Dituding Bawa Kabur Mobil Dinas Bupati, Jufri Rahman : Semua Sudah Sesuai Prosedur

0
1436

JURNALPOST.COM – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel, Jufri Rahman, yang juga Mantan pejabat Caretaker Tanah Toraja, disebut “membawa kabur” mobil dinas Bupati Toraja, Toyota Land Cruiser Palvo keluaran tahun 2011 dengan Nopol DP 1 J. Hal itu menuai sorotan dari berbagai kalangan.

Ulah Jufri Rahman yang merupakan pejabat pemprov Sulsel tersebut dianggap sebagai tindakan yang tidak pantas dan tidak sepatutnya dilakukan ikeh seorang pejabat publik.

Dituding Bawa Kabur Mobil Dinas Bupati Jufri Rahman : Semua Sudah Sesuai Prosedur

Menanggapi hal tersebut, pengamat pemerintahan dan kebijakan publik dari Universitas Bosowa, Arief Wicaksono, mengatakan, seharusnya semua aparat birokrasi memiliki jiwa pengabdian tanpa pamrih dalam melaksanakan tugasnya.

“Idealnya semua aparat birokrasi memiliki jiwa pengabdian tanpa pamrih, apalagi yang mengutus adalah pemprov, yang notabene adalah wakil pemerintah pusat di daerah,” kata Arief.

Menurutnya, sangat disayangkan apabila pejabat yang ditunjuk sebagai seorang Caretaker melakukan tindakan yang menyiratkan bahwa ia menjalankan tugasnya tidak tanpa pamrih.

“Sangat disayangkan kalau kerja Caretaker Bupati hanya mengincar mobil dinas. Itu pamrih namanya,” ujarnya.

Akan tetapi, dikatakannya yang bersangkutan juga harus diberikan ruang klarifikasi untuk memberikan penjelasan tentang hal yang sebenarnya terjadi.

“Harus ada klarifikasi dulu dari mantan caretaker yang bersangkutan,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Disbudpar Sulsel, Jufri Rahman, yang dikonfirmasi terkait kabar tidak mengenakkan menyangkut dirinya yang akhir-akhir ini ramai diberitakan, mengatakan, kabar mengenai hal tersebut sudah ditanggapi dan diklarifikasi di beberapa media minggu lalu.

“Ini berita sudah saya tanggapi minggu lalu di beberapa media,” kata Jufri, melalui pesan What’sApp, Minggu (13/3).

Terkait tudingan dari beberapa LSM dan kalangan yang mengatakan bahwa ia melarikan mobil dinas Bupati Tana Toraja, Jufri mengatakan, hal itu tidak benar, dan apa yang dilakukannya sudah sesuai dengan prosedur yang ada.

Jufri mengaku, sebelumnya sudah mengajukan surat permohonan pembelian barang milik negara (DUM) kepada Bupati Tana Toraja.

“Terkait dengan tuduhan beberapa LSM yang menuding saya melarikan mobil dinas Bupati, sebenarnya saya sudah mengajukan surat permohonan DUM (pembelian barang milik negara) kepada Bupati, dan pak Bupati Tana Toraja, Nico Biringkanae, sudah menerima surat permohonan saya tersebut,” ungkapnya.

Saat ini, lanjut Jufri, mobil dinas tersebut hanya tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) Bupati untuk penghapusan aset tersebut dari daftar aset kabupaten Tana Toraja.

“Jadi sekarang mobil itu tinggal menunggu SK Bupati untuk penghapusan dari daftar aset daerah Tana Toraja. Semuanya sudah sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku,” tutupnya. (fo)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here