Digaji Rp 100 Ribu per Bulan: Saya tidak pernah menghitung itu, Biarlah Allah SWT yang mencukupkan rezeki saya

Pangkep, Jurnalpost – Menjadi guru di daerah terpencil harus banyak sabar, demikian ucapan salah satu tenaga pengajar didaerah terpencil yang letak sekolahnya di Kelurahan Bontoa, Kecamatan Minasa Tene, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Di SDN 60 Bung Sekitar 4 guru berstatus Tenaga Honorer dan 3 orang berstatus PNS sedangkan di SDN 44 Bakka 5 Guru Honorer dan 3 Orang PNS. Masa depan bangsa ada di tangan para guru, Inilah kisah pilu Guru-guru di daerah Terpencil.

Di Gaji 200 Pertriwulan

“Mengajar di daerah pelosok banyak tantangan yang harus dihadapi butuh tenaga yang luar biasa untuk mengubah kebiasaan negatif siswa, seperti tidak mandi pagi kalau mau ke sekolah, bolos hanya untuk bermain, tidak sikat gigi, lebih mementingkan kerja membantu orangtuanya, dan lain-lain” Ujarnya.

“Saya kadang menyampaikan kepada orangtua dan murid bahwa sekolah itu sangat penting apalagi di pegunungan siswa baru bisa pegang buku, kalau di sekolah, jadi sebaiknya dimanfaatkan baik-baik waktu saat belajar disekolah, karena anak di pegunungan tak punya banyak waktu untuk belajar di rumah”

“Cinta saya dan teman-teman mengajar pada pendidikan mengalahkan segalanya. Gunung pun kan kudaki demi kasih saya kepada anak didiknya di SDN 60 Bung. Ya lumayan jauh sih. Kalau berjalan kaki kesekolah sekitar 2 jam dan lamanya, tapi demi sebuah pengabdian untuk pendidikan, rasa capek itu tidak pernah dirasakan.”

Namun, bagi guru-guru di Daerah terpencil, baginya pengabdian dan profesi sebagai guru merupakan sebuah panggilan jiwa untuk melayani sesama.

“Saya sudah 16 tahun mengabdi sebagai guru honorer di daerah terpencil. Saya sudah malang melintang menelusuri hutan dan lereng-lereng gunung untuk mengajar atau memberikan pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan, Saya akhirnya berpikir, saya harus tetap ada di sini. Karena kalau bukan saya siapa lagi” Jelasnya kepada jurnalpost.

Meraih kemuliaan hidup melalui pengorbanan dan pengabdian yang belum tentu mampu dijalani semua orang. Sayangnya, pengabdian yang diberikan mereka tidak sesuai dengan penghargaan dan kesejahteraan yang semestinya diterima dari negara. Terhitung sejak 1 Januari 2015 kini tunjangan guru daerah terpencil sudah ditiadakan oleh pemerintah, hal ini berdasar pada aturan Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Dan ditetapkan berdasarkan data dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi; dan data dari Kemdikbud bahwa Lokasi SDN 60 Bung dan SDN 44 Bakka sudah dikeluarkan dari kategori daerah tertinggal padahal jika melihat dari latar belakang sebelum aturan tersebut diberlakukan kondisi lingkungan SDN 60 Bung dan SDN 44 Bakka sama sekali tidak mengalami perubahan.

Harapan kami kepada pemerintah sebagai gurdacil: Sebaiknya pemerintah meninjau ulang kebijakan yang selama ini telah menghilangkan pemberian tunjangan bagi guru daerah terpencil.

Jangan tanya berapa gaji yang diterima teman-teman Guru honor saya setiap bulannya untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup di wilayah yang serba terbatas dan terpencil. Apalagi dengan tangungan keluarga yang menjadi tanggung jawab mereka. Mereka tak pernah mengeluh, meski honor yang diterima hanya Rp300 ribu pertriwulan dari BOS.

’’Saya tidak pernah menghitung itu, yang terpenting bagi saya bagaimana bisa berbagi ilmu sehingga anak didik bisa pintar,’’ tuturnya. ’’Biarlah Allah SWT yang mencukupkan rezeki saya,’’ lanjutnya.

Kami para guru sudah merelakan sebagian hidup kami, kehilangan waktu berharga bersama keluarga tercinta untuk mengajar di daerah terpencil. Membiarkan masa muda dan kekuatan mereka tergerus oleh langkah-langkah kecil menembus hutan. Membagi sedikit ilmunya untuk sedikit menghilangkan “dahaga ilmu” masyarakat daerah terpencil.

Masa depan bangsa ada di tangan para guru, walaupun daerah terpencil dan jauh dari keluarga, semoga indonesia makin banyak melahirkan guru-guru berkualitas yang mau mendidik siapa saja dan dimana saja tanpa pandang bulu. (*)

TONTON VIDEO KISAH PERJALANAN GURU PELOSOK MENUJU TEMPAT TUGAS

Like it? Share it!

Leave A Response