32 C
Makassar
Minggu, April 5, 2020

Fakta Mengejutkan! Diduga Penambang Emas Ilegal di Lebak Pakai Zat Kimia Berbahaya Sianida

LEBAK, JURNALPOST – Tim Satgas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang bertugas di Lebak Banten menemukan dugaan penggunaan zat kimia lain selain merkuri dalam aktivitas pengolahan hasil tambang emas.

Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Banten Kombes Pol Rudi Hananto mengatakan, dalam hasil penyelidikan menemukan zat senyawa berbahaya selain merkuri.

“Kita menemukan merkuri bukan hanya merkuri karena merkuri sudah mahal tapi beralih ke sianida,” kata Kombes Pol Rudi Hananto. Terkait hal tersebut, pihaknya masih terus mendalami. Termasuk, meminta keterangan saksi yakni para pekerja juga para ahli.

Seperti diketahui, sianida adalah bahan kimia yang bereaksi sangat cepat dan mematikan. Menghirup gas sianida mengakibatkan level keracunan paling berbahaya dan menelan sianida dapat mematikan. Karena, Sianida mencegah sel-sel tubuh dari mendapatkan oksigen. Padahal, jantung dan otak butuh lebih banyak oksigen.

Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi memaparkan, Satgas PETI berjumlah 302 personel. Mereka terdiri dari pihak Kepolisian bersama TNI, BPBD, Dinas LHK dan Satpol PP. “Pada Kamis (23/1/2020) menyisir di 21 titik lokasi penambangan emas ilegal di Lebak Banten,” katanya, Jumat (24/1/2020).

Tim pertama dipimpin Karo Ops Polda Banten, Kombes Amiluddin Roemtaat melakukan penyisiran di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Lebakgedong.

Lalu, tim kedua dipimpin Dansat Brimob Polda Banten, Kombes Dedi Suryadi ke wilayah Kampung Cikancra, Kecamatan Sobang.

Di Kecamatan Citorek, tim menyisir tambang emas ilegal di daerah Cimari, Cirotan, Cidandak, Gunung Leutik, dan Muara Tilu. Lalu, daerah Bunung Masigit, Pasir Wiru, Sopal, dan Cigadang. Sedangkan di Kecamatan Sobang, tim mendatangi daerah Ciburuluk, Ciawitali, Cikatumburi, Pasir Ipis, Ciburiling, Cikopo dan Cimadur.

Hingga saat ini, sudah ada 10 lubang tambah emas ilegal yang ditutup dan dipasang police line oleh aparat kepolisian Polda Banten. (ape)