FKM UI Melakukan Penyuluhan Sekolah Sehat di Sekolah Dasar Kecamatan Beji, Depok

  • Whatsapp

FKM UI Melakukan Penyuluhan Sekolah Sehat

JURNALPOST – Penggunaan bahan berbahaya dan keberadaan bakteri di jajanan anak sekolah merupakan masalah yang berbahaya dan harus ditangani. Sesuai dengan peraturan mengenai jajanan sekolah bahwa makanan pada jajanan sekolah tidak boleh mengandung bakteri E.coli dan bahan tambahan makanan yang berbahaya. Keberadaan bakteri seperti E.coli yang dapat menyebabkan diare pada anak.

Baca Juga

Keberadaan bakteri ini dapat dipengaruhi karena adanya faktor higiene sanitasi seperti kontaminasi dari kebersihan penjamah makanan, air bilasan untuk peralatan memasak, bahan baku makanan, cara memasak, dan lain-lain.

Berdasarkan penelitian mengenai jajanan anak sekolah dasar pada tahun 2018, Kecamatan Beji merupakan kecamatan di Kota Depok dengan angka kontaminasi bakteri tertinggi pada jajanan anak (bakteri coliform sebanyak 64% dan bakteri E.coli sebanyak 11%).

Maka dari itu dosen Kesehatan Lingkungan FKM UI, Dr.drg Ririn Arminsih W, M.Kes melakukan kegiatan pegabdian masyarakat berupa penyuluhan yang ditujukan kepada pedagang jajanan sekolah dan guru di sekolah dasar Kecamatan Beji.

Tema dari kegiatan ini yaitu “Pelatihan Pedagang Kantin Sekolah Dasar sebagai Upaya Mewujudkan Sekolah Sehat di Kota Depok”, tujuannya untuk memberikan pengetahuan dan pelatihan mengenai higiene sanitasi makanan kepada pedagang selaku penjamah makanan agar dapat menyajikan makanan yang bersih dan sehat, serta memberikan pelatihan kepada guru terkait pengawasan terhadap perilaku penjamah makanan dan makanan yang dijual agar terwujud sekolah sehat.

Kegiatan ini dilakukan pada bulan Oktober 2019 di SDN Pondok Cina 3, SDN Pondok Cina 5, SDN Beji 4, SDN Beji 5, SDN Beji 7 dan SDN Tanah Baru 2 dan diikuti oleh 22 pedagang jajanan dan 18 pewakilan guru dari setiap sekolah.

Kegiatan penyuluhan dibagi menjadi dua kelompok yaitu pedagang dan guru, pada setiap pertemuan masing-masing kelompok terdapat dua fasilitator yang akan memberikan materi mengenai higiene sanitasi makanan.

Waktu kegiatan berdurasi 120 menit yang diawali dengan pre-test untuk melihat sejauh mana pengetahuan mereka mengenai higiene sanitasi makanan dan diakhiri juga oleh post-test setelah diberikan materi dari fasilitator. Hasil dari perbandingan pre-test dan post-test menunjukan bahwa ada peningkatan pengetahuan.

Melalui kegiatan ini diharapkan ada peningkatan pengetahuan pada pedagang mengenai higiene sanitasi makanan agar penyajian makanan dilakukan dengan bersih dan menghasilkan makanan yang sehat dan tidak mengandung bakteri serta sekolah dapat mengawasi pedagang agar terwujud sekolah sehat. (Laporan: Nurmalasari Student of Environmental Health University Indonesia)

Disarankan Untuk Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *