensi marine tourism dan wisata sejarah di koridor selatan. Ini tentu dapat menjadi satu paket wisata yang menarik dan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara,” pungkas Yulius Batara Saleh, Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata Sulawesi Selatan. Ini dibenarkan oleh Harli Patriatno, Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Kabupaten Toraja Utara, “Kolaborasi multipihak yang ada akan mendukung terciptanya diversifikasi produk pariwisata yang komprehensif dari Sulawesi Selatan.”

Keunikan Suku Dayak Tomun yang terus mempertahankan keindahan hutan dan alam tropis Kalimantan dari destinasi Tanjung Puting akan dihadirkan oleh Pemerintah Kabupaten Lamandau. Keanekaragaman festival budaya seperti Bebantan Laman, Balayah Lanting, dan festival topeng Babukung diharapkan

mampu menarik pasar Internasional. “Kabupaten Lamandau saat ini sedang gencar mempromosikan kebudayaan Dayak Tomun dan keindahan alam di wilayah Delang dan Tapin Bini sebagai destinasi lanjutan bagi para wisatawan yang mengunjungi Taman Nasional Tanjung Puting,” jelas Bapak Frans Evendi, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lamandau.

BBTF tahun ini menghadirkan berbagai kegiatan menarik seperti travel expo, seminar pariwisata, konferensi pers, sesi seller meet buyer, serta post-tour program ke berbagai destinasi prioritas Indonesia. Total transaksi di BBTF pada tahun 2016 tercatat sebesar USD 529,408,900 (Rp 6,88 T), sementara tahun ini ditargetkan terjadi peningkatan nilai transaksi menjadi USD 538,205,495 (Rp 6,99
T). Diharapkan keikutsertaan empat destinasi ini dapat mendukung tercapainya target program
Kementerian Pariwisata dengan hadirnya 20 juta wisatawan mancanegara di tahun 2019.

Tentang Flores DMO, Toraja DMO, FTKP Wakatobi, dan FTKP Tanjung Puting

Kehadiran Flores, Toraja, Wakatobi, dan Tanjung Puting di BBTF 2017 ini diwakili oleh organisasi tata kelola kepariwisataan masing-masing destinasi yaitu Flores DMO, Toraja DMO, FTKP Wakatobi, dan FTKP Tanjung Puting. Destination Management Organization (DMO) adalah program yang digagas oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia pada tahun 2010 yang berfungsi sebagai payung kepariwisataan regional di masing-masing destinasi. Tugas dari DMO antara lain adalah melakukan perencanaan, koordinasi, implementasi, dan fungsi pengawasan terhadap manajemen pariwisata di setiap destinasi.

Untuk informasi lebih lanjut silakan menghubungi:
– Flores DMO: [email protected]/ www.florestourism.com
– Toraja DMO: [email protected]/ www.visittoraja.com
– FTKP Wakatobi: [email protected] / www.wakatobitourism.com
– FTKP Tanjung Puting: [email protected] / www.visittanjungputing.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here