Diaspora Buka Pintu Internasional Langsung Dari Ruang Kuliah

  • Whatsapp

Diaspora Buka Pintu Internasional

JURNALPOST – Ambisi kolonisasi planetari ke Bulan atau Mars, eksplorasi deep-space, persaingan senjata perang, hadirnya artificial intelligence, perluasan internet of things, augmentasi dan robotik, komersialisasi nano-engineering, aplikasi gene editing ke manusia, misalnya, telah memacu pertumbuhan teknologi dengan kecepatan yang memukau. Untuk itu dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang handal, faktor-faktor ini perlu diintegrasikan. Tanpa ini, SDM yang baru diciptakan akan selalu ketinggalan. Diaspora EduX memberikan bantuan untuk mengintegrasikan elemen dinamik ini untuk memperkaya wawasan dan kualitas SDM yang dihasilkan universitas. Indonesian Diaspora Network-United (IDN-U) bekerjasama dengan Diaspora EduX menyelenggarakan International Online Lecture dengan tujuan untuk membantu membangun SDM berkualitas sebagai sumbangsih diaspora kepada tanah air.

Baca Juga

Kuliah online international ini merupakan salah satu program Diaspora EduX yang dicetuskan oleh Prof. Herry Utomo dan Prof. Ida Wenefrida untuk mobilisasi dan integrasi teknologi, inovasi, strategi/kebijakan, atau issue sosial/budaya terkini ke berbagai aspek pendidikan. Kuliah ini diberikan secara gratis dan terbuka bagi mahasiswa di Indonesia yang berminat lewat universitas, fakultas, atau program studinya. Program ini langsung disajikan ke ruang-ruang kuliah menggunakan cloud-based conference call platform, seperti Zoom atau WebEx. Kuliah diberikan oleh professor dan professional dunia yang ahli di bidang masing-masing yang berasal dari Amerika Serikat, Eropah maupun dari benua yang lain.

Kuliah Internasional ini diberikan di setiap semester. Pada semester musim gugur 2019 ini, ada 5 topik kuliah yang diberikan: “Is Modern in Architecture a Singular Phenomenon?” – Prof. Arief Setiawan, Department of Architecture, Kennesaw State University; “Building Global Network of International Academic Partnerships” Dr. Jonathan Hubchen, Assistant Director International Program, Louisiana State University dan Ivana Tregenza, Director, LSU College of Agriculture International Relations& Associate Director, LSU AgCenter Global Network; “Citizen Diplomacy and International Relation” – Susannah Coolidge, Executive Director, New Orleans Citizen Diplomacy Council, Inc.; “Innovation and Disruptive Technologies That Will Change Food Industry” – Prof. Ida Wenefrida, Louisiana State University; dan “Shortcut To Indonesia’s National Food Security and Self-Reliance” – Prof. Herry Utomo, Louisiana State University. Di semester musim semi mendatang, telah disiapkan topik-topik yang lebih menantang.

Partisipan kuliah internasional dengan topik yang kedua ini diikuti oleh Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS, Solo), Universitas Tunas Pembangunan (Solo), dan Universitas Jenderal Ahmad Yani (Cimahi) yang dilakukan secara serempak pada jam 8:00 – 9:00 WIB hari Kamis, 17 Oktober 2019 dan dipancarkan dari Houston (Texas) dan Baton Rouge (Louisiana). Rektor Universitas Unjani, Mayjen TNI (Purn.) Witjaksono, M.Sc., menyambut baik inisiatif penting ini untuk membuka wawasan mahasiswa beserta dosen-dosennya untuk ke Internasional. Apresiasi serupa atas gagasan diaspora ini juga diberikan oleh Rektor UTP, Prof. Tresna Soemardi. Diaspora berharap fasilitas yang disediakan ini hendaknya juga akan digunakan oleh universitas untuk menjalin kerjasama internasional yang merupakan keharusan di era ini.

Disarankan Untuk Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *